Share

Bab 157

"Sialan kau, Raka! Begini rupanya kelakuanmu selama aku ke Bandung."

Aina menatap geram ponselnya, setelah berhasil melacak keberadaan Raka melalui salah satu aplikasi.

"Apa saja yang kamu lakukan di rumah perempuan kampungan itu seharian." Wajah Aina memerah menahan emosi. Napasnya memburu naik turun.

Seketika ia meraih kunci mobilnya dan melangkah keluar.

"Aina, mau ke mana kamu?" Bu Yulia bergegas menyusul anak semata wayangnya.

"Ke Jakarta, Mi. Nggak beres kalau Raka aku tinggal sendirian lama-lama.".

"Terus bagaimana dengan Mami, Aina? Papimu betingkah terus. Lagi sakit masih aja main perempuan."

Aina mengacak rambutnya frustasi.

"Aku juga pusing sama suamiku, Mi!" teriaknya seraya melangkah masuk ke dalam mobil.

"Aina, Aina ..., jangan pergi dulu. Bantu Mami urus papimu yang sedang sakit!" Bu Yulia berteriak sekencang mungkin. Namun Aina tidak peduli. Wanita itu langsung tancap gas menuju jakarta.

Dengan kecepatan tinggi Aina membawa mobilnya ke Jakarta. Emosi dan ce
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Zack Anak Gemuh
muter cuma mau bunuh tapi yang mati musuhnya terus aj sampai anaknya juga bermslh. lucu sekali
goodnovel comment avatar
Arif Zaif
raka rugi besar, perempuan seperti itu yang dijadikan istri, dan tinggalkan shinta,
goodnovel comment avatar
Yuli a
Ini novel apa cm sinopsisnya aja yaa...1 chapter koq cm beberapa paragraf aja...hadeeh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status