Tumbal Pengantin Wanita : Punya Suami Multimilyader yang Manja

Tumbal Pengantin Wanita : Punya Suami Multimilyader yang Manja

Oleh:  Glazed Snow  Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9.4
Belum ada penilaian
1787Bab
1.5MDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Menemukan dirinya dalam jebakan jaring konspirasi, gadis desa ini dipaksa untuk kembali ke kota.Dia menjadi pengantin wanita pengganti dari seorang pria - penyatuan yang dirancang untuk menebus kesialan-kesialan hidup sang pria.Mengerikan dan tidak berbakat di bidang medis? Lihat saja…Sang wanita akan menyembuhkan orang sakit dan bekerja dengan hebat, dengan cara yang menakjubkan dan mempesona.Wanita ini mempermalukan beberapa sosialita, yang berlarian dan merengek mengadukannya kepada sang pria, “Tuan Hank!...”Oh jadi...Suaminya yang sakit ini sebenarnya adalah seorang jutawan yang paling berkuasa! Sang wanita menjatuhkan dirinya dan nempel terus pada sang pria. “Suamiku, tidakkah kamu bosan salah satu kakimu berada di liang lahat?”

Lihat lebih banyak
Tumbal Pengantin Wanita : Punya Suami Multimilyader yang Manja Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
1787 Bab
Bab 1: Tumbal Pengantin Untuk Keberuntungan
Musim gugur 2015, saat Charlotte Shimon berangkat dengan kereta dari desanya menuju kota tujuannya Barbara Bay. Dia baru berusia sembilan tahun saat dia dicap sebagai yang terbuang dan dibuang dari kota ke pedesaan. Setelah bertahun-tahun, akhirnya hari ini ia diminta untuk kembali pulang ke rumah. Alasan utama adalah karena keluarga Shimon ingin menikahkan salah satu anak perempuannya kepada Orlane Estate sebagai pemancing keberuntungan. Kabarnya mempelai laki-laki dari Orlane Estate sedang sakit parah. Kedua saudara perempuan Shimon menolak menikahinya, dan  terpaksa keluarganya memaksa Charlotte untuk keluar dari desa dan menjadikannya pengantin tumbal.Charlotte Shimon sedang duduk di kursi kereta sambil membaca buku dan tiba-tiba pintu gerbongnya terbuka. Udara dingin masuk seketika ke dalam gerbong. Udara kering yang membawa aroma tembaga dari bau darah segar.Charllote menengadah dan di depannya terlihat sosok tinggi berotot jatuh ke lantai dan pingsan.Tak lama kemudian, beb
Baca selengkapnya
Bab 2: Suaminya yang Baru Dinikahi
Laura Yasmeen, ibu tiri Charlotte adalah aktris pemenang penghargaan ketika ia masih muda dan pernah menggemparkan dunia bisnis pertunjukan. Setelah melahirkan dua anak perempuan, dia masih menjaga dirinya dengan baik dan mempertahankan penampilan dari seorang wanita yang menawan.Meskipun awalnya dia adalah kekasih gelap, taktiknya sangat luar biasa. Ia tidak hanya menyembunyikan fakta bahwa dia adalah seorang simpanan, dia juga terus menumbuhkan pijakannya dalam lingkaran ibu rumah tangga yang kaya raya. Setelah menjadi istri kedua Shimon, dia telah melawan situasi yang tidak menguntungkan ini dengan pendekatan terbaiknya.Laura Yasmeen melakukan pekerjaan luar biasa dengan pernikahan hari ini. Gaun pengantin mewah Charlotte Shimon dipesan khusus dari Milan dan semua orang memuji Laura Yasmeen.Charlotte Shimon berpura-pura lupa dan mempertahankan wajah malu-malunya saat menatap pintu. “Sudah waktunya, tapi kenapa… pengantin pria belum menemuiku?”Laura Yasmeen langsung terlihat ter
Baca selengkapnya
Bab 3: Negosiasi
Beberapa ketukan di pintu pun terdengar saat suara Kepala Pelayan Harry terdengar. "Tuan,”Lucas Hank perlahan menjawab. "Masuklah."Harry pun masuk dan bertanya, “Tuan, apa yang harus kita lakukan dengan… Nyonya?”Lucas Hank berdiri di samping tempat tidur dengan sikap pongah. Tingginya sedikit di atas enam kaki. Ia mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Meskipun pakaiannya polos dan sederhana, bahannya yang mahal dan mirip dengan pakaian yang dijahit secara eksklusif membuatnya terlihat bagus dan menakjubkan.Tatapan tertunduk pada jari-jarinya yang sedang mempermainkan manset perak yang berkilauan di lengan bajunya. Lucas lalu mengalihkan pandangannya ke arah Charlotte dengan tatapan acuh tak acuh. “Kau pasti tidak tahu. Orlane Estate memiliki dua ekor serigala di halaman belakang. Mengapa kita tidak… mengumpankanmu kepada mereka?”Charlotte terkejut.Pernikahan mereka diatur oleh orang-orang dari generasi yang lebih tua. Ada empat keluarga kaya yang terkenal di Barbara Bay, K
