Share

Keterangan Ryan

Usai penjaga sekolah itu pergi, Ryan mendekat ke arah Bagus.

“Bagus, cepat juga kau datang. Nggak saya sangka, adikmu Tyas segera memanggilmu kemari,” ucap Ryan sambil menepuk pundak lelaki itu.

Bagus hanya tersenyum tipis, ia tidak tahu arti dari perkataan Ryan. Padahal, Tyas belum bicara apa pun kepadanya. Jangankan bicara, bertemu saja belum.

“Ada yang mau saya bicarakan kepadamu. Lebih baik ke ruangan saya saja. Mari, kita ke dalam!” sambungnya. Mempersilakan.

Bagus mengikuti langkah Ryan. Suasana sekolah sudah sepi karena jam istirahat sudah berakhir. Seluruh siswa-siswi masuk ke ruangan masing-masing. Setelah sampai di ruangan, mereka duduk saling berhadapan. Ryan menjelaskan kepada Bagus.

“Sebenarnya, aku sebagai sahabat yang telah lama mengenalmu dan wakil kepala sekolah di sini, tidak enak mengatakannya kepadamu,” ujar Ryan dengan perasaan yang bercampur aduk.

“Tentang Tyas? Kenapa dengannya? Apa dia berbuat tidak baik selama di sekolah ini? Kalau iya, saya minta maaf seba
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status