Share

Semangat Marah-marah

Karena sudah adzan magrib, kita semua berlarian begitu sudah sampai di poros jalan menuju ke gerbang pondok. Bagi aku sih gak masalah, tapi bagi mereka, tidak boleh sampai kehabisan waktu sholat magrib, karena pasti bakal jadi sebuah hukuman besar nantinya.

Akhirnya kita semua berpisah saat di depan aula utama, mereka berlari ke arah gedung kamar wanita sedangkan aku mempercepat jalan untuk sampai ke rumah Husein.

Duh mudah-mudahan Husein belum pulang yah, soalnya aku lagi gak mood ribut malam ini!

Melihat keadaan dua rumah yang terang benderang, aku udah yakin kalau mereka sudah pada tiba di rumah, tapi kalau hati kecil masih berharap bahwa Husein belum pulang.

Aku sedikit berjalan mengendap-endap masuk ke dalam ruang depan sambil memperhatikan lagi semua yang ada sekitarnya. Ternyata Husein belum ada, syukurlah. Lalu aku melangkah lagi ke dalam kamar, dan begitu membuka pintu, aku melihat lampunya yang masih padam.

"Syukurlah dia beneran belum pulang," batinku bersorak.

Aku menc
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Tuti Alawiyah
kenapa nga bisa di buka kelanjutan nya Thor... apa nga lanjut yac nulis nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status