Share

Bab 133

Sejenak aku terdiam mengamati kertas yang ada di depanku itu. Mata ini melihat pada Safira yang tersenyum manis dengan menganggukkan kepala.

"Punya siapa ini?" tanyaku seraya mengambil kertas itu.

"Baca saja."

Mataku membulat dengan mulut yang terbuka. Rasa bahagia menyeruak ketika membaca nama yang tertulis dalam kertas undangan tersebut.

"Alhamdulillah ... kamu akan menikah, Safira?" ujarku kemudian.

Wanita itu mengangguk pasti. Aku berdiri dari dudukku, kemudian menghampiri dia dan langsung memeluknya.

Ini kabar yang sangat bahagia. Akhirnya, sekian lama menyendiri kini sahabatku bertemu dengan jodohnya. Meskipun, dia dijodohkan orang tuanya, tapi aku yakin itu pilihan yang terbaik untuknya.

Kebahagiaan akan menghampiri Safira dengan orang yang diyakini akan mampu menjadi imam dalam rumah tangga mereka.

"Selamat, ya, Fir. Kok, gak bilang-bilang, sih? Tiba-tiba kirim undangan, aja." Aku melepaskan pelukan, lalu kembali ke tempat duduk yang ada di sebrang meja.

"Aku dan dia, '
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status