The Jerk Doctor

The Jerk Doctor

Oleh:  Mrs.Juno  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
Belum ada penilaian
44Bab
33.5KDibaca
Baca
Tambahkan
Report
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Dokter James Savier Hoult sungguh tidak menduga, ternyata Leanor Beverly jauh lebih berbahaya dari narkotika jenis apa pun di dunia ini ; semudah itu menjungkirbalikkan dunianya, membuat darah James berdesir panas dan mencandu ingin selalu bercinta dipenuhi gairah, seperti malam itu. Namun, James telah memiliki seorang kekasih yang pernah ia puja sejak dulu. Sayangnya, Keyla Guerro terlalu tenggelam ke dalam kenangan buruk masa lalu yang terkadang membuat diri James jengah menghadapinya. Segalanya semakin tak terkendali; tak ada lagi James yang penyabar dan setia. Dia berubah menjadi pria berengsek; mencintai Leanor sekaligus mengkhianati Keyla. Selanjutnya ... Pernikahan di antara James dan Keyla hampir kandas, setelah James mengetahui Leanor mengandung darah dagingnya. Haruskah James melepaskan Keyla, ataukah lebih memilih mengabaikan Leanor sekaligus calon anaknya?

Lihat lebih banyak

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

Komen
Tidak ada komentar
44 chapters
Prologue
James berjalan menyusuri jalan yang sudah mulai dipenuhi salju. Untung saja tadi dia sempat membawa payung untuk berjaga-jaga.Pikirannya kalut dia tak tahu seberapa jauh dia sudah berjalan selama setengah jam lamanya. Langkahnya tiba-tiba terhenti saat dirinya merasakan getaran ponselnya yang ada di balik mantelnya."Sir, cepat kembali! Miss Keyla kembali mengamuk!" seru pengurus Apartemen tersebut."Apa?! Baiklah!" James langsung menutup teleponnya dan menghentikan taksi yang melintas. Namun, saat dia membuka pintu ... seorang wanita juga melakukan hal yang sama."Apa yang kau lakukan, Miss? Aku yang menghentikan taksinya lebih dulu," ujar James pada wanita yang berusaha merebut kenop pintu mobil taksi."Harusnya aku yang bertanya seperti itu, Sir!""Maaf, aku tak ada waktu untuk berdebat. Jadi silakan anda mencari taksi lain." James membuka pintu taksi tersebut dan berniat untuk segera masuk. Namun, terhenti saat pintu tersebut kembali tertutup.Baca selengkapnya
Part 01
—1—Dua bulan setelah kejadian Ben Alexander mengatakan untuk berpisah dari Keyla, James berusaha keras untuk membuat Keyla kembali pulih. Dia menepikan perasaannya yang terus tersakiti, memendam rasa kecewanya, menahan akal sehatnya untuk tetap waras setiap kali Keyla kembali bercerita tentang masa lalunya.Dan keadaan Keyla membaik dengan sendirinya, seiring dengan perasaan sayang James padanya yang begitu besar dan dapat dirasakan olehnya. Karena James tak pernah lelah memperhatikan Keyla, mengajak Keyla liburan dan membuat beberapa momen indah agar menggantikan ingatannya yang terhenti pada kenangannya dengan Xander."Jamie, ini...." Keyla tak mampu berucap,  saat melihat semua kejutan yang diberikan oleh James dengan mengajaknya makan di kapal pesiar, dinner romantis, dan sekarang dia berlutut memintanya untuk menjadikannya tunangan dengan sebuah cincin bermata satu terbuka di hadapannya. "Aku tahu ini masih terla
Baca selengkapnya
Part 02
—2—Bunyi ‘prang’ terdengar begitu keras, menandakan sesuatu tengah terjadi di sebuah apartemen milik James.“Key hentikan! Kau tak bisa bersikap seperti ini lagi!" James meraih bahu Keyla dan mengguncangkannya. Berusaha menyadarkan tunangannya yang kembali depresi setelah beberapa hari lalu dia menerima undangan pernikahan dari Ben Alexander. Mantan kekasihnya di masa lalu yang berpisah karena kecelakaan."Aku tak bisa James! Dia terlalu mudah melupakanku! Sementara aku?!""Bagaimana denganku, Key? Pernahkah kau memikirkan perasaanku saat kau kembali seperti ini? Haruskah aku menghilang darimu dulu agar kau memandang ke arahku?!" bentak James, menatap Keyla. Keyla tersadar dan menatap James dengan sorot mata takut akan kehilangan. "Jamie... Tapi kau bilang, kau akan tetap mencintaiku sekalipun kau tahu aku belum sepenuhnya—""Kesabaranku ada batasnya, Key!” James berdiri membelakangi Keyla. “Jika Xander berpaling setelah tujuh
