MAFIA KEJAM

MAFIA KEJAM

Oleh:  Rfkdmynt  On going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
25Bab
5.3KDibaca
Baca
Tambahkan
Report
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Namanya Anita, dia bekerja sebagai reporter pada perusahaan media massa. Suatu hari, wanita cantik dan perawakan sexy itu mendapatkan tugas menyelidiki kasus pembunuhan CEO perusahaan tambang batubara yang diduga dibunuh oleh sekelompok mafia bernama King Yakuza. King Yakuza sendiri merupakan sekumpulan orang yang melakukan kejahatan demi mendapatkan uang. Mereka terkenal kejam dan brutal. Misi yang diberikan klien pun dapat mereka tuntaskan tanpa cela sedikit pun. Hingga kasus meninggalnya seorang CEO tambang batubara, pihak berwajib pun kesulitan menemukan bukti. Bahwa King Yakuza adalah dalang dari semua ini. Agar bisa menangkap pembunuh sebenarnya, pihak kepolisian pun bekerja sama dengan reporter Indonesia untuk menyelidiki kasus tersebut. Kali ini Anita lah yang memegang tanggung jawab ini.

Lihat lebih banyak
MAFIA KEJAM Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
25 chapters
PROLOG
"Apakah kau tidak ingin bersenang-senang denganku, Baby?” Anita kemudian mengeluarkan nada manjanya lagi pada pria itu. Ia yakin dirinya sekarang sudah seperti wanita penghibur kelas kakap.“Kau ingin bersenang-senang denganku?” tanya pria itu sinis.“Tentu saja, ahh-” diluar ekspektasi, Anita merasakan lehernya di cekik oleh pria itu tiba-tiba. Bukan itu saja, Anita juga dilecehkan dan diperkosa oleh pria itu. Niat ingin menyelidiki kasus malah ia berakhir mengenaskan disana.Anita menggelengkan kepalanya sembari menahan bahu pria itu agar menjauh. Tapi semuanya terlambat, mereka sudah bersatu dan pria itu melakukan dengan bringas seolah pria itu sengaja memberikan pelajaran untuk Anita karena berani menantangnya.Lupakan soal kenikmatan yang ia dapatkan dari pria yang pernah bercinta dengannya selama ini. Ia memang bukan wanita suci yang tidak pernah bercinta. Ia pernah melakukan sex dengan salah satu kekasihnya dulu, tapi
Baca selengkapnya
1. PENCARIAN PELAKU
Anita duduk di bangku kafe, di hadapannya ada seorang wanita yang tampak seumuran dengannya. Diketahui orang tersebut adalah rekan reporternya.“Gue udah cari tau, ketua mafia itu akan datang ke klub malam ini. Ini alamat klubnya.” Wanita itu menyodorkan stiker notes kepada Anita. “Dan pasti in Lo datang tempat waktu, sekitar jam 8 malam!”Sambil mendengarkan perkataan Dina, Anita membaca alamat yang diberikan wanita itu kepadanya. “Klub Canadian?” tanya Anita menaikkan satu alisnya lalu memandang Dina.“Iya. Klub itu ada di Jakarta Utara, dan yang boleh masuk hanyalah orang yang memiliki Member card.” jelas Dina santai, tak terpengaruh oleh tatapan Anita yang memandangnya dengan heran.“Jadi Lo nyuruh gue buat datang ke sana? Sementara gue gak punya Member card itu, GIRLS!” ucap Anita menekankan kata ‘girls’ di akhir kalimatnya agar wanita itu sadar atas apa yang diucapk
Baca selengkapnya
2.DIPERKOSA
“Lepaskan!!” Anita kesulitan bernafas. Berulang kali ia menyingkirkan tangan pria itu dari lehernya. “Kau ingin aku melepaskannya?” Samar-samar Anita bisa melihat mata biru pria itu berkilat tajam menatapnya. Dengan kasar, pria itu melepaskan cengkeramannya dileher Anita. Tidak membiarkan Anita bernafas lega, kemudian pria itu menggotong tubuh Anita dan membawanya ke sebuah meja panjang di salah satu ruangan VIP tersebut. “Apa yang akan kau lakukan?” Anita sedikit meringis saat bokongnya menyentuh benda pipih itu dengan kasar. Pria itu tidak menjawab. Anita merasakan tangan pria itu menyusup ke dalam rok mininya dan mengeluarkan celana dalamnya secepat kilat. “Brengsek!” Anita mengumpat sembari menyingkirkan tangan pria itu dari celana dalamnya. Ia menatap nyalang pria itu, bahkan dalam keadaan gelap seperti ini
