Share

Bab 100

POV SYIFA

"Jangan sekarang. Bapak sedang tidak bisa dikunjungi."

Elkan memandang tajam padaku Sepertinya dia tak percaya dengan apa yang aku katakan barusan.

Bagaimana ini? Dari tatapannya Elkan tampak mulai meragukanku.

"owh ... oke, oke. Nanti aku cari waktu yang tepat untuk menemui Bapakku." Akhirnya aku menyerah.

"Sekarang saja," ujarnya.

"A-apaa? Sekarang? Harus gitu?"

Elkan mengangguk cepat.

"Lebih cepat, lebih baik," tegasnya.

Aku menghela napas dengan kasar. Semoga saja Bapak tidak berkata yang aneh-aneh nanti. Bisa-bisa gagal rencana aku nanti.

"Ya, sudah. Ayo!" Tiba-tiba pria itu berdiri.

"Ish, Aku kan belum makan. Laper, nih!"

"Jangan alasan, Nona cantik! Aku tau kamu sudah makan." Pria itu kemudian melangkah lebih dulu ke area parkir mobil.

Sial! Tau dari mana dia kalau aku sengaja mengulur-ulur waktu?

Kuayunkan kaki mengikuti langkah pria tampan di depanku ini. Lagi-lagi kami berdua menjadi pusat perhatian. Pengunjung yang kami lewati terus memandang kami,
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status