Share

Bab 54. Lari dan Sembunyi 2

Perempuan itu sudah tak menangis lagi. Ia hanya tersandar lemas di bahu Davira dengan Dhia dalam dekapannya. Mata sembabnya menatap hampa jalan besar yang mereka lalui.

“Aku tahu bukan berita baik sampai kalian tidak membawa Renoku turut serta. Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi. Tolong ceritakan!” Perempuan itu memohon.

Alvaro menoleh. “Ceritain, Fer. Kau yang ada di sana.”

Ferro menunduk memainkan jemarinya. Sedari tadi ia terlihat gelisah seolah bayangan Dokter Moreno mengikutinya. “Kejadiannya begitu cepat. Om berjalan ke arah dapur dan aku mengutinya dari belakang. Tapi mataku sempat teralihkan oleh foto Dhia dan aku berhenti sejenak untuk melihatnya. Lalu aku mendengar suara jeritan tertahan dan mendengar suara berdebum di lantai. Aku mengendap-endap ke arah garasi dan melihat lelaki berkepala plontos itu berdiri menatap Om. Aku duga, lelaki itu menyergapnya dari belakang.” Ferro melirik Dhia dan memelankan suaranya. “Sebelum Om sadar,
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status