Unperfect Story

Unperfect Story

Oleh:  KhunDK  On going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
Belum ada penilaian
37Bab
1.7KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Setelah tiga tahun berlalu, rasa yang menghilang itu kembali muncul. Amara dan gejolak perasaannya bingung dengan situasi yang tengah dihadapi olehnya.

Lihat lebih banyak
Unperfect Story Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
37 Bab
Prolog.
"Amara!" panggil seorang pria yang tengah berdiri memperhatikan pelanggan kafenya serta para karyawan."Iya Pak," sahut cepat si empu nama seraya berjalan menuju sumber suara. "Iya Pak, ada apa?" tanyanya ketika sampai di hadapan pria itu."Segera ke dapur dan ambil pesanan makanan untuk meja nomer tujuh!" perintah pria itu. Amara mengangguk, dan langsung berlalu ke dapur.Tak berselang lama ia kembali dari dapur, segera bergegas untuk mengantarkan makanan ke meja nomer tujuh, lalu, pada saat yang bersamaan pintu kafe terbuka, diiringi langkah kaki seorang laki-laki berjalan masuk ke dalam kafe. Amara melihat sekilas ke arah pintu, dan seketika bola matanya membola sempurna diikuti jantung yang berdegup kencang serta waktu terasa berhenti.#Flash back.Tiga tahun yang lalu.Di t
Baca selengkapnya
Season 1: Pertemuan.
Anindita Putri Amara Febiola adalah gadis berusia dua puluh tahun, mempunyai paras cantik dan kulit putih, serta rambut warna hitam yang panjang hingga ke punggung. Selain memiliki wajah cantik, perawakan Amara pun terbilang sedang, dengan tinggi badan sekitar 163cm dan berat badan proposional, sehingga membuat badannya terlihat langsing. Anindita Putri Amara Febiola atau biasa dipanggil Amara disuruh pulang lebih cepat sebelum jam kerjanya berakhir, hal itu terjadi karena manajer kafe dan beberapa temannya mengira bahwa dirinya sedang sakit. Amara pun tak memprotes hal tersebut, pasalnya sekarang nuansa hatinya sedang buruk selepas melihat mantan kekasihnya datang ke kafe. Ia pun bingung untuk menanggapi gejolak perasaan yang ada di hati, sebab rasa senang, sedih dan marah bercampur menjadi satu. "Amara!" Seorang gadis memanggil dan berjalan menghampiri pemilik nama sembari bertanya. "Apa kamu tidak apa-apa pulang sendiri?"

