Share

Bab 72

"Apa yang sedang kalian bicarakan, ha ...?" Aku dan Hikmah terlonjak ketika tiba-tiba Bu Nurul sudah berada di depan pintu.

Ya Tuhan. Apakah Bu Nurul mendengar apa yang aku bicarakan tadi?

"M-maaf, Bu. Ada hubungan apa Bu Nurul dengan Reinhard? Tadi aku lihat dia keluar dari panti ini," Entah keberanian dari mana aku nekat menanyakan ini pada Bu Nurul.

Wajah wanita itu mendadak pias. Sepertinya dia tidak menyangka aku mengetahui hal ini.

Sesaat kami terdiam.

"Shinta ..., sebenarnya aku sudah muak hidup penuh tekanan dari orang-orang kaya itu. Sejak kamu datang ke panti ini. Tak henti-hentinya mereka menyuruhku ini dan itu. Ini semua karena kamu. Selalu menyusahkan saja!" cerocos Bu Nurul yang mulai nampak emosi.

Aku terhenyak mendengar perkataan Bu Nurul. Apakah benar aku selalu menyusahkan mereka?

"Bu, Sebaiknya kita duduk di ruang tamu saja yuk!" ajak Hikmah seraya menuntun Bu Nurul melangkah keluar kamar.

Aku mengikuti mereka. Saat tiba di ruang tamu, aku terkejut melihat
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status