Share

Bab 55

Suryawijaya menggabungkan uang hasil penjualan lukisan dengan uang hasil part time sekaligus uang jajan dari orangtuanya ke dalam satu wadah. Segepok uang itu nampak terlihat banyak walau kenyataannya, jumlah yang Suryawijaya butuhkan masih kurang untuk membangkitkan kembali geliat politik ekonomi di istana Tirtodiningratan.

Ada banyak agenda yang ingin ia realisasikan sebagai wujud kinerjanya dalam pemberontakan atas perjodohan itu. Walau kenyataannya, Suryawijaya sukar mengelak dari kata hati.

Raut wajahnya terlihat putus asa, apalagi sebagai seniman yang seharusnya independen, seluruh kebebasan dan senyumnya seolah direnggut paksa oleh keadaan.

"Piye iki." Suryawijaya mengusap wajahnya seraya beranjak. Langkahnya terlihat gontai walau akhirnya ia tetap berjalan keluar untuk mencari udara segar.

Suasana lengang menyambut kedatangannya di bangku taman. Gemericik air dan silir angin nyatanya tidak selalu menentramkan hati. Suryawijaya masih ter
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Wakhidah Dani
ah mengsedih ini
goodnovel comment avatar
Elok Fatimah
jangn nyerah dulu tania. ndomas masih mmpu berjuang untukmu.
goodnovel comment avatar
Dian Susantie
dulu ayahanda jg habis2an ndomas.. gpp.. selama masih mampu..semangat..!! Pandu mau berkorban apa? jgn bilang mau gantiin mas Surya nikahin putri Tirtodiningratan ya..??!! kok aq ikutan ga rela.. hehehe
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status