Share

Salwa Kembali

"Kita lihat nanti. Mas tidak bisa berpikir jernih untuk saat ini. Kacau. Hampir setengahnya pabrik kita hancur dimakan api." Mas Gibran mengacak rambut frustasi.

"Sabar, Mas. Kita pasti bisa menghadapi cobaan ini."

"Maafkan Mas, Eva. Mas tidak mengurus bisnis milikmu dengan baik. Mas malu," ucap Mas Gibran berkaca-kaca.

Suamiku terduduk lesu sambil menyandar ke tembok. mata berkaca-kaca. Wajahnya tak karuan, dipenuhi hitam-hitam karena asap kebakaran. Keringat tampak membasahi permukaan kulitnya.

"Jangan bicara begitu, Mas. Kita hadapi semuanya bersama. Masih ada tabungan. Kita pakai dulu buat perbaikan. Setelahnya, kita bisa menjalankan bisnis ini seperti semula. percayalah, dibalik kesusahan pasti ada kemudahan."

Aku usap lembut pundaknya. Duduk di samping suamiku, sambil mengelap keringat dan debu yang menempel di area wajahnya.

"Maaf."

Hanya kata itu yang terucap dari bibir tipisnya. Tiba-tiba, Mas Gibran memelukku dengan erat. Napasnya naik turun menahan gejolak kekece
Sriayu23

Simpan di rak, insyallah nulisnya kebut biar bisa up tiap hari. Jangan lupa authornya kasih gift biar semangat. Gift doa yang baik juga boleh banget wkwkw. Love you reders. Yuh, komen biar semangat nulisnya.

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status