Share

Melepas rindu

Naraya buru-buru melepas seat belt begitu mobil sampai di depan lobi. Dirinya terpaksa menerima tawaran Kenan yang ingin mengantar, agar lebih cepat sampai di apartemen.

“Terima kasih,” ucap Naraya buru-buru, kemudian membuka pintu mobil.

“Ra!” Kenan menahan pergelangan tangan Naraya.

Naraya terkejut kemudian menoleh Kenan. Sikap Kenan membuatnya benar-benar gugup.

“Jangan menghindar dariku, Ra. Kamu tahu aku tidak akan memaksa kehendakku kepadamu,” ucap Kenan, berharap Naraya tidak semakin menjauhinya karena ungkapan perasaannya tadi.

Naraya mengulum bibir, kemudian menganggukkan kepala. “Aku tidak akan menghindar darimu,” ucapnya untuk melegakan hati Kenan.

Kenan tersenyum, lantas melepas tangan Naraya. Gadis itu pun buru-buru keluar dari mobil, kemudian setengah berlari masuk ke apartemen.

“Kenapa dia sangat terburu-buru? Siapa atasannya?” Kenan jadi penasaran.

**

Naraya masuk lift dan segera menekan tombol agar lift naik ke lantai tempat Kalandra berada. Dia mencoba mengatur napas
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
vieta_novie
wah...senang nya naraya bisa melepas rindu ma mama & papa nya al... hmm..jgn marah ya al...denger penjelasan nya naraya dulu...semoga mereka ga bertengkar...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status