Dikhianati Calon Istri Dan Ayah

Dikhianati Calon Istri Dan Ayah

Oleh:  Kholis_Efendi  On going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
9Bab
3.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Fairuz harus mendapati takdir pahit saat tunangannya menjalin cinta dengan Ayah kandungnya hingga berlanjut ke jenjang pernikahan saat dirinya mengalami koma. Sebuah kisah tragis, dramatis dan mengharukan

Lihat lebih banyak
Dikhianati Calon Istri Dan Ayah Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
9 Bab
Air Mata Di Saat Koma
 Sebuah peristiwa tragis datang menimpa menjelang akad nikahku dengan Mas Fairuz. Selama dua tahun sebelumnya, kami  terjalin dalam ikatan pertunangan. Beberapa jam sebelum dilangsungkan akad nikah, calon suamiku kecelakaan hingga ia tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit. Mas Fairuz mengalami koma. Sedih, duka membaur dalam hati. Momen yang seharusnya membahagiakan berubah mendukaan.Sudah tak terperikan rasa sedih di hati dan banyaknya derai air mata. Ini adalah Minggu ketiga di rumah sakit di ruangan VVIP.  Aku menjagai seseorang yang hampir mengucapkan ijab Kabulnya sebelum palu takdir memutuskan keadaan yang lain. Mas Fairuz masih belum sadar. Aku dan Ayah mertua bergantian menjagai Mas Fairuz.  "Yang tabah ya, Jes. Jangan terlalu larut dalam kesedihan dan kedukaan. Semoga keadaan Fairuz segera pulih," ujar Ayah mertuaku sambil membarut
Baca selengkapnya
Tekad Kuat Untuk Menikah
"Kau masih belum melakukan akad dengan anakku. Masih sebatas hubungan pertunangan. Hukum membolehkan kita nikah. Maukah kau menerima pinanganku, menikah denganku?" Pinta Pak Roy. Cahaya matanya menggantungkan pengharapan. Tiba-tiba selirih suara Mas Fairuz mengagetkanku. Kudekati, tangannya bergerak. Setetes air mata terjatuh dari sudut matanya. Aku dan Pak Roy saling berpandangan, saling bertanya dalam diam apa yang sebenarnya terjadi dengan Mas Fairuz.  Aku memencet tombol yang menghubungkan ke perawat untuk memberitahukan bahwa pasien harus didatangi karena ada sesuatu. Dua menit kemudian perawat datang. Ia memperhatikan dengan seksama keadaan Mas Fairuz. Jari telunjuknya bergerak dengan beberapa tetes air mati yang berlelehan. Perawat memeriksa keadaan Mas Fairuz. "Apa yang sebenarnya terjadi dengan Fairuz?" Tanya Pak Roy penasaran. "Mengapa pasien koma bisa mengeluarkan air matanya dan meng
Baca selengkapnya
Akad Nikah
"Tidak... tak ada jalan bagiku mengizinkan dan merestuimu menikah dengan Pak Roy". "Apa Bapak akan membiarkan anak Bapak selalu dalam intaian rayuan syetan yang sangat berbahaya. Jika Bapak tak merestui dan mengizinkan, itu tidak menjamin diriku dan Pak Roy untuk menghindari perbuatan zina, Pak." Aku berusaha memengaruhi pemikirannya dengan logika yang kusampaikan. Ayah kembali terdiam dengan wajah menunduk.  "Jika Bapak tak mengizinkan diriku menikah dengan Pak Roy, bisa saja Pak Roy akan menggunakan wali hakim dengan alasan yang dibuat-buat. Jika itu terjadi, sama saja Bapak membiarkan diriku untuk tetap membuka peluang berzina," jelasku mencoba memahamkan. "Baik. Aku izinkan kamu menikah dengan Pak Roy. Tapi ingat Jes, aku sekedar mengizinkan supaya
Baca selengkapnya
Pasca Akad Nikah
Akhirnya prosesi ijab kabul berlangsung. "Saya nikahkan engkau Ananda Roy bin Ihsan Maulana dengan Jesi Kumalasari Binti Hasan dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan logam mulia berupa emas 25 gram dibayar tunai." pamanku yang mewakili bapakku mengucapkan ijabnya.  "Saya terima nikahnya Jesi Kumalasari Binti Hasan dengan mas kawin yang disebutkan," ucap Mas Roy sangat tenang dan penuh keyakinan. Fix, sah dan resmi, mertuaku - dalam konteks hubungan pertunanganku dengan Mas Fairuz sebelumnya - menjadi suamiku. Aku menghampirinya dan mencium tangannya. Pak Roy atau Mas Roy mendaratkan kecupan mesranya di keningku.  Ada perang perasaan yang berkecamuk di dalam dada. Aku m
