Istri Tawanan CEO

Istri Tawanan CEO

Oleh:  Queen Moon  Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.9
Belum ada penilaian
490Bab
408.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Ayahnya acuh tak acuh membiarkan ibu dan adik tiri memfitnah dan mengusirnya dari rumah keluarga Crowen. Dan pria itu, Dario Clark, dengan angkuh memberi kontrak untuk menjadi wanita pemuas nafsunya dan melahirkan anaknya. “Kau telah mencuri benihku, kau harus bertanggung untuk melahirkan anakku.” Aria tidak tahu Dario Clark akan se-brengsek ini! Menelan rasa sakit dan harga dirinya, Aria melarikan diri dari cengkeraman pria itu. Lima tahun kemudian dia kembali dengan membawa dua anak kembarnya, untuk membalas dendam pada keluarganya yang sudah menyakitinya. Namun dia ditangkap oleh Dario Clark. Dia dengan kejam melempar Aria ke atas ranjang. “Aria Crowen, beraninya kau mencuri dan kabur membawa anakku.” “Dario, kau gila!” Aria merintih di bawah kungkungan tubuh pria gila itu. Menyungging senyum menggoda, Dario berbisik dengan suara seperti bisikan iblis di telinganya, “Kau akan tahu seberapa gila aku karenamu.” Dan Aria menyesal pernah tidur dengan Dario Clark, yang hasrat seksualnya seperti binatang buas lima tahun yang lalu.

Lihat lebih banyak
Istri Tawanan CEO Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
490 Bab
Kamar Hotel
“Ugh, panas ....”Sosok gadis bergaun one piece bersandar lemas di dinding hotel, merasakan sensasi panas membakar tubuhnya. Wajahnya memerah tidak wajar, dia bergerak tidak nyaman dan merasa gerah, serasa ingin membuka pakaiannya.Namun dia masih punya rasa malu dan menahan dirinya.Aria bingung apa yang terjadi pada dirinya. Dia jelas tidak mabuk. Dia tidak meminum alkohol. Satu-satunya yang dia minum adalah jus pemberian Melissa Crowen di pesta ulang tahun Kevin.Sambil mempertahankan kesadarannya, gadis itu berjalan tergesa-gesa di lorong hotel.Sekelompok laki-laki yang mengejar Aria terdengar tertawa cabul di ujung lorong.“Ayo cari putri tertua keluarga Crowen. Nona Melissa sudah mengatakan akan memberikan hadiah besar kalau kita berhasil meniduri kakaknya yang cantik bersama-sama.”Melissa?Aria gemetar ketakutan mendengar ucapan mereka. Dia tidak menyangka adik tirinya akan begitu kejam menyuruh
Baca selengkapnya
Dario Clark
“Tuan, tolong ... sentuh aku ... Aku mohon.” Dia memohon dengan lembut sambil terus menempelkan tubuhnya ke lelaki itu. Suara erangan lepas dari mulutnya.Lelaki itu menegang, dia mencengkeram pinggang Aria erat. Dia menunduk menatap gadis dalam pelukannya dengan tatapan intens.Wajah gadis itu memerah dan berkeringat. Mulutnya terbuka mengeluarkan suara erangan yang sensual. Dia sangat cantik.Lelaki itu tetaplah lelaki normal kan? Bagaimana mana dia bisa menolak seorang gadis melemparkan diri ke pelukannya.Lelaki itu tertawa, namun suaranya terdengar dingin tanpa rasa humor.“Aria Crowen, kamu yang meminta ini, jangan menyesal.” Lelaki itu mendesis dengan suara rendah sebelum menarik Aria ke dalam kamarnya. Dia melemparkan  gadis itu ke atas tempat tidur dan menindih tubuhnya.Aria merasakan tubuhnya melayang dan mendarat di sebuah kasur empuk, lalu beban tubuh lelaki itu menindihnya.“Aria Crowen
Baca selengkapnya
Tidur dengan Pacar Teman
