Share

Bab 10.A

Mas Feri memberiku uang bulanan sepuluh juta, tentu saja nominal sebanyak itu tak pernah kupegang karena gaji yang diterima selama ini hanya UMR, itu pun sering diminta ibu.

"Cukup 'kan buat sebulan" tanya Mas Feri sambil menyeringai.

"Lebih dari cukup, Mas. Terima kasih ya."

"Kamu kenapa?" Mas Feri seolah bisa membaca kegelisahanku.

"Engga apa-apa kok, besok aku mau izin ke rumah bapak lagi ya, Mas, sebentar aja nanti aku balik sendiri."

"Emang ada masalah apa?" tanya Mas Feri sedikit maksa.

Aku diam mau bercerita soal ibu tapi malu, aku takut dia membenci keluargaku termasuk bapak.

"Mau ambil motorku, Mas, ga apa-apa 'kan?"

Ia mengangguk.

"Aku mau mandi dulu ya, setelah itu kita makan bareng-bareng."

Aku mengiyakan walau rasa canggung masih meliputi hati ini, masa iya aku makan begitu saja sementara seharian ini aku keluyuran tanpa bekerja.

Kalau begini lebih baik aku memiliki rumah sendiri walaupun tak sebesar ini, tinggal dengan mertua apalagi ipar memang serba salah.

Mas Feri se
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status