Share

Bab 23. Mayat Terapung

       Mendengar jeritan histeris Maesa dan Selin, Alvaro berlari mendekat. Herannya, tak satu pun dari anggota kemping yang terbangun selain mereka bertiga dengan jeritan sekeras itu. Pandangan Alvaro langsung tertuju pada danau. Pemuda itu segera sadar, hal apa yang membuat kedua gadis tersebut panik.

       Sesosok mayat terapung di tepi danau, tepat di sisi mereka. Kondisinya mengenaskan dengan posisi wajah ke atas. Jantung Alvaro mencelus. Di bawah sinar rembulan dan cahaya senternya, Alvaro mengenali mayat itu.

       "Ribby,” desis Alvaro. dadanya bagai diremas dan ia hampir tak mampu bernapas. Lututnya lemas demi melihat mayat Ribby. Seluruh tubuh mayat itu bengkak dan menghitam. Alvaro menjatuhkan diri di rerumputan. Merapatkan tubuhnya hingga menempel pada tepi danau dan berupaya menggapai jasad itu. Saat itulah ia mendengar ada suara di belakangnya.

       “Aaa

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status