Saat fajar menyingsing, Aria terbangun dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Dia mengerjapkan matanya menatap ke sekeliling dengan linglung.Dia perlahan-lahan mendapatkan kembali akal sehatnya. Kenangan segar dari kegilaan semalam muncul di benaknya. Wajahnya memucat melirik pria yang tertidur di sebelahnya dalam keadaan tanpa busana selain selimut yang menutupi tubuh mereka.Dario Clark, tuan muda dari keluarga Clark, adalah seorang pengusaha muda yang sukses, sekaligus pacar dari sahabat Aria, Hanna Stewart. Aria beberapa kali melihatnya saat bertemu dengan Hanna.Apa yang harus dia lakukan?Aria mencengkeram rambutnya frustrasi memikirkan sahabatnya. Bagaimana dia bisa tidur dengan kekasih sahabatnya?! Aria merasa buruk pada dirinya dibandingkan dia kehilangan keperawanannya pada pria yang menjadi kekasih sahabatnya.Aria tidak ingin menghianati sahabatnya. Tanpa menunggu lelaki bangun, dia diam-diam keluar dari selim
Baca selengkapnya
Keluarga Crowen
Dia selalu takut pada Melisa dan ibu tirinya. Mereka adalah orang yang kejam dan menyiksanya setiap saat di rumah.Melisa menyilangkan tangannya di depan dada dan tersenyum licik.“Benar. Bagaimana rasanya menghabiskan malam dengan kelompok pria? Apa mereka sangat memuaskanmu?” Dia memandang Aria dengan penuh penghinaan dan jijik.“Kamu, mengapa kau begitu tega!” Aria menatapnya tidak percaya.Melisa tersenyum sinis saat dia mendekati Aria dan berhenti di depannya.“Karena aku membencimu! Jika bukan karena kamu, Kevin yang akan dijodohkan denganku. Putri tertua keluarga Crowen seharusnya aku. Aku putri sah yang sesungguhnya!”“Melisa, aku dan Kevin dijodohkan sejak kecil. Kau pikir keluarga Derrick akan menjodohkan Kevin denganmu hanya karena kamu anak ayah juga?" kata Aria tak habis pikir dengan pemikiran Melissa yang tidak memiliki kesadaran diri.Ekspresi Melissa menjadi gelap. Dia memeloto
Baca selengkapnya
Penghianatan Kevin
“I-ibu ... anak ... anakku. Tolong anakku Bu. Perutku sakit.”Kevin mendengar itu segera berlutut di sampingnya dengan ekspresi panik dan cemas.“Melissa, kamu baik-baik?”Melissa meraih tangan Kevin dan menangis menyedihkan.“Kevin, perutku sakit ... anak kita ... tolong selamatkan dia ....” isaknya menggenggam tangan Kevin erat dan menatapnya memohon.Darah sedikit mengalir dari bawah gaunnya.“Kevin, bantu selamatkan Melissa, dia tidak boleh kehilangan bayinya. Itu anak kamu!” Emily berpura-pura cemas dan berteriak memohon pada Kevin.Kevin ketakutan mendengar kata-kata Melissa dan Emily.“Bertahanlah, aku akan membawamu ke rumah sakit.” Dia meraih tubuh Melissa dari pangkuan Emily dan mengendongnya sambil berdiri.“Anak?” Aria mendengar percakapan mereka membeku.Bagaimana Melissa bisa mengandung anak Kevin? Kevin adalah tunangannya!<
Baca selengkapnya
Akting Sempurna
Sesampainya dia di rumah sakit, Aria bertanya kamar rawat Melissa di meja resepsionis.Setelah mendapatkan nomor kamar Melissa, Aria menuju ke lantai tujuh yang dikhususkan untuk pasien VIP.Aria berhenti di depan pintu kamar rawat Melissa yang tertutup. Dia mengangkat tangannya ragu-ragu ingin membuka pintu itu.Dia mendengar suara Melissa dari dalam tampak sedang mengobrol riang.Saat Aria mengintip dari balik kaca kecil di pintu, dia melihat keluarga Derrick sedang mengobrol hangat dengan Stefan dan Emily.Kevin duduk di sebalah Melissa yang mengenakan pakaian pasien dan mengupas jeruk untuknya. Dia merawatnya seperti seorang suami. Mereka seperti pasangan yang mesra.Aria mengepalkan tangan di sisi tubuhnya melihat adegan itu dari balik kaca.Wajah semua orang sangat ceria, tidak seperti keluarga Derrick terganggu dengan berita kehamilan Melissa yang mengandung anak Kevin yang merupakan tunangan Aria.Aria menarik napas dal
Baca selengkapnya
Wajah Asli Keluarga Derrick
