Share

Bab 87 - Bertemu Eva.

Perjalanan pulang ke rumah lancar tanpa kendala. Paman pun sudah sigap di pintu pagar, sementara Bik Inah menyambut kepulanganku dengan suka cita.

"Non ..." teriak, Bik Inah dengan mata berkaca-kaca, aku hanya tersenyum menanggapinya.

"Bibik sampai kangen," tuturnya seraya meraih koper yang ada di tangan Mas Yasir.

"Sama aku kangen tidak, Bik?" goda Mas Yasir.

Bik Inah terkekeh geli mendengarnya. "Paman yang kangen Mas, tidak ada teman main catur," balas Bik Inah.

"Paman sehat?" tanya suamiku seraya menjabat tangan Paman.

"Sehat." jawab Paman dengan badan tegap dan anggukkan kepala.

"Saya masuk duluan ya, Paman." pamit Mas Yasir sambil menyeret koper miliknya. Sementara koper milikku dibawa oleh, Bik Inah.

Waktu menunjukkan pukul 16:00, setelah membersihkan badan Mas Yas langsung tepar berbaring diatas ranjang. Aku meregangkan otot, merasakan badan yang mulai terasa capek dan pegal-pegal. Saat ingin membaringkan tubuh disamping Mas Yas, tiba-tiba dering suara di ponsel Mas Yas terdeng
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status