Share

58. Ardian

"Siapa namamu?" Aldebaran bertanya sebelum pergi.

"Ardian."

"Oke. Laksanakan tugasmu sekarang!"

Setelah mengatakan itu, Aldebaran mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi sambil mengamati situasi. Ia tidak mau terlalu jauh dari Ardian, paling tidak sampai dirinya bisa mendengar semua percakapan Ardian dengan temannya.

"Dari mana saja kau?" Teman Ardian bertanya.

"Ke kamar kecil sambil menyeret wanita itu ke tempat yang lebih aman."

Teman Ardian menoleh ke tempat Aldebaran tadi digeletakkan, lalu menatap Ardian heran. "Untuk apa repot-repot begitu?"

"Angin berembus kencang, kalau dia mati kedinginan, gajiku tidak akan cair."

"Ahh, kau benar juga." Teman Ardian menyetujui. "Aku bahkan tidak berpikir sampai sana. Tuan Raden pasti marah kalau tahu targetnya mati sebelum laku mahal."

"Itulah, kita harus menjaganya dengan baik sampai semua beres." Ardian mengedarkan pandangan ke segala arah berpura-pura sedang meneliti kondisi di sana, padahal ia sedang mencari tahu di mana kapal yang d
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status