Share

Bab 110

Selama sisa pagi menuju siang yang terasa hangat, sang Ratu terus berpikir dengan mata yang menerawang jauh.

"Surat wasiat dan warisan hanya akan di berikan saat kangmas tiada. Itu artinya kembali pada takdir Tuhan, kapan dan waktu yang tepat untuk mengatakannya. Biarlah - biarlah keadaan ini terjadi sesuai jalan-Nya."

Sang Ratu mengembuskan napas setelah mendengar suara abdi dalem menginterupsi lamunannya.

"Gusti...,"

Sang Ratu tersenyum seraya beranjak. Beliau sudah belajar banyak dari yang tua dan berpengalaman. Untuk hal-hal yang sentimental dan sakral ia harus memilih waktu yang tepat untuk mengatakannya. Dan sudah terbayangkan seperti apa keadaannya kelak. Sedih dan bahagia, tapi hidup pasti ada solusi-solusi dari sebab-musababnya. Sang Ratu akan menemukan kelegaan sendiri melihat anak-anaknya bahagia.

"Mari." kata sang Ratu, "beberapa hari ke depan saya akan sibuk, jadi tolong panggilkan perawat untuk menjaga Raja." titahnya sambil berjalan.

"Sendiko dhawuh, Gusti."

Seiring
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (19)
goodnovel comment avatar
Wakhidah Dani
innalilahi...
goodnovel comment avatar
Yanyan
ahhh masih gak percaya.. kaysan.. kenapa begitu cepat.. kisah cintamu dgn rinjani slalu terbayang walaupun hanya sebuah novel
goodnovel comment avatar
Herlina Maharani
Innalillahi... mbak vi.. di cerita surawijaya bener2 mbak vi obrak abrik hati dan perasaan readers.. mas kaysan,, si mangga tua yang manis.. huwaa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status