PEMBALASAN ANAK LELAKIKU

PEMBALASAN ANAK LELAKIKU

Oleh:  Reinee  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
80Bab
32.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Sakit hati ibunya akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh ayahnya membuat Raka ikut menyimpan dendam yang begitu dalam. Setelah diusir dari rumah, dirinya bertekad untuk membalaskan apa yang dirasakan ibunya pada ayahnya dan juga keluarga barunya. Dendam telah membutakan mata dan hati Raka. Pemuda berhati keras itu bahkan tak merasa punya iba sedikit pun kala melihat ada orang-orang yang ikut tersakiti akibat aksi balas dendamnya pada keluarga sang ayah. Namun anehnya, saat semua orang yang dibencinya satu per satu tumbang di hadapannya, Raka justru tak bisa merasakan kebahagiaan. Ada sesosok gadis bernama Mayla yang tersisa dari balas dendamnya pada sang ayah. Pada akhirnya gadis itulah yang kemudian berhasil melembutkan kembali hati Raka melalui pengorbanan dan perjalanan yang berliku.

Lihat lebih banyak
PEMBALASAN ANAK LELAKIKU Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
80 Bab
KELUARGA BARU SANG AYAH
"Itu papa kan?" tanya Rio sedikit berteriak ke Raka yang sedang duduk dihadapannya.    "Mana?" Raka yang sedang menikmati makan siangnya mendongak dan menoleh ke arah yang ditunjuk sang adik.    "Tuh!" tunjuk Rio lagi ke arah seorang lelaki berpenampilan kantoran yang sedang berjalan menggandeng wanita cantik dan seorang anak perempuan berusia sekitar 6 tahunan. Tak banyak bicara, Raka segera bangkit dari bangku foodcourt tempatnya makan bersama adiknya siang itu.    "Kak, mau kemana?" Rio, remaja 15 tahun yang masih mengenakan seragam sekolah menengah pertamanya itu menyusul kakaknya dengan wajah panik. Mendadak dia menyesal kenapa harus memberitahu kakaknya tentang keberadaan ayah mereka di mall tempatnya hang out bersama sang kakak siang itu.   "Pah!" teriak Raka sambil setengah berlari meng
Baca selengkapnya
TRANSFORMASI RAKA
Raka menekuri layar laptop berharga selangit di depannya dengan wajah serius seperti biasanya. Entah sudah berapa lama pemuda bersorot mata tajam itu berkutat dengan benda favoritnya itu. Sesekali dia meraih secangkir kopi yang setia menemaninya sejak pagi. Diteguknya pelan, gelagatnya terlihat seperti memikirkan sesuatu. Lalu sejenak kemudian dia  pun kembali ke kegiatannya semula, menatap layar di depannya dengan sangat serius.   "Bro, adik lo tuh dibawah!"    Tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka dan wajah Radit, sosok lelaki yang sudah dianggapnya seperti kakak sendiri, menyembul dari baliknya.   "Suruh naik, Bang," ucapnya tanpa menoleh pada sang sahabat.   Tak berapa lama, Rio muncul masih dengan jaket dan tas di punggungnya.   "Kak," sapanya. Pemuda yang beberapa bulan lagi akan meraih gel
Baca selengkapnya
SI SULUNG YANG ANEH
Minggu pagi itu, Romi bersama istri dan dua anak perempuannya sedang sarapan bersama. Sedari beberapa menit yang lalu, Mayang sang istri, memandangi anak sulungnya yang sedang menikmati sarapan dengan tatapan aneh.    "Kamu mau kemana, May? Kok pake baju kedodoran kayak gitu?" tanya sang mama mengernyitkan dahi. Nampak sekali bahwa dia tidak suka melihat anak perempuannya berdandan dengan pakaian seperti itu, gamis dan jilbab yang menutup rapat tubuh anaknya yang mulai beranjak remaja. Wajah anak perempuannya yang kini sudah duduk di bangku kelas 3 SMP itu sangat cantik seperti dirinya. Dia tidak suka kecantikan itu tertutupi oleh pakaian aneh seperti itu.    "Mau ikut kajian mingguan di sekolah, Mah. Ada Ustadzah yang lagi viral di televisi itu lho, Mah. Mayla pengen lihat," jelas putrinya.    "Yaaa, tapi nggak perlu pake baju kedomb
