Share

Bab 122

"Apa yang harus aku lakukan, Bu? Rasanya lelah sekali terus menerus menghadapi masalah seperti ini."

Ibu mengusap-usap lenganku dengan tidak mengalihkan pandangan.

Semuanya telah aku ceritakan pada Ibu. Aku benar-benar sudah tidak sanggup menampung beban ini. Aku manusia yang lemah, wanita cengeng yang sedang berpura-pura kuat.

Di depan Ibu, wanita yang telah melahirkanku, aku tumpahkan semuanya. Air mata terus bercucuran dengan bibir yang tak hentinya berucap mengungkapkan isi hati yang sudah merasa lelah dengan kehidupan rumit ini.

Sekarang, bebanku sedikit berkurang, tapi hatiku tetap tak tenang. Masih ada yang mengganjal, jika belum menyelesaikan masalah yang ada.

Apalagi ketidakadaannya Soni di rumah, membuatku semakin gundah. Takut, jika pria itu berbuat nekad yang akan merugikan dirinya sendiri.

"Sekarang, maunya kamu apa, Num?"

Aku mengusap kedua mata yang sedari mengeluarkan cairan bening. Kemudian mengadahkan kepala sebentar, lalu kembali menatap Ibu.

"Aku ingin perg
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status