Share

Bab 168 - Diana Sakit.

"Mati saja kau, Bu. Hidup pun tak berguna, hanya bisa menyusahkan anak-anakmu saja!" bisikku tepat ditelinganya. Wajah Ibu terlihat membiru, dengan lidah menjulur dan suara nafas yang tercekat ditenggorokan.

Aku semakin bersemangat, bibir melengkung sempurna saat melihat Ibu menghadapi sarakatulmaut.

"Mati, kamu Buk. Mati!" desisku dengan suara tertekan.

"Hei ... mau apa kamu!" suara sumbang mengganggu kesenanganku. Tangan lemah Ibu terus memukul tangan ini, dan meminta pertolongan. Aku semakin kalap saat beberapa orang mulai mendekat, cengkraman tangan dileher Ibu semakin aku tekan.

Dia harus lenyap, aku tak ingin hidup menderita sendirian.

Tubuh Ibu mulai lemas, tangannya terkuai tidak lagi melakukan perlawanan.

Kedua tanganku ditarik paksa, seruan dari suara sumbang terus saja mengusik pendengaranku.

"Hei, sudah gila kamu ya!" hadrik suara seseorang.

"Lepas!"

"Pak, tolong ..."

Plakk plakk!!

Rasa panas langsung menjalar dipipiku, setelah memastikan Ibu tak lagi bergerak aku baru mel
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status