Baca selengkapnya
KEDATANGAN MANTAN SUAMI
Raka keluar dari kamarnya di lantai 3 rukonya dengan pakaian simple seperti biasa, celana jeans dan kaos  polos warna hitamnya yang sangat kontras dengan kulitnya yang bersih. Dia menyambar salah satu sneaker favoritnya yang masih bersih di rak sepatu tak jauh dari kamarnya dan buru-buru memakainya sebelum akhirnya meluncur ke lantai bawah.    Tak banyak yang dia temui di lantai dua ruko 3 lantai yang dia beli dengan uang jerih payahnya setahun yang lalu itu. Hanya ada dua orang karyawan yang masuk hari itu dan juga Radit yang sedang sibuk dengan komputernya di ruang kerjanya.    Biasanya hari minggu Radit tidak datang ke ruko Raka karena dia punya family time dengan keluarga kecilnya yang bahagia. Tapi hari ini dia harus mengurus proyek produk baru mereka yang akan launching minggu depan. Jadi Radit datang untuk menyelesaikan pekerjaannya.   "Gue tinggal cabut
Baca selengkapnya
PERTEMUAN TAK SENGAJA
Raka sudah menyelidiki selama berhari-hari bahwa perusahaan konstruksi tempat ayahnya bekerja saat ini dipimpin oleh seorang wanita berusia 35 tahun, putri tunggal dari pemilik perusahaan Adityama Group. Dia menggantikan ayahnya yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu untuk memimpin perusahaan keluarga itu.   Dia adalah wanita yang juga janda dari seorang pejabat tinggi pemerintahan di negeri ini yang cukup terkenal. Beberapa hari ini Raka mengamati wanita bernama lengkap Ayu Nindya Adityama itu di beberapa situs berita ekonomi di internet.    Secara fisik, wanita itu memang tidak terlalu menarik, tetapi penampilannya terlihat sangat berkelas, sesuai dengan jabatannya yang merupakan seorang pemilik sekaligus direktur utama perusahaan.   Bagai seorang penguntit, Raka memperhatikan setiap kegiatan wanita itu lewat akun media sosialnya. Kini Raka mulai hafal semua keg
Baca selengkapnya
BUNGA CINTA AYU
Setelah memasuki pintu gerbang kompleks perumahan elit itu, Mayla mengisyaratkan Raka untuk berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar berwarna dinding soft ungu. Warna itu memang warna favorit ibunya. Dan itulah kenapa barang-barang di rumah hampir semuanya berwarna ungu.   "Ini rumah Kamu?" tanya Raka yang segera dijawab anggukan oleh Mayla.    "Terima kasih ya kak sudah diantar pulang," ucap gadis itu tulus. Dan Raka pun mengangguk dengan senyum tipisnya.    "Sama-sama. Maaf juga tadi nggak sengaja nabrak kamu," ujar Raka dengan tulus juga.     "Iya Kak, nggak papa. Ya udah Mayla turun dulu ya?" katanya dengan nada khas anak ABG. Raka pun mengangguk.   Setelah itu, Mayla pun segera membuka pintu mobil. Namun anehnya, gadis remaja itu malah mematung dalam posisi duduknya di
Baca selengkapnya
PERTEMUAN TAK TERDUGA