Baca selengkapnya
Part 03
—3—Pagi harinya, James terbangun dan dia tersadar bahwa dirinya telah pergi semalaman dan meninggalkan Keyla sendirian di Apartemen.James menuju kamar mandi, dan membasuh wajahnya, lalu segera memakai bajunya dan keluar dari kamar hotel tersebut. Namun saat dia ingin check out, ternyata kamar tersebut sudah dibayarkan.Dia melihat jam di pergelangan tangannya dan waktu sudah menunjukan pukul sepuluh pagi. Tak ada waktu untuk mengingat siapa yang membawanya ke hotel dan membayarnya. Yang saat ini dia pikirkan hanyalah Keyla yang mungkin akan berbuat hal berbahaya. Ditambah Keyla yang harus meminum obat anti depresinya lagi.James langsung meluncur menuju apartemennya. Sesampainya di bangunan megah itu, dia sama sekali tidak bisa bersantai, dan nyaris berlari menuju kamar karena Keyla tak mengangkat teleponnya.Karena terlalu terburu-buru, James menabrak seseorang yang membawa makanan. Makanan tersebut berserakan di lantai
Baca selengkapnya
Part 04
—4—James mendatangi club tempatnya semalam bertemu dengan Lea, dia berniat memastikan kembali apa yang telah terjadi semalam.Suara berisik musik terdengar memekakan telinga, begitu mengganggu. James melihat ke sekeliling mencari sosok Lea, namun tak menemukannya.Hingga manager yang semalam seperti mengenalinya, menghampiri James."Apa kau mencari seseorang, Sir?""Ah ya... Aku mencari Lea," jawab James."Kau yang semalam diantarkan oleh Lea?" tanya balik manager bertubuh gempal tersebut."Iya, apa dia ada?""Tentu... Ikuti aku," ujar si manager berjalan lebih dulu menuju ke sebuah ruangan yang lebih tenang untuk bicara.“Permisi, Sir. Tamu ini ingin menemui Lea,” ujar manager tersebut kepada seseorang yang berada di balik kursi. Pria yang duduk itu ternyata adalah pemilik club tempat Lea bekerja.Pria yang berasal dari Inggris bernama lengkap Jonathan Walz. Sahabat yang sudah dianggap Lea seperti kakaknya
Baca selengkapnya
Part 05
—5—Tiga hari kemudian keadaan Lea maupun Keyla sudah berangsur pulih. James rajin bolak-balik ke ruang rawat inap Keyla dan Lea secara bergantian. Tak ayal menimbulkan gosip yang menuduh Lea sebagai selingkuhan James."Berhenti menghampiriku seperti ini. Aku lelah menjawab semua pertanyaan setiap suster yang datang.""Abaikan saja, mereka memang seperti itu. Sewaktu Keyla baru kuperkenalkan, mereka juga membicarakannya. Maka dari itu aku tak mengizinkan dia untuk menjadi perawat di sini." James berkata seolah mereka memiliki hubungan."Itu jelas berbeda! Aku sungguh tak bisa mendengar orang membicarakan hal yang tidak benar di hadapanku.""Kalau begitu bagaimana jika kita buat semuanya benar?" tanya James yang tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada wajah Lea.Lea terdiam. Tiba-tiba sebuah kecupan mendarat  di bibir Lea, membuat jantungnya berdetak tak menentu. Dia buru-buru menutup mulutnya dengan satu tangannya."Apa yang kau lakuk
Baca selengkapnya
Part 06
