Share

Bab 135

Aku menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Soni masih menunggu kata yang akan keluar dari bibirku ini. Sama sekali dia tidak mengalihkan pandangan, hingga konsentrasiku kembali buyar saat pembeli datang lagi.

Hampir setengah jam aku dan Soni bergulat dengan pekerjaan, kini suasana kembali lengang. Pada akhirnya, aku pun menceritakan apa yang aku lihat tentang Mas Sandi.

"Kok, aku enggak melihatnya?" ujar Soni setelah aku mengatakan kekhawatiran dan kecurigaan tentang kakak iparku itu.

Kakak ipar? Ah, menyebalkan sekali garis takdir hidupku. Yang tadinya suami, berganti jadi ipar. Sebaliknya, ipar berganti jadi suamiku.

"Kamu terlalu fokus pada Shanum. Sudah dua kali dia datang dan melihat kita dari kejauhan. Apa jangan-jangan dia sedang merencanakan sesuatu pada kita, ya?"

"Jangan terlalu dipikirkan, Mbak. Besok, jika dia datang lagi, kamu kasih tahu aku. Biar aku samperin dia dan tanya maunya apa."

Aku mengangguk kecil.

Soni juga menyuruhku untuk bersikap sesantai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status