Hari berganti. Kedekatan Raka dengan pemilik perusahaan Adyatama pun semakin terlihat. Ayu kerap menyambangi Raka ke tempat tinggalnya, hanya sekedar untuk mengobrol atau mengajaknya makan di luar. Dia pun sangat sering mengirimi pemuda itu pesan di sela-sela aktifitas hariannya. Sementara Raka, menyambutnya dengan tangan terbuka. Dalam kamus Raka, semakin dekat dia dengan Ayu, maka tujuannya untuk membalaskan sakit hati pada sang ayah semakin mudah.  Seperti kali ini, Ayu mengundang Raka untuk menghadiri meetingnya dengan para staf pemasaran untuk menjelaskan konsep marketing yang dia tawarkan ke perusahaan Ayu beberapa hari sebelumnya.  Sebenarnya Raka belum ingin bertemu dengan sang ayah di kondisinya yang sekarang ini. Tapi dia tidak bisa menolak tawaran Ayu untuk datang ke kantornya hari ini.  Saat Raka sampai di pelataran kantor Adyatama, matanya tertumbuk pada sebuah mobil yang dikenalnya terparkir di salah satu
Baca selengkapnya
EMPATI AYU
Meskipun di luar rencana bagaimana akhirnya Raka menceritakan masa lalu keluarganya pada Ayu, namun Raka merasa lega karena ternyata wanita itu menaruh rasa empati pada ibunya. Dari cerita Ayu juga lah Raka tahu banyak tentang masa lalu wanita itu yang ternyata juga penuh kepahitan karena pengkhianatan sang suami.    Perlahan ada getaran aneh dalam hati Raka saat malam itu mengingat Ayu. Apa yang dia rasakan pada wanita yang usianya terpaut 10 tahun lebih tua darinya itu sepertinya perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Entah apa ini hanya karena  kasihan atau suka, Raka belum begitu yakin.    Namun, setelah keduanya sama-sama saling jujur di dalam ruangan Ayu tadi siang, Raka merasakan bebannya sedikit berkurang. Entah kenapa dia merasa sangat nyaman dengan wanita itu. Ayu yang sangat perhatian saat mendengarkannya menumpahkan segala kekesalannya pada sang ayah. Dan setelah beberapa
Baca selengkapnya
PEMECATAN ROMI
"Pak Romi tau kenapa saya panggil?" tanya Ayu dengan serius di kursi kebesarannya di ruang direktur. Romi yang duduk di hadapannya hanya menggeleng bingung.   "Sama sekali tidak, bu Direktur."   "Saya baru saja mempelajari laporan kinerja Bapak selama beberapa bulan terakhir. Dan sepertinya Anda sudah banyak sekali melakukan pelanggaran, Pak."   "Pelanggaran apa, Bu? Sepertinya saya melakukan pekerjaan saya dengan baik selama ini," sanggah lelaki itu.   "Saya menghargai kesetiaan Anda pada perusahaan ini, tapi sayang banyak hal tidak baik yang luput dari perhatian Anda, Pak Romi. Di laporan kerja Anda banyak sekali saya temukan kejanggalan." Ayu menghempaskan berkas laporan kerja Romi di atas mejanya.   "Saya ... saya tidak mengerti, Bu," ucap Romi terbata. Lemas seketika tubuhnya ketika melihat pancaran ke
Baca selengkapnya
KEKECEWAAN SANG IBU
"Banyak sekali makanannya, apa yang sedang kita rayakan?" tanya Raka mengerutkan dahinya.   Ayu tersenyum penuh arti mendengar pertanyaan pemuda tampan di depannya.    "Kita sedang merayakan kemenanganmu, Raka," jawabnya.    Beberapa saat yang lalu Raka menjemput Ayu dikantornya setelah menerima pesan dari wanita itu bahwa sang direktur Adyatama itu ingin makan siang bersamanya.     Kemudian Ayu menyuruhnya melajukan mobil ke salah satu restoran terkenal favoritnya. Ayu sudah membuat reservasi beberapa menit sebelumnya dan memesan hidangan special untuk makan siangnya kali ini bersama Raka.    "Kemenanganku? Apa itu?" Raka memicingkan mata ke arah wanita yang duduk di seberang tempat duduknya itu.   
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status