Fake Marriage (Indonesia)

Fake Marriage (Indonesia)

Oleh:  Renko  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.9
Belum ada penilaian
47Bab
44.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Lunar dipaksa menikah dengan seorang pria kaya. Awalnya dia menerima, tetapi pria yang akan menjadi calon suaminya itu berselingkuh tepat di hari pernikahan. Dia berusaha kabur untuk menyelamatkan harga dirinya sebagai seorang wanita. Arkan merupakan seorang pebisnis ternama. Kehidupannya berjalan sangat baik sebelum takdir mempertemukan dia dengan sebuah mimpi buruk. Rencana pernikahan dengan sang kekasih batal karena dia harus menikahi Lunar. Apakah mimpi buruk mereka akan berakhir atau justru berganti menjadi mimpi indah?

Lihat lebih banyak
Fake Marriage (Indonesia) Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
47 Bab
Bab 1: Kepercayaan dalam Hubungan
Lunar melihat penampilannya sendiri di depan cermin. Gaun yang dia kenakan tampak begitu indah dengan hiasan manik berwarna putih, potongan gaun pendek pada bagian depan namun dibuat panjang pada bagian belakang, bagaikan burung merak yang menguncupkan ekornya. Gaun itu tidak sampai menyapu lantai sehingga dia masih bisa berjalan tanpa harus mengkhawatirkan gaun pernikahan yang kotor.Hari ini adalah tanggal pernikahannya dengan Nico, pria yang dikenalkan sang kakak padanya. Oleh sebab itu, penampilannya harus dibuat sangat menawan. Dia adalah pemeran utama dari acara pernikahan dan semua mata akan tertuju ke arahnya, begitu pula dengan Nico. Mereka harus sama-sama terlihat menawan di depan semua orang yang akan menjadi saksi pernikahan."Akhirnya anak-anakku sudah menikah semua."Suara seorang wanita yang dikenali membuat tatapan Lunar beralih pada titik pantulan cermin yang lain. Dari sana tampak ibu, ayah, dan juga kakaknya yaitu Sora sedang berjalan sambil tersenyum lebar, jauh ber
Baca selengkapnya
Bab 2: Pertemuan Menimbulkan Kekacauan
Lunar berlari keluar dari hotel secepat mungkin. Sepatu tinggi yang dikenakan untuk mempercantik penampilan dibiarkan tinggal begitu saja ketika membuatnya kesulitan melangkah.Dia tidak bisa membuang-buang waktu karena penata rias yang dimintai bantuan pasti kini sedang sibuk mengulur waktu agar keputusannya untuk kabur tidak ketahuan dengan cepat. Biar bagaimanapun, semua orang pasti akan menyadari kenapa dia tidak kunjung muncul di tempat acara.Belum lama dia berlari tiba-tiba suara teriakan yang memanggil namanya terdengar. Dia menoleh ke belakang, Nico dan Sora sedang berlari mengejar, tampaknya penata rias itu tidak bisa mengulur waktu lebih lama. Sungguh membuatnya sangat frustrasi bagaimana harus pergi dari hadapan mereka secepatnya. Kalau terus seperti ini dia akan tersusul. Dia tidak ingin menikah dengan pria pengkhianat seperti Nico.Di basemen parkir dia celingak-celinguk mencari tempat persembunyian, berjalan perlahan sambil membungkukkan badan agar dirinya bisa tertutup
Baca selengkapnya
Bab 3: Keputusan Final
Siapa yang tidak terkejut dengan kemunculan seseorang dari bagasi mobil? Terlebih mengenakan gaun pengantin membuat berita pernikahan Arkan benar-benar terjadi, yang pasti tidak seperti rencana sebenarnya.“Anda berpikir untuk menyembunyikan pernikahan dari semua orang?"Pertanyaan lainnya dilontarkan kepada Arkan, sebuah tape recorder mini itu disodorkan padanya. Sekretaris Ham langsung mengambil peran untuk menghalangi para wartawan mengambil gambar ataupun mencari informasi, merentangkan tangan di depan Arkan agar orang-orang sulit menerobos."Apa kalian hari ini akan pergi ke tempat acara pernikahan?"Para wartawan tidak mudah berputus asa, beralih mempertanyakan perihal pernikahan pada wanita bergaun pengantin yang masih terlihat kebingungan lantaran tidak mendapatkan jawaban dari Arkan. Mereka melontarkan pertanyaan yang sama berulang kali, berharap ada informasi penting yang bisa didapatkannya mengenai Arkan, seorang pria yang selalu menjadi sorotan perhatian setelah mengambil a