Baca selengkapnya
3. MENCURIGAKAN
Pagi ini Anita sedang menyusun pakaiannya kedalam koper. Penerbangan pukul sepuluh pagi dan ia menggunakan waktunya untuk membereskan barang-barangnya yang akan dibawanya ke Singapura nanti.  "Oke selesai." Anita duduk ditepi ranjang. Ia memainkan ponselnya sambil menunggu jam sepuluh. Disana ada email masuk kedalam ponselnya. Anita langsung tersenyum saat melihat siapa yang mengirim email itu. To : Anita How are you sweety? I Miss you, sugar. Kamu tahu, bunga mawar mencari kamu. Katanya dia sangat merindukan kamu. Jangan lama-lama disana, dan kembali kesini. Semua merindukan dirimu termasuk aku. Musim panas disini terasa dingin tanpa kehadiran mu. Jangan marah pada Denis lagi, dia sangat menyayangimu. Atas semua kesalahannya itu bukan benar-benar kesalahannya. Dia telah menjelaskan pada kami, I Miss you. Semoga kita bisa bertemu lagi.  Dari pacar kesatu, Zidan.  C
Baca selengkapnya
4. SALAH SANGKA
Disebuah kamar hotel, seorang pria terlihat berdiri didepan kaca besar. Tangan kirinya dimasukkan ke kantong celana dan tangan satu laginya digunakan untuk menjawab telepon dari seseorang.  "Semuanya telah selesai, kita hanya perlu menerima barangnya besok."  Dari lantai lima belas, pria itu bisa melihat pemandangan kota Jakarta yang berkelap-kelip dengan indah. Mobil dan motor-motor tanpa henti berlalu lalang di jalan raya pada malam hari itu.  "Kali ini aku pastikan, kita memilih anjing yang tepat untuk dijadikan budak. Dia tidak se-naif CEO yang dulu kita angkat. Kita bisa memanfaatkannya, lalu setelah itu kita buang dan jadikan dia sebagai kambing hitam."  Masih mendengarkan penuturan dari seberang sana, pria itu berbalik dan berjongkok menghadap wanita yang bersimpuh dibawah kakinya. Kea
Baca selengkapnya
5. CLBK
Anita benar-benar kesal. Bagaimana bisa wanita itu berbohong, ia yakin wanita itu diancam oleh suaminya sehingga tidak berani mengatakan yang sebenarnya. Jelas-jelas ia melihat dengan mata kepala sendiri kalau pria itu menancapkan pistol di pinggang istrinya.    "Kalau kamu kesel karena kita kebagian kelas ekonomi, seharusnya bilang. Jangan main masuk ke kelas satu dan bikin keributan disana." suara Denis terdengar selama mereka berjalan menuju pintu keluar bandara Singapura.   Denis membawa troli barang bawaannya. Anita yang berada disampingnya memutar bola matanya malas. Denis saja tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya tapi sudah ceramah. Seperti dia benar saja. Padahal kan hidupnya penuh dengan kesalahan.    "Kalau diomongin itu didenger." tegur Denis. Anita benar-benar marah sekarang.    "Apaan sih! Kalau enggak tau apa-apa itu diam!" komen Anita pedas.    <
Baca selengkapnya
6. CLBK 2
"ASTAGA DENIS! Ini bukan masalah Lo tidur dengan Siska, gue enggak masalah Lo tidur sama siapapun. Gue udah terbiasa dengan sifat playboy Lo, tapi yang buat gue marah saat itu, kenapa Lo bilang sama Siska kalau gue cuma pemuas nafsu Lo diatas ranjang,"  "Dan yang lebih parah Lo bilang, Lo bakal terus manfaatin gue selama sisa hidup Lo. Emangnya gue gak tau? Lo bilang saat ulangtahun gue. Sesudah tau itu semua, gue berusaha percaya sama Lo, dan bersikap baisa aja. Tapi lo buat gue kecewa setelah beberapa hari Lo deket banget sama Siska, bahkan tidur bareng sama dia. Gimana gue enggak marah coba?"  "Jadi karena masalah itu?" Denis berucap tidak percaya. "Seharusnya kamu nanya dulu ke aku, jangan langsung menyimpulkan DNA kabur gitu aja ke Indonesia. Aku nyariin kamu kayak orang gila tau!" Denis mengusap wajahnya kasar.  "Dengerin.." suaranya berubah lembut seiring tangannya mengambil tangan Anita. 
