Share

Episode terakhir

"Mbak Divya, Arsen sepertinya haus. Dia nggak mau minum susu lagi," kata Bik Sum gang baru datang dari arah dalam rumah.

"Oh iya Bik. Sebentar lagi saya ke kamar," sahutku.

"Maaf ya Bripda, saya mau ke dalam dulu," pamitku pada Bripda Farhan. Agak sedikit sungkan juga sih.

"Oh silahkan. Tapi sebelumnya, saya boleh minta izin?"

Kutahan langkah kakiku yang hendak pergi dari hadapannya. "Minta izin apa Bripda?"

"Maaf sebelumnya kalau pertanyaan saya kurang sopan. Apakah masa iddah kamu sudah selesai? Kalau sudah, bolehkah saya menjalin silaturahim melalui hape?" Agak lucu aku mendengar pertanyaannya. Mungkin maksudnya, dia ingin menelepon aku.

"Um … maksudnya sebagai sahabat," katanya agak gugup.

"Baru saja selesai. Boleh saja kalau ingin menjadi sahabat saya," jawabku. Senyumannya langsung merekah sempurna.

"Saya ke dalam dulu ya Bripda." Aku pamit. Takut Arsen mengamuk karena terlalu lama menunggu.

Saat sampai di kamar, Arsem yang melihatku langsung menangis manja. Kuraih t
KARTIKA DEKA

Terima kasih saya ucapkan buat kalian yang telah membaca cerita ini sampai tamat. Sampai jumpa di karyaku yang lain ya.

| Sukai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
DMCA.com Protection Status