Share

18. Ayah

Makan malam kali itu adalah makan malam terakhir mereka di kapal. Besok, semua akan kembali pada aktifitas dan kesibukan masing-masing, kecuali Aldebaran dan Kania.

Aldebaran memilihkan gaun berwarna marun polos dengan model  ketat di bagian atas, lalu mengembang dari perut sampai lutut untuk Kania. Merah marun membuat warna kulit Kania yang putih cenderung pucat terlihat menonjol dan cantik.

Sebelah lengan Alde memeluk pinggang Kania, sementara tangannya yang lain memegang dengan erat tangan Kania. Dirinya hanya ingin mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi ketika Kania bertemu dengan keluarga besar dan sahabat yang sudah seperti keluarga.

Riuh canda tawa dan obrolan seketika berhenti begitu Kania dan Alde masuk. Ayah Alde memberi isyarat kepada semua yang hadir di sana untuk tenang. Mereka semua sudah tahu kondisi Kania. Jadi, sudah langsung paham ketika diminta tenang dan diam tanpa banyak bertanya.

"Sayang." Carmila langsu
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status