Share

Bab 52

"Langsung pulang saja, Pak!" pintaku pada Pak Pardi.

Sementara Hafiz masih mengikuti Alif di lokasi rumah yang mencurigakan itu. Untunglah mantan suamiku tidak menyadari ada yang mengikutinya sejak dari kantor tadi.

Semiga Hafiz bisa aku andalkan. Walaupun kasus penembakan terhadap Raka kemarin sudah ditangani oleh pengacara kami dan pihak polisi.

Rumah tampak sepi ketika aku memasuki ruang tamu. Sepertinya aku harus menemui Ayah sekarang. Gegas aku menaiki tangga dan langsung menuju kamar Ayah.

"Sampai kapan kita sembunyi-sembunyi begini, Mas?"

"Bersabarlah. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya."

Astaga ...! Lagi -lagi mereka berdua saja di dalam. 'Mas' ...? Bu Nuri memanggil Ayah dengan sebutan 'Mas' ?

Dan kali ini pintu kamar ini nyaris tertutup rapat. Namun karena ada sedikit celah hingga aku masih bisa mendengar suara mereka dengan jelas.

Aku masih merapatkan telingaku pada pintu. Untungnya di lantai atas ini jarang sekali pelayan yang monda
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status