Share

Bab 49

Aku mengurungkan niatku untuk menghampiri Ayah. Ada hubungan apa sebenarnya di antara Ayah dan Bu Nuri? Walaupun pintu kamar itu sedikit terbuka, rasanya kurang pantas jika mereka hanya berdua saja di dalam kamar.

Apakah Ayah telah menghianati Bunda?

Aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. Sebaiknya aku pura-pura tidak tahu saja. Akan aku selidiki nanti. Sejak awal aku merasa ada yang di sembunyikan oleh Bu Nuri. Tampaknya ada banyak hal yang wanita itu ketahui.

Perlahan kakiku melangkah menuju taman belakang. Hafiz sudah menunggu di sana. Tampak laki-laki itu sedang melakukan pemanasan.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam," sahutnya

"Apa kita bisa mulai latihan malam ini, Fiz?"

"InsyaAllah bisa. Kita mulai lafihan fisik dulu," sahutnya.

Hafiz mengarahkan gerakanku dari jarak sekitar dua meter di depanku. Laki-laki ini selalu menjaga pandangannya. Selalu menunduk atau melihat ke arah lain jika berbicara padaku.

"Hafiz, Apa kamu mau membantuku?" tanyaku setelah kami selesai
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status