Baca selengkapnya
Bab 4: Pria Menjengkelkan
Di luar ruangan kini Lunar berdiri, menunggu dua orang pria yang masih berbicara di dalam ruangan. Dia memperhatikan sekeliling yang setiap sudutnya memiliki nilai estetika tersendiri, tidak lagi terkejut kalau pria yang akan menikah dengannya adalah orang kaya karena dia saat ini sedang berurusan dengan pebisnis besar di kota tempat dia tinggal. Apalagi sejak tadi pemandangan yang disuguhkan membuatnya tercengang berulang kali. Dia pernah mendatangi rumah Nico yang juga mewah, tetapi apa yang dilihat sekarang jauh lebih mewah.Dari kaca luar ruangan itu, dia memperhatikan bagaimana Arkan seperti memprotesi keputusan yang dibuat. Memang mereka tidak mengenal sama sekali dan menikah dalam keadaan yang seperti itu adalah sesuatu yang tidak bisa diterima, kecuali dia yang membutuhkan tempat tinggal. Mau tidak mau dia harus membuang harga diri dengan memohon untuk tidak diusir.Lama memandang baru dia sadar setelah perhatian teralih. Penampilannya! Dia merapikan penampilannya yang tampak d
Baca selengkapnya
Bab 5: Kepulangan Raya
Arkan menanti dalam keadaan gelisah di dalam mobil. Usai rencana pernikahannya dengan Lunar diumumkan, dia langsung mendapatkan kabar kalau Raya akan kembali. Hari ini bertepatan pada tanggal mereka akan bertemu untuk memberikan kejutan pada semua orang mengenai hubungan mereka, tetapi rencana itu berputar balik menjadi apa yang tidak mereka harapkan. Pasti Raya tidak akan memaafkan keputusan yang harus dilakukannya.Dia membiarkan sekretaris Ham yang menunggu di luar karena untuk saat ini dia tidak boleh berada di tempat umum bersama wanita lain. Bisa-bisa keadaan menjadi semakin buruk dengan dia yang memiliki hubungan dengan banyak wanita. Sungguh. Kenapa menjadi ahli waris sesulit ini? Dia tidak pernah menginginkannya, tetapi apa yang harus dilakukan jika sang ayah memintanya?Pikiran teralih saat mendapati sekretaris Ham berjalan mendekati mobil. Di sana dia juga melihat ada Raya, wanita yang sangat dirindukannya. Dia membukakan pintu kabin dalam keadaan tetap berada di dalam. Seny
Baca selengkapnya
Bab 6: Wanita Menjengkelkan
Di satu meja makan yang sama, mereka duduk bertiga dalam suasana canggung. Lunar tidak berhenti mencuri pandang pada kedua pasangan di depannya secara bergantian, Arkan tidak berhenti melonggarkan dasi yang seolah ingin mencekik lehernya, dan Raya merasa kalau meja yang dulu ditempati oleh dua orang saja, kini harus digunakan bersama orang asing dan hal itu membuatnya merasa tidak nyaman.Arkan masih menimbang-nimbang apa yang dikatakan oleh sekretarisnya kemarin mengenai rumah yang tidak mungkin dijadikan sebagai tempat tinggal dua orang wanita. Kalau boleh memilih, tentu saja dia akan menjatuhkan pilihannya pada Raya. Sayangnya, sekarang dia tidak bisa memilih sama sekali. Bagaimana dia bisa mengusir Raya yang sudah menempati rumah ini bersamanya begitu lama?Apa dia membeli satu apartemen saja untuk dijadikan tempat tinggal Lunar? Dia akan tinggal bersama Raya di rumah yang sekarang, dengan begitu tidak ada yang merasa tidak nyaman dengan suasana yang mengharuskan mereka untuk berta
Baca selengkapnya
Bab 7: Malam Pernikahan
