Antara Aku dan Dia

Antara Aku dan Dia

Oleh:  Sinokmput  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Belum ada penilaian
96Bab
11.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Aletha Ayunindya, diusir dari kediamannya sendiri oleh keserakahan pamannya. Pergi ke kota dan bekerja bersama bibinya. Dia bertemu dengan Aksa Delvin Arrayan, kesehariannya yang merawat putri Aksa membuat dirinya dan Aksa mempunyai perasaan yang sama. Di saat mereka memutuskan untuk menikah, di hari itu juga istri Aksa terbangun dari komanya. Apa yang akan terjadi pada pernikahan yang baru seumur jagung itu?

Lihat lebih banyak
Antara Aku dan Dia Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
96 Bab
1. Prolog
Gadis itu menangis sedih, di hadapannya masih terlihat tanah yang masih basah dan tertancap batu nisan atas nama Abdul Rahman. Dia menangisi ayahnya yang meninggalkan dia sendirian di dunia ini. Setelah ibunya meninggal 2 tahun yang lalu, sekarang ayahnya menyusul sang ibu tercinta. Dia hanya anak satu-satunya dari orang tuanya. Tidak memiliki saudara kandung. Aletha Ayunindya, gadis berusia 20 tahun. Bukan berasal dari keluarga kaya, tapi keluarganya bisa dibilang berkecukupan. Ibunya meninggal karena sakit paru-paru yang dialaminya 5 tahun belakangan. Sekarang ayah tercintanya pun juga meninggalkannya karena kecelakaan yang menimpanya. Dia adalah gadis pekerja keras, setelah lulus dari sekolah Sma, dia berkuliah di Universitas Swasta di kotanya. Sambil berkuliah dia juga bekerja untuk memenuhi kebutuhannya tanpa mengandalkan ayahnya. Padahal ayahnya selalu bilang agar dirinya fokus terhadap belajarnya dan jangan memikirkan tentang biayanya. Tapi Aletha adalah gadis
Baca selengkapnya
2. Pergi
Pagi-pagi sekali Aletha terbangun dari tidurnya akibat gedoran pada pintu dan suara bibinya yang teriak dengan keras.Dia melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi dan membasuh mukanya agar tidak terlihat pucat karena semalaman menangis.Setelahnya dia berjalan ke depan dan membuka pintu, bibi dan pamanya sudah berdiri di depan sana memandang Aletha tak suka."Lama sekali membuka pintu, kau membiarkan Bibimu ini kesemutan ya," kata Bibinya kesal, dia berjalan menyelonong masuk dan menyenggol bahu Aletha sampai terdorong ke belakang.Paman Sam masuk setelah istrinya itu masuk, Aletha menyusul mereka setelah menutup pintu rumah. Dia berjalan ke arah ruang tamu di mana paman dan bibinya berada.Aletha duduk di hadapan bibinya. "Ada apa Paman dan Bibi pagi pagi ke sini," kata Aletha"Kau lupa Aletha, rumah ini bukan milikmu lagi, segera bereskan barang-barangmu, karena Pak Rama akan segera ke sini untuk menempati rumah ini," kata Bibinya ketus pada Alet
Baca selengkapnya
3. Aksa Delvin Arrayan
Seorang pria yang sedang duduk di meja kerjanya, menatap fokus pada lembaran berkas dokumen pekerjaan yang saat ini dia teliti. Beberapa hari yang lalu terjadi pembobolan dokumen perusahaannya pada orang yang selama ini dipercayainya. Akibatnya, dia dibuat extra sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai melupakan malaikat kecilnya.Handphonenya berdering, menampilkan nama Kyra❤️ di layar handphonenya. Dia tersenyum dan mengangkat panggilan tersebut.“Hallo papa,” suara dari seberang terdengar sangat imut di pendengarannya.“Hai sayang, ada gerangan apa sampai kesayangan papa menelfon di siang hari seperti ini,” ucap Aksa.“Papa melupakan sesuatu? Papa sudah berjanji padaku,“ rengek suara anak kecil di seberang telfon tersebut.Aksa terdiam sebentar, seketika dia langsung ingat pada apa yang dijanjikan pada anaknya pagi tadi, bahwa saat jam makan siang dia akan pulang membawakan ice cream. Aksa hanya meringis karena melupakan janjinya itu. Dia sering terlu
