Share

Bab 84

Nawangsih sedang tersenyum sembari menyajikan kopi espresso kepada pelanggan di pojok kafe ketika Andrew dan Pandu masuk ke dalam kedai yang mengusung konsep tradisional etnik Nusantara.

Andrew berbalik untuk menatap tamu kehormatannya di depan meja display dan kasir yang dipenuhi toples kaca berisi aneka jenis biji kopi. Aroma kopi pun menjadi pengharum ruangan yang alami dan menyenangkan kaum pecintanya.

"Mau nyoba kopi?" tawar Andrew sembari menarik kursi tinggi. "Duduk." pintanya dengan jengah.

Pandu menjura. "Kopi apa saja yang enak, mas Drew. Aku suka semua yang enak-enak." seloroh Pandu seraya melihat-lihat keadaan sekitar.

"Oke, tunggu benar. Sekalian gue panggil junior gue yang mungkin kenal sama Nawangsih. Dia juga mahasiswa baru kayak adik kamu." Andrew tersenyum geli dan membatin, "gila sih, jaman canggih begini masih ada nama kek jaman peperangan pra kemerdekaan."

Pandu manggut-manggut dengan senang hati. "Terima kasih lho mas, aku jadi gak perlu m
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (12)
goodnovel comment avatar
Elok Fatimah
wah, abdrew jgn buat tania org ke3 dg hubgnmu sm pcrmu
goodnovel comment avatar
ꪑ ꪊ ᡶ ỉ
Aku jatuh cinta sama mas Pandu.
goodnovel comment avatar
cheepychan
jangan terlalu penasaran mas Drew ntr jadi lope2 sama Tania eh malah brantem sama markisa. ayo Ndu Poto sama Tania n Andrew kirim k keluarga biar ibu tenang n Surya tambah pusing gara2 bebebnya Deket sama yg lain.haha biar Surya nyesel g ikut ke London nemuin Tania sekalian..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status