Baca selengkapnya
Bab 4: Menyuapinya Dengan Sendok
Singkatnya, pergerakan jari-jari Lucas Hank pun terhenti. Dia tidak jadi membuka kerudung wajah Charlotte.Dia lalu menatap gadis yang tertidur di tempat tidurnya. Jika gadis itu membuka matanya, dia akan bisa menyaksikan matanya yang indah dan berwarna hitam pekat seperti mata anak kucing. Menatap bola mata tersebut seperti anak kucing yang sedang bermanja-manja, ada kombinasi kemurnian dan sensualitas.Lucas menatap bekas kemerahan di leher Charlotte. Kulitnya terlihat halus. Saat itu dia hanya mencekiknya dengan ringan tetapi sudah ada bekas sejelas itu.Dia pun berbalik dan kembali berbaring di sofa.Gangguan tidurnya semakin parah. Ini bukanlah sesuatu yang bisa disembuhkan oleh jarum perak tipisnya. Namun gadis itu memang ahli. Tadi dia memang mendapatkan istirahat di tangannya sekitar 10 menit.Sudah lama sekali dia tidak tidur seperti itu bahkan hanya dalam waktu 10 menit saja.Lucas menatap sosok mungil itu dan berpikir bagaimana tangannya bisa begitu kecil dan lembut...Keeso
Baca selengkapnya
Bab 5: Aroma Parfum?
Lucas Hank sudah tidak asing lagi dengan aroma berbagai parfum pada wanita. Aroma buatan itu membuatnya jijik. Namun, wangi pada gadis ini begitu menyenangkan.Dia membuka sabuk pengamannya dan perlahan bertanya, “Parfum apa yang kau pakai?”Parfum?Charlotte Shimon menggelengkan kepalanya. “Aku tidak memakai apapun,”“Lalu kenapa baumu harum sekali…”Lucas mendongak tetapi langsung membeku karena gerakannya itu membuat bibirnya menyapu bibir Charlotte.Masih ada kerudung wajah di antara mereka tapi mereka telah berciuman.Charlotte berkedip, lalu berkedip lagi dengan cepat. Itu ciuman pertamanya!Dengan cepat Lucas mundur dan matanya yang dalam dan sipit menatap bibir merah gadis itu yang tersembunyi di balik kerudungnya. Dia menelan ludahnya. “Aku minta maaf. Aku bisa… emm.. sebagai gantinya aku bisa membiarkanmu menciumku?”Charlotte menatapnya. “Aku pikir... aku seharusnya memberimu sebuah tamparan.”Lucas menyeringai. Gelak tawanya yang terdengar lucu telah menyelamatkannya. Cha
Baca selengkapnya
Bab 6: Berkelahi Denganku? Kalian?
Charlotte Shimon yang terbaring di tempat tidur tiba-tiba membuka matanya.Tuan Randy pun terkejut. Dia telah diberitahu bahwa Charlotte sudah dibius dan tidak akan sadarkan diri selama dua jam. Kenapa sekarang dia bangun?“Gadis kecil yang cantik. Kenapa… kenapa kau bangun?”Mata Charlotte yang cerah bersinar dengan riang dan terkesan ingin bermain-main. “Jika aku tidak bangun, bagaimana bisa aku menonton sebuah pertunjukan yang bagus?”“Kau….”Charlotte lalu melambaikan tangannya dan Tuan Randy mengendus sebuah aroma aneh sebelum akhirnya dia merasakan badannya melemah lalu terjatuh ke karpet.Ia tidak bisa mengerahkan kekuatannya sama sekali dan anggota tubuhnya pun kemudian diikat dengan tali. Sekarang dia hanya bisa melihat seorang gadis yang sedang menyeringai ketakutan.“Cantik... gadis cantik, apa permainannya? Kau bisa melepaskanku dan kita bisa bermain bersama-sama,” Charlotte mengangkat alisnya agar terlihat terlihat polos dan naif. “Tuan Randy, lihatlah. Apa ini?”Dua tula
Baca selengkapnya
Bab 7: Membeli Kue Untuk Nyonya Shimon-ku
