Share

Tak sanggup melawan

Masa lalu memang begitu menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi saat seseorang tidak bisa memaafkan diri sendiri, hingga pada akhirnya terjebak dalam rasa bersalah yang tak bertepi.

Kalandra masih memeluk Naraya, mencoba menenangkan sang kekasih agar tidak larut dalam kesedihan. Dirinya ikut merasakan beban yang dipikul gadis itu, ketika mendengar tangis bercampur rasa penyesalan yang begitu dalam.

“Sekarang kamu paham jika aku bersikap demikian ‘kan, Al?” Naraya bicara masih dalam pelukan Kalandra.

“Ya, aku paham.” Kalandra membalas ucapan Naraya sambil mengusap punggung gadis itu secara konstan.

Naraya menghela napas berat, kemudian bangkit dari pelukan Kalandra. Ditatapnya pemuda yang kini juga membelenggunya, di satu sisi dirinya tidak bisa pergi dari sang ibu, di sisi lain ingin sekali ikut ke mana pun pemuda yang ada di hadapannya saat ini membawa dirinya.

“Tapi, apa kamu akan terus seperti ini? Mengikuti sesuatu yang sebenarnya tidak membuatmu bahagia?” tanya Kalandra sambil m
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status