Baca selengkapnya
7. KEADAAN BERBAHAYA
Besoknya Denis dan Anita pergi ke pesta pernikahan itu, dengan dalih bisa menemukan bukti itu. Akhirnya mereka sampai juga di Mansion mewah tempat berlangsungnya pesta pernikahan.  Anita sudah menceritakan semuanya pada Denis. Termasuk kejadian di pesawat dan di bandara. Denis sempat marah, karena Anita tidak menceritakan sejak awal. Ia pun hanya bisa meminta maaf setelahnya, jangan salahkan Anita karena mereka sempat marahan sebelumnya.  Naik tangga yng berjumlah enam tingkat, Anita dan Denis langsung disambut oleh pria pakaian serba hitam yang bertugas mengecek tamu undangan yng masuk.  Denis menyerahkan undangan berwarna gold itu pada petugas. Setelah mengecek dan menelitinya, Denis dan Anita pun dipersilahkan masuk kedalam. Mereka berdua saling tersenyum. Mengingat kembali rencana apa yang akan mereka lakukan kali ini.  Denis akan pastikan semuanya akan berjalan sesuai rencana
Baca selengkapnya
8. DIKEJAR
"siapa mereka?"    "Mereka adalah suruhan pria itu. Dan kamu tahu, Markus adik kandung Wisnu yang tewas beberapa waktu lalu dan sekarang menjabat sebagai CEO di perusahaan tambang Batubara. Tadi aku lihat sedang menyelundupkan obatan terlarang bersama pria itu." tutur Anita.   "Aku yakin, Markus dan pria itu adalah orang yang membunuh Wisnu. Tapi untuk sementara ini aku punya bukti video tentang penyelundupan itu." terang Anita.    Sekarang mereka berada didalam mobil. Denis yang menyetir mobilnya.    "Kalau begitu kita bisa menangkap mereka dengan bukti itu!" ucap Denis.    "Aku harap begitu." jawab Anita.    Dari kaca spion Anita dapat melihat sebuah mobil sedang membuntuti mereka dari belakang.    "Denis, sepertinya mereka mengejar kita." Anita melihat kebelakang dan benar saja
Baca selengkapnya
10. DITAMPAR
Setelah para penjaga itu berhasil menangkapnya, Anita dibawa kembali ke mansion itu lagi. Ia melihat pria itu duduk diruang tamu yang mewah sambil menatapnya seperti mangsa.   "Kemana pria satunya?" tanya pria itu pada anak buahnya. Matanya masih mengarah ke Anita, seakan ia seorang mangsa yang lemah dan ingin mati.   "Saat kami sedang mengejarnya, tiba-tiba mobil hitam itu datang menyelamatkannya." jelas anak buahnya menunduk.   Mendengar itu semua Anita tersenyum senang, sekarang ia tidak perlu khawatir karena Denis akan menyelamatkannya nanti. Dia terlihat tidak senang melihat Anita tersenyum seperti itu.   "Kau tersenyum?" Pria itu menghampiri Anita. Dia tidak senang melihat Anita tersenyum seperti itu.   "Sekali lagi kau tunjukkan senyum itu!" perintah pria itu menatapnya sengit.   Tentu saja Anita tidak ingin menuruti kemauan pria itu, ia memalingkan wa
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status