Leanor tertidur dengan lelap setelah dia lelah menangis dipelukan James.James bingung. Saat dia menciumnya, Lea malah menangis dan terduduk lalu semakin menangis dengan kencang.James hanya memeluknya dan membiarkan Lea menangis hingga terlelap. Dia membiarkan semua beban dipundak Lea hilang walau sesaat.James membawa Lea menuju kamar, lalu membaringkannya di atas ranjang. Dia berbaring di sampingnya, meratapi wajah lelah Lea. Dia mengusap pipi Lea dengan lembut kemudian mendekatkan wajahnya untuk mencium kening Lea. Semua dia lakukan tanpa sadar. Dia hanya melakukan apa yang hatinya inginkan hingga akhirnya dia ikut terlelap. Kebetulan dia sendiri kurang tidur selama Keyla dirawat.Sore hari saat Lea terbangun. James ikut terbangun akibat gerakan Lea dalam pelukannya."Ada apa?" tanya James masih tak melepaskan pelukannya."Aku ingin mandi.”"Memangnya kau ingin ke mana?""Aku harus bekerja!""Tidurlah. Aku akan pesankan makanan," ucap James.<
Baca selengkapnya
Part 07
—7—Lea sedang berbicara dengan Joe mengenai Aleandra yang sekarang dirawat di rumah sakit tepatnya beberapa hari yang lalu. Lea menceritakan semua yang terjadi padanya dan James. Joe sangat marah dan berniat meminta tolong para godfather untuk membantunya menghancurkan James. Namun Lea melarangnya karena James berniat membantu Aleandra untuk sembuh."Jadi kau akan menerima tawarannya yang memintamu untuk...""Aku hanya ingin memintamu membantuku untuk menghindar dari dia Joe, namun tetap memantau pengobatan Ale," potong Lea."Itu tak mungkin bisa, Lea. Dia tak bodoh. Dia pasti akan memperlambat pengobatan Ale jika kau menghilang.”"Jadi aku harus bagaimana menurutmu?""Aku akan meminta bantuan untuk meminjamkan uang pada salah satu pelangganmu,” pikir Joe."Aku yakin orang yang kau mintai tolong pasti akan meminta Lea untuk melayaninya di ranjang!"Lea dan Joe seketika terkejut mendengar suara James berada di pin
Baca selengkapnya
Part 08
Satu minggu kemudian.Malam sebelum Lea pergi menyusul Aleandra untuk operasi, James menghampirinya. Memberikan penjelasan tentang kemungkinan yang akan terjadi pada adiknya setelah operasi terjadi. Lea yang awalnya merasa optimis menjadi sedikit pesimis dengan kemungkinan sembuh total hanya lima puluh pesen."Apa kau siap untuk menerima hasil akhirnya nanti? Walau 80% aku yakin dia akan sembuh meski masih harus melakukan pengobatan terapi." Jelas James menutup laptopnya.Lea terdiam. Dia menatap laptop yang tertutup dengan pandangan kosong. James mendekat lalu mengusap bahu Lea, memberi kekuatan untuknya tetap optimis."Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Aku sangat yakin Aleandra akan sembuh total. Dia tak akan menggunakan kursi roda ataupun tongkat. Dia akan tetap berjalan dengan kedua kakinya.”Lea menyandarkan kepalanya pada dada bidang James, merasakan takut kehilangan yang begitu kuat."Hanya dia yang aku miliki saat ini James. Dia lebih berharga
Baca selengkapnya
Part 09
Selama tiga minggu, James disibukkan dengan persiapan pernikahannya dengan Keyla. Begitu juga dengan Lea yang sibuk mengurus pengobatan Aleandra.James memohon maaf pada Keyla setelah malam itu. Dia berjanji tak akan pergi lagi di tengah malam dan tak akan membuat Keyla bersedih lagi.Sementara Lea kembali ke Apartemen dengan Aleandra yang telah selesai operasi, namun masih harus dirawat inap di rumah sakit tempat James praktek."Kau istirahatlah Lea, wajahmu pucat. Kau pasti kelelahan karena mengurus Ale di sana.” Joe mengantarkan Lea ke apartemennya namun, hanya sampai tempat parkir."Ya, terima kasih Joe sudah membantuku.”"Kau dan Ale sudah aku anggap seperti adikku, jadi jangan berkata seperti itu.”"Baiklah. Kau langsung ke kelab?" tanya Lea."Iya. Kau istirahat saja. Jika tak membaik, hubungi aku. Kita ke rumah sakit.""Dia tak perlu ke rumah sakit! Aku yang akan merawatnya!” sela James yang tiba-tiba berada di samping Lea. Dia mengambil
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status