Share

Bagian 51

Galih memegang tangan sang istri. "Kalau memang kita ditakdirkan untuk tidak memiliki keturunan di dunia, pasti Allah menjanjikan nikmat di surga. Pernikahan kita untuk berjalan ke sana buka? Jangan khawatir tentang semua yang sifatnya sudah menjadi hal preogratif Allah. Kita bisa menjadi orang tua untuk seribu anak.

Rima terdiam, ia menghela napas panjang. Matanya kini mulai menghangat, tentang anak ini memang seringkali membuatnya khawatir dan cemas, terkadang ia takut bila akan tua sendirian, ia takut pada hal yang sebetulnya belum terjadi.

"Aku merasa tidak berguna, beberapa waktu ini pikiranku kacau, semua ini sangat sulit."

"Kita bisa melewati ini, Rima. Kita akan tetap bahagia. Jadikan Allah sebagai pusat bertumpu dalam segala hal, maka lambat laun semua kecemasan akan hilang."

Rima menundukkan wajah, tangannya berpegang erat pada Galih. Satu tetes air mata turun.

"Dengan segala ujian ini, kamu adalah makhluk spesial yang dipilihNya," ucap Galih lagi.

Istrinya itu mengangguk pe
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ning Wahy
duh kenapa alan g jadikan masa lalu untuk pelajaran malah semakin menjadi
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status