Share

Serangan Jantung

Ibu membelalak kaget. Dia langsung memegang dada bagian kiri. Meremas baju, dan meringis menahan sakit.

"Bu, kenapa Bu?"

Mbak Ratna yang ada di samping Ibu langsung menyanggah tubuhnya yang hampir roboh. Beruntung Mbak Ratna sigap memegangi. Jika tidak, kepala Ibu sudah menyenggol tembok.

"Dada, Ibu sakit."

"Kita ke rumah sakit aja, Bu. Pasti jantung ibu kumat lagi."

"Ti-tidak. Antar ibu ke kamar, dan Suruh Nayla ambilkan obat Ibu."

Aku memapah ibu masuk ke kamar. Kami sangat panik dengan kondisi Ibu. Namun, tidak dengan Eva. Ekspresinya sangat santai. Bahkan, dia belum menyusul kami ke kamar.

"Mas, Ibu kenapa bisa gini?"

Nayla datang karena di panggil Mbak Ratna. Wajahnya panik. Kami semua tak tega melihat kondisi ibu yang mulai memucat. Giginya merapat menahan sakit.

"Gak tau, Nay. Buruan kasih Ibu obat."

Tanpa banyak tanya lagi, Nayla membuka salah satu laci dan mengeluarkan obat.

"Biar Mbak ambilin air minumnya."

Dengan sigap Mbak Ratna keluar kamar mengambil minum. H
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (7)
goodnovel comment avatar
dheby lukmana
siip wanita hebat
goodnovel comment avatar
Agustina Astin Luarwan Molana
bagus cuma cara dapat koinnya
goodnovel comment avatar
Alwi Andri
mantap...jangan pandang enteng orang pedesaan..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status