Share

Bab 24. Penculikan Alvaro

Lelaki itu merasakan tubuhnya seringan kapas. Ada lagu yang dimainkan berulang kali dalam kepalanya seolah tak mau pergi. Itu adalah lagu yang ia dengar saat masih bocah di restoran Boobsger. Tempat ia mengamati target Spesies. Rambut ikalnya jatuh di kening dan ia sangat ingin menyingkirkan. Tapi tangannya begitu kebas. Bahkan matanya tak sanggup terbuka sedikit pun seakan terbuat dari logam yang berat.

“Hai, sepertinya dia sudah sadar. Apakah kita perlu membawanya ke Bos?” terdengar suara seseorang.

“Jangan. Kita harus memastikan jenis darahnya sebelum dia dipindahkan,” timpal yang lain.

“Aku pikir dia sudah diidentifikasi. Berarti keistimewaan dia masih isu,” sungut orang pertama.

“Bisakah kau tidak berisik? Kita hanya perlu mematuhi peraturan. Titik.” Tegas suara orang kedua.

Lelaki itu, yang ternyata Alvaro hanya diam mendengarkan. Lagu di kepalanya mulai sirna. Ia mulai bisa menyadari apa yang terjadi. Entah seberapa banyak b
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status