Apa maksudnya?Tatapan Lucas Hank mengarah ke bibir merahnya dengan berani seolah mengisyaratkan sesuatu. Cara terbaik seorang wanita bisa berterima kasih kepada seorang pria, tentu saja dengan memberinya ciuman.Charlotte Shimon merasakan jantungnya berdegup kencang dan telinganya mulai memerah seperti terbakar. “Tidak, aku tidak tahu,”Setelah itu, dia berbalik menghadap jendela sebagai tanda akhir dari percakapan mereka.Lucas menganalisis tindakan mengelaknya. Dia cerdas, terus terang, mandiri, dan tidak bergantung pada orang lain. Dia enggan memperlihatkan dirinya yang sebenarnya dengan begitu mudahnya. Namun, dia baru berusia 19 tahun dan kehidupan cintanya adalah selembar kertas kosong. Ia tidak bisa menerima sedikit pun godaan dari seorang pria.Ketika mobil berhenti di lampu merah, mata Charlotte tertuju pada sebuah toko kue paling populer di Barbara Bay saat ia terus menempel ke jendela.“Apakah kau ingin makan kue?” Suara berat Lucas terdengar.Mata Charlotte yang cerah diw
Baca selengkapnya
Bab 8 Membuatnya Jatuh
Saat dia berbicara, Charlotte Shimon menunjuk ke arah Shayla Shimon sambil menatap Lucas Hank. “Dialah yang mengatakannya.”Shayla dan Jessica tercengang. Apakah pria ini benar-benar pacar gelap Charlotte Shimon? Ya Tuhan!Shayla merasa seperti baru saja ditampar dengan keras di wajahnya.Manajer toko kue rumah tiba-tiba keluar dengan sebuah kue selai stroberi. Lucas Hank lalu mengambilnya dan berkata, “Ayo. Mari kita pulang,” “Baiklah.” Charlotte berjalan bersamanya dan bahkan berbalik untuk melambaikan tangannya pada Shayla Shimon dan berkata, “Selamat tinggal.”Shayla Shimon tercengang. Dia benar-benar tidak menyangka Charlotte Shimon memiliki gigolo yang bagus. Jessica Kirk masih terus berbicara tetapi dengan ekspresi terpana, “Shayla, sepertinya sekarang kau harus memanggil Charlotte Shimon ratumu yang paling cantik,”Shayla melotot tajam ke arahnya. Jessica tertawa dengan canggung dan berkata, “Maksudku tadi.... Shayla, gigolo Charlotte Shimon sangat tampan! Menurutmu berapa ni
Baca selengkapnya
Bab 9 Memeluk Charlotte Dalam Tidurnya
Mata Lucas Hank terbelalak sesaat sebelum akhirnya dia langsung bergegas mengambil kotak P3K dan merawat luka Charlotte Shimon dengan kapas yang dicelupkan ke dalam alkohol.“Sekarang ingatlah. Ini adalah konsekuensi karena membuatku mengulangi perkataanku untuk ketiga kalinya,”Charlotte melihat rahangnya yang terkatup rapat. “Konsekuensi yang kau maksudkan itu mengarah kekerasan dalam rumah tangga ya, Tuan Hank?Lucas merapikan plester luka di dahinya dan tersenyum kecil. “Tapi kau tetap berani masuk meskipun tahu di sisi lainnya ada kekerasan dalam rumah tangga. Tindakan yang cukup berani, ya?”“Tuan Hank, yang lain takut padamu tapi bukan aku,” Mata indah Charlotte menatap matanya.Ada sedikit jeda dari pergerakan jari-jari Lucas. Dia menatap wajah Charlotte yang sekarang tampak lebih menyedihkan dengan adanya plester luka dan berkata, “Keluarlah. Biarkan aku tinggal di sini sendirian,”Dia kemudian membantu gadis itu berdiri.Dengan cepat, Charlotte mengulurkan lengan mungilnya da
Baca selengkapnya
Bab 10: Bekas Gigitan di Bahunya
Charlotte Shimon dikirim ke pedesaan ketika dia baru berusia sembilan tahun. Dia seharusnya tidak lagi berharap pada orang yang disebut ayahnya itu. Seperti yang diperkirakan, panggilan telepon ini tidak mengejutkannya.William Shimon tetaplah William Shimon yang ia kenal, terobsesi dengan praktik medis, hanya memikirkan dirinya sendiri, dan egois. Dia ingin Perusahaan Medis Shimon menjadi sejahtera. Kebanggaan dan kegembiraan William Shimon saat ini adalah putrinya, Megan Shimon. Sedangkan putri yang lainnya yang baru saja kembali dari pedesaan dapat digunakan untuk mendapatkan keberuntungan dan sebagai pendamping saja.“Aku tahu, Ayah. Besok aku akan pergi,”Kepatuhan Charlotte membuat nada suara William Shimon melembut. “Charlotte, pernikahanmu adalah untuk melawan kesialanmu. Suamimu yang sakit-sakitan itu akan segera mati. Ketika masalah Tuan Randy diselesaikan, aku akan mencarikanmu suami yang lain,”“Terima kasih, Ayah.” Charlotte lalu menutup teleponnya.Setelah mematikan pons
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status