Share

BAB 8

Keluarga Tan berkecimpung dalam bisnis bahan bangunan dan sudah menjadi hal biasa untuk pulang-pergi ke lokasi konstruksi. Alasan mengapa semua tugas ini menjadi tanggung jawab Melly memang karena keluarga mereka memiliki status terendah di Keluarga Tan.

Dirga tidak bisa menyembunyikan pesaaan sakit hatinya .

Dia tahu hal itu karena dia yang paling tidak berguna. Itu sebabnya Radit diserahkan kepada mereka.

Tapi, Dirga tidak peduli dengan perceraian. Ibunya lebih suka membiarkan Melly dan Radit menjadi orang yang tidak berguna selama sisa hidupnya dibandingkan menanggung malu karena sumpah yang dilanggar.

Pernikahan itu saja sudah menjadi bahan candaan di tahun itu.

Tiga tahun kemudian, kejadian ini sudah berangsur-angsur mulai dilupakan. Jika perceraian terjadi, tentunya akan dijadikan bahan candaan setelah kejadian teh ini. Bagaimana mungkin hal itu akan dibiarkan terjadi?

Radit yang sudah berjalan ke pintu, mendengar teriakan dari rumah.

Dirinya duduk di tangga dan mengeluarkan sebatang rokok. Asap yang mengepul tidak bisa menghilangkan rasa gundah-gulana di hatinya.

Setelah merokok, Radit hendak masuk kedalam rumah. Namun, suara Melly menghentikannya.

Melly yang mengurung diri di dalam kamar tiba-tiba masuk ke ruang tamu. Ia lalu memandang Anggi dan Dirga dengan ekspresi sedih, seraya berkata,”Aku tidak akan menceraikannya.”

“Putriku, apa kamu gila? Apa kamu akan menghabiskan seumur hidupmu dengan suami yang pecundang itu?” Dalam pandangan Anggi, Melly seharusnya menjadi orang yang paling ingin bercerai. Akan tetapi, dia mengatakan hal yang sebaliknya.

“Aku tidak gila. Selama tiga tahun ini, meskipun dia tidak memiliki masa depan, dia tidak pernah mengeluh. Dia tidak melakukan apa-apa selain menyapu dan memasak. Bayangkan kalau kita memelihara seekor anjing, dia saja akan memiliki perasaan? Apalagi manusia! Aku memandang rendah dirinya, tapi aku tidak membencinya. Kakek sudah memutuskan hal ini. Bahkan kalau aku membenci suamiku, aku lebih memilih membenci Kakek,” kata Melly, “dan Nenek, dia tidak akan membiarkan kami bercerai. Dia lebih mementikan reputasi Keluarga Tan lebih dari apa pun.”

Di depan pintu, Radit menarik nafas dalam-dalam dan tersenyum bahagia.

Sampai hari ini, dia baru menyadari bahwa di hati Melly dirinya tidaklah serendah itu. Setidaknya, istrinya punya perasaan padanya. Sepertinya kebencian yang mendalam bisa menghadirkan rasa cinta yang dahsyat.

“Maafkan kami sudah memanfaatkanmu dan berbuat salah kepadamu,” ujar Dirga sambil menghela nafas.

Sambil beruraian air mata, Melly menggelengkan kepala dan berkata, "Aku tidak merasa dimanfaatkan.”

Untuk kesekian kalinya, Melly merasa bahwa dia akan menceraikan Radit, bahkan hari ini dia berkata kepada Radit bahwa cepat atau lambat mereka akan bercerai.

Akan tetapi ketika masalah ini benar-benar dihadapkan padanya, Melly menyadari bahwa pria tidak berguna itu sudah memasuki relung hatinya dalam tiga tahun terakhir.

Mereka tidak pernah berpegangan tangan, bahkan selalu menjaga jarak didepan umum. Namun, pria ini sudah tidur di tempat tidurnya selama tiga tahun penuh. Hal ini adalah hubungan yang tidak bisa dihapus begitu saja.

“Aku bahkan tidak menyangkal kalau aku sangat menyukainya,” kata Melly sambil menggit bibirnya.

Kemudian, Radit membuka pintu.

Dirinya berjalan menuju ruang tamu dan melihat air mata di wajah Melly. Dirinya mengulurkan tangan untuk menghapus air mata di wajah istrinya itu.

"Radit, kamu bilang hanya aku yang bisa mengubahmu?” tanya Melly.

"Benar."

“Sudah cukup rasanya aku dipandang rendah lagi. Aku tidak ingin lagi menjadi bahan tertawaan orang lain. Aku ingin membuat orang yang merendahkanku menyesal.”

“Bagus,” Radit menjawab singkat lalu berbalik sambil tersenyum.

Bab terkait

DMCA.com Protection Status