Baca selengkapnya
4. Bertemu
Aletha memandang pada pria yang baru saja bersuara itu, belum sempat Aletha menjawab, sopir taksi tadi sudah menyela duluan.“Ini pak, dia naik taksi udah muter-muter sampai 1 jam tapi pas ditagih uangnya dia tidak punya, jika tidak punya sebaiknya jangan naik taksi, jalan kaki kan bisa. Menyusahkan orang saja," ucap sopir taksi tadi.Aletha menggelengkan kepalanya menatap memelas pada pria tersebut. “Bukan, bukan begitu. Aku juga tidak tahu dompetku di mana. Sungguh aku benar-benar kecopetan tadi, sekarang pun aku bingung, aku baru pertama kali ke kota ini.” Ucap Aletha.“Halah pasti kau cuma cari alasan agar kau bisa kabur tanpa membayar taksi kan," ucap sopir tadi lagi.“Berapa biayanya?“ tanya pria tersebut yang tak lain adalah Aksa.“270 ribu pak,” kata sopir tadi singkat.Aksa mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang, dia menyerahkan 4 lembar uang ratusan dan menyerahkannya pada sopir tadi. “Ini buat bapak, dan tolong segera bubar. Jangan m
Baca selengkapnya
5. Baby Sitter
Merasa namanya dipanggil, Leta pun menoleh ke arah sumber suara itu. Dia membelalak kaget dengan apa yang di lihatnya. Bibinya berdiri di belakang Aksa dan memandang kaget ke arah Aletha. Begitupun juga dengan Leta.Leta segera beranjak dari duduknya dan menghampiri bibinya. “Bibi,” ucap Leta sambil memeluk bibinya. Setelah dia melepaskannya dia memandang bibinya lagi. “Ini benar-benar Bibi!“Bi Prima tersenyum melihat Aletha, dia mengusap-usap wajah Aletha. Terpancar dari sorotan matanya kalau dia begitu rindu dengan keponakannya itu.“Kenapa tidak menelfon Bibi kalau sudah sampai sini?“ ucap Bi Prima. “Maaf Bibi, Leta kecopetan di jalan tadi. Tuan itu tadi menolong Leta, tak disangka ternyata malah ketemu Bibi di sini. Bibi apakah alamat ini salah?“ kata Leta yang menoleh ke arah Aksa sebentar, lalu kembali melihat bibinya dan menyerahkan secarik kertas yang ada di kantong celananya.“Terimakasih Tuan, sudah mau menolong keponakan saya,” ucap Bi
Baca selengkapnya
6. Mulai Bekerja
Pagi-pagi sekali Aletha sudah bangun dari tidurnya. Setelah mencuci wajahnya dia keluar menuju dapur. Jam masih menunjukan setengah 5 pagi, dia membuka kulkas dan melihat bahan-bahan makanan yang ada di sana, akhirnya dia memutuskan untuk membuat nasi goreng dan telur dadar.Bibi Prima keluar dari kamar dan bersiap untuk menuju rumah utama. Dia melihat Aletha yang berkutik di dapur akhirnya dia memutuskan untuk menghampiri Leta terlebih dulu.“Kau memasak apa nak?“ tanya Bibinya.“Eh Bibi, ini Leta membuatkan nasi goreng untuk sarapan,” kata Leta yang tengah mengorek nasi di dalam wajan di atas kompor itu.“Baiklah, Bibi akan ke rumah utama dulu. Setelah selesai kau harus siap-siap ya. Nona Kyra biasanya bangun jam 6 pagi,” kata Bibinya hendak pergi meninggalkan Aletha.“Bibi tidak sarapan terlebih dahulu?" tanya Aletha.“Nanti saja, Bibi sudah kesiangan.” kata Bibinya.Aletha hanya tersenyum mendengar jawaban dari bibinya. Dia menyelesaikan
Baca selengkapnya
7. Ketiduran