Untuk yang ke-dua kalinya, Lunar mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Dibandingkan gaun pernikahannya saat bersama Nico, gaun yang sekarang lebih tertutup. Jika dia kabur dengan menggunakan gaun yang dipakainya kini, makan akan sulit karena dia tidak bisa melangkah cepat, berjalan saja dia harus hati-hati supaya tidak terjatuh.Lunar menerima tawaran tangan yang menunggu setelah tiba di dekat mempelai pria. Dia dibawa ke hadapan pendeta dengan sangat hati-hati. Hingga di depan saksi mereka bisa berdiri tegap secara berdampingan. Baru setelah itu tangan Lunar lepas dari genggaman yang begitu lembut.Lunar berpikir kalau pria yang akan menikah dengannya sangat cuek dan juga sombong, tetapi ada sisi perhatian yang bisa dia lihat untuk hari ini. Seperti barusan, Arkan menunggu gerakan lambatnya dengan penuh kesabaran.Mungkin ... anggapannya salah. Dia hampir lupa kalau pernikahan mereka bertujuan untuk mengelabui semua orang. Sudah pasti Arkan akan bersikap demikian demi citra di dep
Baca selengkapnya
Bab 8: Memancing Perasaan
Apa kecurigaannya benar bahwa Sekretaris Ham menyukai Lunar? Mungkinkah Sekretaris Ham memiliki kelainan seksual, karena memberikan gaun tidur yang begitu terbuka secara diam-diam?Arkan tidak pernah mengetahui bagaimana kehidupan percintaan sang sekretaris, termasuk karakter wanita yang disukai. Dia juga tidak menanyakan apa-apa soal itu. Melalui kejadian Lunar, dia berpendapat bahwa sekretarisnya memiliki selera yang ekstrem mengenai hubungan asmara.“Kau membelikan gaun tidur untuk Lunar?”Sekretaris Ham menegakkan kepala, mengerutkan dahi. Gaun tidur? Apa yang dibicarakan atasannya saat ini? pikirnya. Kerutan dalam itu memudar setelah sadar akan apa yang dibicarakan. Dia memang memasukkan gaun tidur ke dalam koper saat mereka pergi membeli pakaian untuk Lunar.“Ya, Tuan."Arkan mengernyitkan alis dalam-dalam. “Kenapa? Aku tidak pernah memintamu untuk membelikannya. Apa kau menyukai Lunar dan ingin melihatnya mengenakan gaun tidur itu?”Sekretaris Ham menggelengkan kepala dengan cep
Baca selengkapnya
Bab 9: Tontonan Gratis
Lunar terkejut saat beberapa orang pria bertubuh kekar memasuki apartemen, padahal dia sedang bersantai sambil menonton televisi tadinya. Namun, dia harus terganggu dengan pemandangan di mana Arkan diseret seperti koper.“Arkan, ada apa ini?”Arkan akhirnya menyerah setelah berusaha lepas dari cengkeraman pengawal yang diperintahkan ayahnya. Apa yang terjadi sebenarnya tadi adalah saat akan pulang ke rumah, tiba-tiba dia dicegat. Bagaimanapun melawan, tetap saja dia kalah jumlah dengan hanya mengandalkan diri sendiri dan juga Sekretaris Ham. Damien tampaknya tidak putus asa untuk membuat dia dan Lunar berada di satu tempat tinggal yang sama.Arkan mengibaskan tangan dengan kasar sehingga cengkeraman terlepas sepenuhnya. Setelah itu, para pengawal beranjak pergi dari sana, baru Arkan duduk dengan perasaan kesal yang tidak bisa dilampiaskan.“Aku akan tinggal bersamamu.”“A-apa maksudmu?”Lunar tidak begitu paham karena dia tahu kalau keberadaannya di apartemen merupakan keinginan Arkan
Baca selengkapnya
Bab 10: Pertemuan Mendadak
Di salah satu toko besar, Lunar sibuk memilih pakaian yang cocok untuk dikenakan, dibantu oleh beberapa orang pegawai toko sehingga pekerjaannya menjadi lebih mudah. Sebenarnya, dia tidak akan sesibuk ini jika tidak Arkan yang memintanya untuk membeli sebanyak-banyaknya.Pria itu mengatakan kalau tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama hanya untuk menunggunya memilih pakaian. Oleh karena itu, Arkan yang baik hati telah sudi menyempatkan diri pergi bersamanya, itu adalah apa yang dikatakan padanya ketika di dalam mobil tadi. Padahal, tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan Arkan selain pergi bersamanya, karena para pengawal masih tetap setia menemani.“Pakaian yang sekarang sangat cocok untuk Anda,” ucap salah seorang pegawai, menunjukkan ekspresi kegembiraan.Lunar hanya membalasnya dengan senyuman, karena dia sudah terlalu lelah untuk mengganti pakaian. Dia pun melirik pakaian yang masih menggantung di tangan pegawai, membentuk barisan panjang. Semua itu harus dia coba untuk memas
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status