Baca selengkapnya
Malam Pertama
Kami melanjutkan kemesraan kami di sebuah hotel berbintang lima tepat di pertengahan kota Surabaya. Kami ingin menikmati malam pertama kami sebagaimana umumnya yang dilakukan dua sekolah penganten yang baru memertalikan akadnya. Sebelum kami melaksanakan ritual malam pertama, kami mengawali dengan sholat Sunnah berjamaah dua rokaat. Ini memang terkesan tidak singkron dan kontradiktif dengan pengkhianatan yang kami lakukan pada Mas Fairuz atau dengan kelakuan kami sebelumnya saat di VVIP rumah sakit yang nyaris menjerumuskan kami ke curam kekejian. Tapi apapun itu, ritual sholat berjamaah yang kami lakukan semoga dapat menenangkan hati dan jiwa kami.  Dalam sujudku, aku memohon kepada Allah supaya Mas Fairuz diberikan kesembuhan dan kelegowoan hati dengan takdir yang harus dijalaninya, sehingga jika ia sakit hati denga
Baca selengkapnya
Empati Seorang Perawat
POV Author Kondisi Fairuz makin kritis. Seorang dokter dan perawat melakukan pemeriksaan jantung dengan alat defribilator atau alat kejut jantung karena aktifitas jantung Fairuz  yang tiba-tiba berhenti.  Fairuz sudah berada di ambang batas terakhir hidupnya. Nampaknya hanyalah sebuah keajaiban yang dapat mengubah keadaan.  Di luar ruang ICU, seseorang separuh baya melelehkan air matanya. Tak henti hentinya mulutnya berkomat-kamit dengan dua tangan yang menengadah ke atas.  Wajahnya pucat melihat gerakan jantung Fairuz di Patient monitor yang terkadang menunjukkan garis zig-zag dan terkadang lurus. "Ya All
Baca selengkapnya
Fairuz Bangun Dari Koma
Siapkan tisu gaes!Pengkhianatan yang dilakukan Jesi kepada Fairuz mencipta empati di hati Maria semakin mendalam. Pelan tapi pasti, perasaan empati itu kembali bermetamorfosis menjadi perasaan cinta yang beberapa tahun sebelumnya sudah sempat mereda. Air mata Maria jatuhberduyun-duyun  membayangkan penderitaan batin Fairuz - lelaki yang pernah menjadi tambatan hatinya dan tergolek antara hidup dan mati di hadapannya - oleh pengkhianatan cinta Jesi. Sungguh kejam dan tak bernurani.POV Jesi  Aku terkejut saat melihat ada Bapak di ruang opname Fairuz. Melihat kedatanganku ia keluar dan menghampiriku."Kalian  membiarkan Fairuz
Baca selengkapnya
Rasa Cemburu Roy
"Fairuz benar-benar sadar, Jes?" suara Mas Roy antara tidak percaya dan terkejut bahagia dengan kabar yang kusampaikan. "Iya, Mas." "Alhamdulillah. Puji syukur kepada Allah," ucapnya senang. "Nanti aku kesana". "Baik, Mas. Kutunggu." Aku mengakhiri sambungan telpon. "Ayah mau kesini, Jes?" Tanya Fairuz dengan wajah berbinar. "Bagaimana dengan Ibu?" Pertanyaan ini  membuatku tertegun. Bagaimana aku akan menjelaskan bahwa Ibunya Mas Fairuz sudah meninggal saat dirinya koma.  Aku mengambil waktu sejenak untuk menimbang-nimbang tindakan apa yang harus kulakukan. Apakah aku akan menjawab pertanyaannya dengan jujur tetapi
Baca selengkapnya
Fairuz Kembali Ke Rumah
Aku dan Mas Roy memapah Mas Fairuz melewati koridor rumah sakit. Penasaranku semakin mendalam tentang sosok suster berkalung salib tersebut yang sepertinya didera kesedihan yang teramat parah oleh kepulangan Mas Fairuz. Sejenak kuambil kesempatan  sesaat untuk menoleh. Ya Allah...suster itu masih berdiri mematung dengan menatap kepergian kami. Air wajahnya kian sedih. Buliran kristal cair nampaknya makin meleleh.  Siapakah dia? Apakah ada hubungan emosional antara dia dengan Mas Fairuz? Ataukah dia mengetahui skandal asmaraku dengan Mas Roy sehingga air matanya adalah ekspresi kesedihan melihat drama percintaan Mas Fairuz yang begitu tragis dan dramatis. Wallahu a'lam.<
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status