Share

Membencinya

Kalandra bergegas ke rumah sakit setelah Naraya menghubungi. Di sisi lain cemas akan kondisi Naraya yang terdengar menangis, di sisi lain Kalandra tidak ingin jika sampai Naraya bertemu dengan Kenan hanya berdua.

Pemuda itu berjalan cepat masuk ke UGD, lantas bertanya ke bagian informasi dan diarahkan ke ruang radiologi.

“Terima kasih,” ucap Kalandra kemudian pergi ke ruang Radiologi.

Namun, langkahnya terhenti saat melihat pemandangan di depannya. Kedua telapak tangan mengepal, rasa cemburu kini menyelimuti hatinya. Dia tidak rela jika sampai wanitanya disentuh datau dipeluk pria lain, apa pun alasannya.

“Anira!” panggil Kalandra dengan suara begitu lantang.

Kenan dan Naraya terkejut mendengar suara Kalandra, begitu juga dengan Nayla. Ketiganya menoleh ke arah sumber suara di mana Kalandra sudah menatap tajam ke Naraya.

“Al.” Naraya panik saat melihat Kalandra, sedangkan Kenan sedang memeluknya.

Kenan mengurai pelukannya dari Naraya, tapi tatapannya terus tertuju ke saudara yang suda
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
vieta_novie
duh...al...kamu emosi jd ga fokus ......
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status