Aletha menemani Kyra seharian ini. Kyra mengajak Leta berkeliling rumahnya. Dari kolam renang, taman bunga, taman bermain untuknya hingga sebuah ruangan khusus bermain untuknya juga ada.Dengan semangatnya Kyra bercerita pada baby siter barunya itu. Kyra adalah gadis kecil yang energik, suka bercerita dan hobby menggambar. Bahkan di ruangan khusus bermainnya, disediakan alat-alat melukis agar Kyra dapat leluasa menggambar.Saat ini mereka sedang ada di kamar Kyra. Leta sedang menemani Kyra yang menggambar. Dalam gambaran Kyra, terlihat seperti seorang dengan rambut panjang dan mempunyai sayap. (ilustrasikan sendiri jika bocah kecil kalau menggambar itu bagaimana😂)Leta yang penasaran dengan gambaran Kyra mulai menanyakannya."Apa yang sedang kau gambar Kyra?" tanya Leta memperhatikan gambaran Kyra."Kyra sedang menggambar mamah," kata Kyra."Mamah? Kenapa menggambar mamah dengan sayap?" tanya Leta kembali."Kata oma, mama Kyra sedang tidur,
Baca selengkapnya
8. Terkesima
Jelita pergi dari rumah setelah dia memberi kata-kata kasar kepada Leta tadi. Dia akan ke rumah sakit, mengunjungi anaknya. Entah kenapa dia menjadi kepikiran tentang anaknya.Dia pergi diantarkan sopir pribadinya. Meskipun sepenuhnya bukan dia yang memegang kendali rumah itu, tapi dia merasa mempunyai hak atas rumah itu.Dari dulu dia memang berniat menguasai harta adiknya itu. Farzan adalah satu-satunya anak lelaki di keluarganya. Maka dari itu dulu dia mendapat warisan dari ayahnya sangat besar, berbeda dengan saudarinya yang lain. Nurma, adik Farzan itu menerimanya karena dia memiliki usaha sendiri dan terbilang cukup sukses. Tapi tidak dengan Jelita, dia sangat iri kenapa ayahnya dulu tidak adil kepadanya.Akhirnya dia merencanakan pembunuhan kepada Farzan. Entah apa yang dilakukannya, yang membuat Farzan mengalami serangan jantung mendadak dan mengakibatkannya meninggal.Dia berniat memasuki rumah Farzan dan akan menghasut putranya, Aksa. Tapi kematian
Baca selengkapnya
9. Jalan-jalan
Aska baru saja selesai mandi. Saat ini dia sedang duduk santai di balkon kamarnya. Menikmati matahari sore yang mulai menghangat, bahkan sinarnya perlahan menghilang di balik pepohonan.Dia tersenyum ketika teringat kejadian tadi, entah kenapa sejak dia bertemu Leta dia sering memikirkannya. Tangis Leta yang seperti terlihat sangat rapuh. Senyuman Leta yang begitu manis, bahkan kepolosan Leta saat tertidur tadi menghantui pikiran Aksa.Tak mau memikirkannya lagi, akhirnya Aksa beranjak dari duduknya. Berjalan keluar kamar lalu menuruni tangga hendak ke kamar putrinya.Aksa membuka pintu perlahan dan ternyata pemandangan saat tadi Aksa ke sini masih terlihat. Putrinya masih tertidur dengan Leta.Karena hari sudah sore, Aksa terpaksa membangunkan putrinya. Dia berniat mengajak putrinya untuk jalan-jalan malam ini.Dia duduk perlahan di samping ranjang kosong sebelah putrinya itu, mengusap perlahan kepala putrinya berusaha membangunkannya."Kyra, ban
Baca selengkapnya
10. Khawatir
Hari ini Leta tengah menemani Kyra belajar. Ternyata selama 3 kali dalam seminggu akan datang seorang guru ke sini untuk mengajari Kyra.Aksa sengaja tak menyekolahkan Kyra ke tempat umum karena tak ada yang menjaga Kyra. Saat pendaftaran sekolah kemarin Kyra belum memiliki baby sitter, akibatnya Aksa menyuruh Kyra Home Schooling untuk sementara.Leta senantiasa menemani Kyra, bahkan saat Kyra ngambek tidak ingin belajar Leta bisa membujuknya. Dan di sinilah mereka, berada di taman rumah ini. Karena Kyra tidak ingin belajar di dalam.Melihat Kyra yang mendapat semangat kembali untuk belajar, Aletha meninggalkan mereka. Berjalan menuju dapur hendak membuatkan jus agar Kyra merasa segar.Di dapur sedang sepi, mungkin bibinya sedang mengerjakan pekerjaan yang lain. Leta bergerak membuka tempat penyimpanan. Mencari jeruk dan segera membuatnya menjadi minuman. Ditambah dengan potongan-potongan kecil es batu.Leta kembali ke tempat tadi sambil membawa nampan
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status