THE SIBLING'S

THE SIBLING'S

Oleh:  Svaandin  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
31Bab
2.9KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Seorang gadis menatap beberapa orang di depan rumahnya dengan tajam. "Gue kecewa sama kalian... " ucapnya lirih. "Kita cuman mau minta-" "Jangan pernah meminta maaf, jika kalian tetap akan mengulangi kesalahan yang sama," ucapnya sambil menelusuri satu persatu orang di depannya. Dan tatapannya berhenti kepada seorang gadis yang berdiri di bagian pojok kirinya dengan tatapan angkuh. Dia menatap orang tadi layaknya menatap sebuah sampah, "Lo tahu, sebuah sampah tidak akan pernah bisa menggantikan permata. Tidak perlu alasan untuk menjelaskannya, seorang anak berumur 6 tahun pun akan tahu." "Pergi dan jangan pernah kembali," ucapnya sebelum kembali memasuki rumahnya "karena semakin lama gue melihat kalian, semakin susah gue melupakan kejadian itu...dan gue akan semakin sulit untuk membenci kalian."

Lihat lebih banyak
THE SIBLING'S Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
31 Bab
1
     "Ara!"     Suara teriakan menggema memenuhi seisi sudut ruangan, bahkan membuat seorang gadis yang masih berada dalam kamarnya di lantai dua menghela napasnya.     "Kamu tidur sama pria lain lagi, Ara?" tanya Dirga kepada istrinya dengan intonasi rendah.     "Kenapa? Bahkan Mas sendiri tidur sama jal** murahan, bahkan sampai memiliki anak darinya."     Dirga memijat pangkal hidungnya. Dia ingin marah kepada istrinya tetapi, apa yang istrinya katakan adalah sebuah kebenaran.     Di masalalu dirinya tidak sengaja memberikan benih kepada sekertarisnya, saat dia di bawah pengaruh alkohol. Dan sekarang, dia harus bertanggung jawab karena bagaimanapun anak sekertarisnya adalah darah dagingnya.     Dia berniat menikahi sekertarisnya, da
Baca selengkapnya
2
  Adila menatap heran kearah beberapa kelas yang sepertinya sudah dia lewati tadi, "Kantinya di mana sih. Perasaan gue muter-muter mulu dari tadi"      Karena terlalu sibuk memperhatikan kanan dan kirinya untuk mencari petunjuk. Adila tidak menyadari jika di depannya ada rombongan pengurus sekolah yang akan menuju kelas 10, untuk melakukan pemeriksaan atribut seperti biasanya.       Bruk.       Adila yang tidak memperhatikan jalan nya menabrak salah satu di antara mereka, "Jalanya yang bener dong. Gue nabrak apa a****, keras bener" bentak Adila tidak sadar karena terkejut.       Jovan Rahardjo. Ketua keamanan SMA UIHS sekaligus Ketua basket sekolah yang sangat terkenal di kalangan siswa-siswi terutama para kaum hawa. Bukan karena dirinya adalah Ketua keamanan dan juga basket tapi, dia terkenal karena parasnya yang tampan, juga playboy pastinya.     
Baca selengkapnya
3
Adila berada di lapangan upacara bersama beberapa siswa-siswi yang mendapatkan hukuman berdiri di depan bendera sampai jam istirahat.      "Gue dengar-dengar dari sekolah sebelah, ada yang mau ngedrop salah satu sekolah di daerah sini"      Adila yang mendengarkan berita dari orang di depannya pun tertarik untuk mendengarnya.      "Sekolah daerah sini kan ada tiga. Nah, yang mana yang mau di drop?"      "Ya mana gue tau, gue kan cuman denger dari sekolah sebelah"      "Kalau sekolah kita enggak mungkin mereka berani, kecuali mereka nekat berhadapan sama Jovan dkk"      Saat asik mendengarkan percakapan mereka tiba-tiba ada siswa yang memberitahu Adila jika ada seseorang yang menunggunya di depan.      "Tapi gue
Baca selengkapnya
4
Seorang wanita patuh baya berlari menuju kamar delima yang berada di lantai lima.     "Raden!" panggil nya kepada seorang remaja pria yang duduk di depan ruang rawat inap.     "Tante," Raden berdiri dan mencium punggung tangan wanita tersebut.     "Bagaimana dengan Adila?"     "Kata dokter kaki Adila patah, seharusnya ini bukan masalah serius tetapi...karena Adila sering mengalami cidera pada bagian kakinya, itu menyebabkan Adila tidak bisa menggunakan kakinya untuk pekerjaan berat. Dan kemungkinan kambuhnya sangat besar," jelas Raden.     Vara terduduk mendengar penjelasan Raden. Dia tidak menyangka putrinya akan mengalami hal seperti ini, terutama Adila adalah tipe orang yang suka memaksakan diri.     Sebelum nya putrinya memang pernah mengalami c
Baca selengkapnya
5
