Share

Bab 123

"Maira, boleh Ayah bicara sebentar?" Pratama duduk tak jauh dari putrinya itu. Saat ini mereka masih berada di ruang keluarga bersama Bu Nuri dan Kaisar.

"Ada apa, Yah?"

Seorang babysitter meraih Kaisar dari pangkuan Shinta dan membawanya ke dalam. Bu Nuri yang tidak ingin ikut campur dalam perbincangan yang sepertinya serius, pamit hendak membantu menyiapkan makan siang mereka yang telah tertunda.

"Tadi di bandara Ayah melihat Reinhard-putra Robert berjalan tak jauh di depan kalian. Apa kalian satu pesawat?"

Tenggorokan Shinta seakan tercekat. Apa yang harus dia katakan? Apakah sang Ayah akan murka jika dia berterus terang?

"Maira ..., kenapa diam?"

Shinta mendesah cemas.

"Iy-iya, Ayah. Rein adalah relasi bisnisku sekarang ini." Shinta memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.

"Apaa? Relasi bisnis? Kamu tidak salah?" Kepanikan mulai merasuki Pratama. Dia menganggap Rein dapat mengancam keselamatan putri satu-satunya itu.

"Rein kini mengelola sebuah perusahaan. Aku yakin,
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Melisa
Ayooo hafiz buka sja kartunya raka
goodnovel comment avatar
alwi tewel
semakin seru critanya... ayo lanjutkan.... ......
goodnovel comment avatar
Alynn
Lanjutttttt
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status