Baca selengkapnya

Mantan & Kenangan.
Amara seharusnya datang ke kafe jam satu siang karena hari ini dirinya shift siang, akan tetapi, perempuan itu sudah tiba di kafe ketika waktu masih menunjukkan pukul dua belas lebih dua puluh menit. Saat dia membuka pintu kafe dan berjalan masuk, langkah kakinya seketika terhenti ketika melihat pengunjung kafe hendak keluar dan berdiri tepat di hadapannya.Dada Amara menjadi sesak, napasnya sedikit tak beraturan, apalagi sejumlah kenangan kembali muncul di pikiran dengan rasa sakit di hati yang menyeruak keluar. Tubuhnya bergetar, dengan raut muka pucat serta sedih yang bercampur menjadi satu. Tak ingin terus melihat orang itu, Amara mengalihkan pandangan ke arah lain.Di sisi lain, laki-laki itu pun nampak terkejut, bola matanya membola sempurna dan seperti akan melompat keluar dari tempatnya. Ia hendak menyapa, tetapi suaranya seakan tertahan dan tidak dapat keluar, satu-satunya yang bisa dilakukan olehnya hanyalah memandangi w
Baca selengkapnya
Uang & Laki-laki.
Bandara Soekarno-Hatta 09.00 WIB. Kehadiran seorang wanita muda yang berjalan di lobi bandara langsung menarik perhatian semua orang, khususnya para laki-laki yang memperhatikan perempuan seolah tanpa berkedip. Sedangkan si perempuan itu tetap berjalan normal, terlihat santai dan tidak peduli pada tatapan orang-orang. Namanya adalah Alyssa Maharani Kiehl, putri dari pengusahaan ternama di Indonesia yang baru saja menyelesaikan pendidikan di luar negeri.  Memiliki paras cantik dan kulit putih, ditambah berbadan langsing dengan tinggi 167cm. Setelah keluar dari lobi bandara, Alyssa langsung disambut oleh dua orang pria yang mengenakan setelan jas serba hitam. Kedua orang itu selain mempunyai badan yang six pack juga memiliki wajah lumayan tampan untuk seukuran pengawal atau supir. "Selamat datang kembali, Nona," sambut salah satu pria sambil menurunkan pand
Baca selengkapnya
Ban Bocor.
23.15 WIB. Setelah jam kerjanya selesai, Amara segera berganti pakaian dan bergegas pulang, akan tetapi, saat dirinya berjalan melewati pintu kafe dikejutkan oleh kehadiran Bintang yang berdiri di luar kafe dan sedang menunggunya. Kejadian ini terasa sedikit familiar baginya, sehingga menimbulkan gejolak perasaan berserta kenangan kecil yang muncul. Namun, ia menekan perasaannya, sebab tidak ingin kembali merasakan sakit yang sama seperti di masa lalu. Amara kemudian berjalan menuju tempat sepeda motornya terparkir, mengabaikan laki-laki itu dan berpura-pura tak melihatnya. Di sisi lain, Bintang sedari tadi menunggu Amara selesai bekerja. Senyum di bibirnya seketika mengembang tatkala mengetahui mantan kekasihnya keluar dari kafe serta bersiap pulang, maka tanpa membuang waktu segera memanggilnya. "Amara!" Mendengar namanya dipanggil, si empu nama segera mempercepat langkah ka
Baca selengkapnya
Segi empat.
Tok!Tok!Tok!Seorang pria paruh baya mengetuk pintu kamar majikannya dan lanjut berbicara. "Selamat pagi Nona Alyssa, sudah waktunya sarapan. Tuan Besar sudah menunggu di ruang makan.""Ya." Terdengar suara menyahut dari dalam kamar. Kemudian, tak berselang lama pintu kamar terbuka dan seorang gadis yang memakai setelan pakaian kasual melangkah keluar. Sedangkan pria paruh baya yang berdiri di depan kamar hanya melempar senyum sembari sedikit menundukkan kepala.Alyssa mengabaikan kepala pelayan rumahnya dan terus melangkah menuju ke ruang makan, sesampainya di sana, melihat sang ayah yang sedang makan ditemani beberapa pelayan yang berdiri di sisi kanan juga kiri ruangan. Berbagai macam hidangan mewah serta lezat pun sudah terhampar memenuhi meja makan. "Selamat pagi Ayah," sapanya sambil tersenyum sesaat sete
Baca selengkapnya
Segi empat 2.
Alyssa Maharani Kiehl melangkah masuk ke dalam kafe, ia berhenti sebentar sambil mencari sosok yang ingin ditemuinya, setelah melihat orang itu, langkah kakinya bergerak menuju sosok tersebut. Tentu saja kedatangan Alyssa menyita sebagian pandangan orang-orang yang sibuk menonton pertikaian, mereka bahkan seolah tak berkedip ketika menatap gadis itu.Dia kemudian melambaikan tangan kiri sambil menyapa halus juga tersenyum. "Hai ...." Hal itu langsung mengejutkan sekaligus menghentikan perdebatan tiga orang manusia, tetapi, salah seorang yang paling terkejut secara refleks memekik heran."Elu ...?"Alyssa hanya mengangguk juga tersenyum sambil tetap berjalan maju, baru setelah sampai di hadapan orang itu, dia berbicara sembari mengulurkan tangan kanan. "Mana?"Owen menatap bingung gadis itu yang berbicara sok akrab dengannya, padahal mereka sama sekali belum saling mengenal, hanya pernah bertemu sekali seca
Baca selengkapnya
Kencan.
Owen dan Amara sudah sampai di taman, selepas memarkir sepeda motor, keduanya langsung berjalan-jalan menikmati suasana taman. Sama seperti ketika dalam perjalanan menuju taman, kali ini pun mereka lebih banyak diam daripada berbicara, ada perasaan malu juga gugup yang mencegah dua insan itu untuk saling mengobrol, hingga Owen memberanikan diri memulai percakapan. "Amara." Si empu nama menoleh cepat sembari bertanya. "Iya?" "Kamu udah lama kerja di kafe?" sambung Owen. "Hampir dua tahun lah," jawabnya. Owen hanya mengangguk mendengar penuturan Amara, jujur, dia bingung harus bertanya apa lagi, sebab perasaan gugup membuatnya ragu. Untung saja gadis itu yang ganti bertanya, sehingga keakraban keduanya mulai tercipta. "Kalau kamu udah lama jualan online?" "Ya lumayan," balasnya. "Sejak aku ...." Owen menghentikan kalimatnya, seolah ada yang sengaja dia rahasi
Baca selengkapnya
Tamu Tak Diundang.
Saat Amara dan Owen sampai di tempat parkir, tiba-tiba mereka didatangi oleh tiga orang pria yang berpenampilan garang. "Hei bagi duitnya!" ucap kasar satu dari tiga pria tersebut. Hal itu malah membuat Amara murka dan membalas tak kalah kasar."Kalian ini siapa?! Minta duit segala!"Ketiga pria itu saling berpandangan, lalu terkekeh bersama sebelum melecehkan Amara memakai kata-kata. "Gadis cantik jangan galak, sini main sama gue aja, nanti gue kasih yang enak-enak.""Hahahaha ...."Amara marah, tangan kanannya terangkat dan hendak menampar pria yang baru saja menghinanya, akan tetapi, keinginannya itu dihentikan oleh Owen. Ia menatap Owen penuh kebingungan, lalu bertanya. "Ada apa?"Owen hanya tersenyum kecil membalas perkataan Amara, lalu maju satu langkah dan berdiri di depan gadis itu sambil berkata. "Amara, pejamkan matamu sebentar, jangan buka matamu sebelum aku menyuruhmu." Anehnya
Baca selengkapnya
Tamu Tak Diundang 2.
Bola mata Alyssa melebar memperhatikan setiap lekuk ruang tamu, sampai tatapan matanya terkunci pada bingkai foto keluarga, lalu beralih ke bingkai foto lainnya yang menunjukkan kedekatan Owen bersama dua temannya, anehnya, latar belakang foto tersebut nampak tidak lazim. Tiba-tiba terdengar bunyi langkah kaki mendekat, ia yang terkejut langsung kembali ke posisi duduk semula, bersikap normal seperti tamu pada umumnya. "Jadi apa tujuanmu datang kemari?" tanya Owen seketika kembali dari dapur dan meletakkan dua cangkir teh di atas meja. Mendengar pertanyaan itu Alyssa hanya tersenyum lembut, kemudian berdiri sembari mengulurkan tangan. "Kurasa kita harus berkenalan terlebih dulu," tuturnya halus. Owen mengerutkan kening sembari menatap aneh Alyssa, pasalnya gadis itu bersikap sopan, ramah juga lemah lembut, berbeda sekali ketika mereka berjumpa pertama kali. Tak lama kemudian, dia menyambut uluran tangan tersebut seraya
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status