"Laa...kamu itu Jangan terlalu judes, nanti enggak ada yang mau sama kamu," ucap seorang remaja wanita sambil mencolek hidung Adiknya.     "Kan ada Kakak," jawab Adiknya memeluk erat Kakaknya yang duduk tepat di depannya.      Lana tersenyum melihat Adik nya, "Laa...Kakak enggak bisa selalu berada di samping kamu. Akan ada waktu nya di mana Kakak bakalan pergi, dan yang pasti waktu itu semakin dekat"      Lana tersenyum menatap kearah luar jendelanya. Dirinya menerawang kedepan seolah-olah sedangkan menyaksikan apa yang akan terjadi di masa depan.      "Kakak kenapa? Ada yang nyakitin Kakak? Bilang sama Ila nanti Ila kasih pelajaran orangnya."     Lana mengelus rambut Adik nya dengan sayang, "Enggak ada. Kakak selalu mendapatkan 'hadiah' di se
Baca selengkapnya
6
     "Api nya woi, matiin!"     "Aaaa...kebakaran. Lontong, help me. Pangeran berkuda, tolong princess!"     "Enggak usah halu, buruan matiin. Keburu hangus kebakar rumahnya"     Suara teriakan-teriakan barusan, membangunkan Adila yang masih tidur nyenyak di kamar nya, entah jam berapa sekarang yang pasti ini hari libur dan dia ingin tidur dengan tenang. Tapi semua itu hanya angan-angan belakang, nyatanya tidurnya di ganggu oleh dua orang yang sedang melawan hukum alam.      "Udah tau enggak bisa masak, masih aja maksa. Hobi banget melawan hukum alam," gumam Adila yang kembali merapatkan selimut nya, dan tidak perduli jika nanti rumah nya akan terbakar karena ulah ke-dua saudaranya.      "Huh huh huh. Pokok nya gue enggak mau kalau di suruh masak lagi, titik!"     Aqia menjitak kepala Afia yang duduk dengan nafas terengah-
Baca selengkapnya
7
 Hari ini, hari senin. Sekolah masuk seperti biasanya, upacara baru saja selesai di laksanakan, para siswa-siswi berbondong-bondong meninggalkan lapangan. Termasuk sang tokoh utama kita, Adila Dirgantara.      Dia sedang berjalan bersama Bagas dan duo kembar. Entah apa yang mereka bicarakan, tetapi sepertinya itu adalah hal serius.      "Lo tau enggak?" tanya Farel kepada teman-teman nya.      "Nggak!"     Farel menatap sinis ke arah Kakak kembarnya, "Apa sih Bang, nyahut aja kayak listrik!"     Farhan mengarahkan jari telunjuk dan jari tengahnya kearah mata Farel, "Mata lo mau gue colok pakek garfu!"      "Kalian kalau berantem gue tampol nih!" ancam Adila kepada ke-duanya, yang membuat mereka segera diam "lanjutin!"     "Ada anak baru katanya. Gila cuy cantik-cantik" Farel berujar dengan heboh, bah
Baca selengkapnya
8
     Di dalam kamar, Adila hanya tiduran di kasur tanpa ada kegiatan apapun. Sampai suara notif handphone nya mengusir kebosanannya.      Radenbagong.      'La... Datang ke tempat biasanya, sekarang!' 'Mau ngapain?'      'Udah, dateng aja. Aku tunggu di depan' 'Loh, eh Raden! Malah di tinggal off'      "Ck. Kebiasaan, awas aja lo!" Adila meremat handphonenya karena kesal.      Setelah beberapa menit bersiap-siap, Adila sudah duduk manis di motor besarnya. Dia menggunakan celana hitam panjang dengan sepatu booth warna coklat, jaket denim coklat dengan dalaman hitam.      "Lepasin gue!"      Saat melewati
Baca selengkapnya
9
  "Sumpah, di pintu dapur rumah banyak cicak geprek. Kalau enggak percaya, besok liat sendiri!"     Adila, Afia, dan Aqia sedang berkumpul di ruang tengah bersama para cowok yang bermain game. Mereka mendengarkan Adila yang bercerita tentang cicak geprek di pintu dapur rumahnya.      Aqia bergidik mendengarkan cerita Adila, "Pantesan kemarin gue mau nutup pintu susah, taunya banyak cicak geprek"     "Instagram lo gimana? Udah bisa pasang foto profil?" tanya Afia mengalihkan pembicaraan. Sejak tadi dia menahan mual mendengar cerita Adila, karena saat berangkat kesini dia makan sampai kekenyangan.      "Jangankan pasang poto profil, instagram gue di pencet aja enggak bisa!"      "Kok lo ngomong nya jadi lo/gue?" Adila merasa heran dengan saudranya itu.      "Hehehe. Biasa, biar lo mau maafin kita. Siapa tau kalau lo lihat si
Baca selengkapnya
10
  "Eh, kalian udah denger belum? Katanya ekstra PBB udah di mulai besok. Hari jumat!" Pagi-pagi sekali, sekolah di hebohkan dengan dimulainya ekstra PBB— lebih tepatnya kelas 10.     "Yahhhh. Nanti kita di jemur donggg!" teriak salah satu siswi, yang selalu mementingkan penampilan.     "Emang Pak Firman udah pulang?" tanya Bagas mewakili pertanyaan semua siswa-siswi.     "Udah, barusan gue lihat ada di kantor"     "Pak Firman siapa?" tanya Adila yang baru saja masuk kelas.     "Itu, guru PBB di sekolah kita"     Adila hanya mengangguk sebagai jawabannya. Pagi ini dirinya berangkat bersama ke-dua saudaranya menggunakan mobil yang di kendarai oleh Aqia.     Asal kalian tahu, Adila mabuk kendaraan sepert
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status