Kevin mencengkeram ponsel Emily erat-erat dan menatap Aria dengan mata merah menahan amarah.“Tidak pernah berselingkuh? Lalu apa ini?!” Kevin menunjukkan foto-foto Aria ke wajah gadis itu kasar.“Kamu berpura-pura menyedihkan menuduhku berselingkuh dengan Melissa dan bahkan ingin membunuh anakku? Tapi lihat dirimu berselingkuh dengan banyak pria berbeda di belakangku, kamu jalang menjijikkan!” ujar pria itu meludah dingin.Wajah Aria sangat pucat melihat foto-foto yang memuat wajahnya bersama pria yang sama sekali tidak dikenalnya.“Itu bukan aku, Kevin percayalah padaku, aku tidak-tidak mengenal pria-pria itu,” ujarnya membantah kalut.“Kevin, biar Ibu lihat.” Kate menghampiri Kevin dan meminta ponsel Emily.Kevin menyerahkan ponsel Emily padanya dengan ekspresi muram.Emily tersenyum puas melihat Kate melihat foto-foto Aria yang seperti pelacur. Dia tak lupa mengompori, &
Baca selengkapnya
Di usir
Kevin membanting pintu dengan keras hingga menarik perhatian beberapa pengunjung yang lewat.Mereka berbisik-bisik melihat seorang gadis duduk di lantai dengan menyedihkan.Di ujung lorong seorang pria berjas hitam dengan jahitan khusus dan mewah berhenti sesaat. Dia mengernyit menatap gadis yang duduk di atas lantai rumah sakit. Tangannya di masukan ke dalam saku celananya menatap Aria dari kejauhan dengan ekspresi datar.“Tuan Clark, ada apa?” Sekretaris di sebelahnya bertanya melihat Dario tiba-tiba berhenti.Dario tidak menjawab, dia menatap lurus gadis yang masih duduk di lantai.Aria menyadari pandangan para pengunjung pada dirinya. Dia dengan cepat.Dia dengan cepat bangkit sambil menghapus air matanya. Pipinya terasa perih saat dia mengusap air matanya. Aria meraba pipinya dengan ekspresi muram. Bayangan saat Kate menamparnya terbayang-bayang dalam benaknya. Baik ayahnya dan Kevin hanya menatapnya dengan mata dingin saat
Baca selengkapnya
Keluarga yang tidak Tahu Diri
“Apa yang kamu tunggu, cepat pergi dari sini sebelum kami memanggil satpam untuk mengusirmu!”Aria mengepalkan tangannya. Dia tidak ingin berharap kasih sayang pada Stefan lagi. Dia menatap ayahnya dengan berani. “Ini rumah ibuku, aku tidak akan pergi dari rumah ini!” serunya mengepalkannya.“Yang seharusnya pergi dari rumah ibuku adalah kalian!”Raut wajah Emily dan Stefan sontak berubah. Stefan mengangkat tangannya menampar Aria.“Anak kurang ajar!”Suara tamparan itu bergema di halaman.Melissa dan Emily menutup mulut terkejut melihat Stefan menampar Aria untuk pertama kalinya. Namun raut wajah mereka berubah menjadi ekspresi puas dan mengejek pada Aria.Aria membeku, kepalanya menoleh ke samping akibat tamparan keras Stefan. Wajahnya yang memar parah semakin memar dan bengkak karena tamparan ayahnya.Aria memegang pipinya sambil menoleh menatap Stefan, mat
Baca selengkapnya
Menginginkannya.
Ketika Aria sampai di rumah sakit. Dia melihat kamar rawat Ramus VIP di pindahkan ke bangsal biasa.Aria bersyukur rumah sakit tidak segera mencabut peralatan medis dari tubuh Ramus dan tidak menyebabkannya meninggal.“Terima kasih suster.” Aria berterima kasih pada suster yang bertugas jaga merawat bangsal adiknya.“Apa kamu keluarga dari pasien ini?” Suster itu bertanya sambil memegang papan grafik di tangannya.Aria menganggukkan kepalanya.“Benar suster, saya kakak Ramus.”“Keluargamu sudah mencabut biaya perawatan pasien. Kami tidak bisa merawat pasien ini lagi dan harus mencabut peralatan medis di tubuh pasien. Jika Anda ingin melanjutkan perawatan pasien, mohon untuk segera membayar biaya rumah sakit atau kami harus dengan terpaksa mencabut peralatan medis di tubuh pasien,” ujar Suster itu membaca catatan medis Ramus di tangannya.Aria meraih tangan suster itu dengan cemas.Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status