My Unlimited Love

My Unlimited Love

Oleh:  Rani Deeva  On going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
5Bab
246Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Rani adalah seorang gadis yang memilih untuk tetap melajang dan menolak lamaran banyak pria hanya demi menunggu sebuah jawaban terakhir dari Rangga, cinta sejatinya yang meninggalkannya tanpa keputusan bertahun yang lalu. Ia telah berusaha menghindar dari masa lalu nya yang kelam dengan pindah ke Bali untuk melanjutkan hidup tanpa nyinyiran kerabatnya yang selalu menanyakan kapan menikah. Namun ketika guru spiritualnya meninggal ia bermimpi diminta oleh gurunya untuk menyelesaikan kisah cintanya dengan Rangga yang telah bertahun menghilang. Pencarian terhadap jawaban terakhir dari Rangga ternyata membawanya pada banyak kejadian mistis yang menunjukkan bahwa sebenarnya Rani adalah keturunan bangsawan dengan kekuatan supranatural yang istimewa. Akhirnya Rani pun mengetahui juga bahwa Rangga telah meninggal sekian lama dan rohnya masih belum menemukan kedamaian jika belum bertemu Rani. Akankah Rani bersedia memaafkan Rangga untuk terakhir kalinya dan membantunya menemukan kedamaian yang dinantikannya sebelum menuntaskan pengembaraannya di dunia?

Lihat lebih banyak
My Unlimited Love Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
5 Bab
Perjanjian Abadi
"Kamu hanya punya satu kesempatan terakhir, Rani. Satu kesempatan saja. Tidak ada lagi yang kedua. Ini terakhir kalinya kukabulkan permintaanmu,.." Aku mendengar sayup-sayup suara lelaki tua yang berada di kejauhan namun terasa begitu jelas semua kata-kata terucapkan."Apa maksudmu yang terakhir?""Kamu telah banyak meminta padaku selama hidup...kini waktumu telah habis di dunia,...""Ja...jadi, aku sudah mati saat ini? Ttta, tapi...""Tidak ada lagi tawar menawar untukmu, Rani. Telah kuberikan semua yang kamu mau ketika kita masih hidup, dan kini di alam ini aku tidak bisa lagi memenuhi semua permintaanmu,""Kita? Apakah aku mengenalmu?" kucoba untuk mengingat suara pria tua yang semakin menjauh itu. "Apakah sebelumnya aku pernah bertemu denganmu?" "He he he... Kamu lupa denganku kah Rani? Dengan penampakanku ini?" Tiba-tiba suara itu menguat kembali dan mendekatiku. Aku membalikkan badan hingga tampaklah sosok Pa
Baca selengkapnya
Pelarian
Aku masih tidak habis pikir akan kejadian yang kualami minggu lalu. Hanya karena tertidur di sore hari ketika tengah merevisi laporan pekerjaan, aku mendadak merasakan perjalanan menembus alam lain. Yang satu bertemu dengan Pakdhe ku yang telah tiada, satunya lagi serasa nyasar ke rumah sakit di masa lalu. Dan kini menyebabkan aku tak lagi berani tidur sore, persis seperti dulu tembang yang pernah kunyanyikan semasa Pakdhe masih hidup. Pupuh Asmaradhana, demikian jenis tembangnya. Atau mungkin Kinanti, mungkin yang lain... Aku lupa setiap nama tembangnya tetapi tidak dengan sosok Pakdhe yang memperkenalkannya padaku.Tapi memang tidak baik jika tertidur sore sebab bisa membawa pengaruh buruk seperti yang kualami ketika itu. Membayangkan kembali tersesat di alam tak kasat mata dan juga di masa lalu sudah terasa sangat menyiksa buatku. Tentu tidak berlaku jika aku bisa mengubah masa lalu, batinku. Terutama semua yang terkait tentang Rangga.Ah...R
Baca selengkapnya
Matedjo Rijswijk
Aku berusaha meyakinkan diri akan kebenaran yang kuhadapi. Benarkah ini Rangga dalam rupa yang berbeda setelah sekian tahun kami tidak bertemu?Ataukah hanya khayalanku lagi seperti yang lalu?Tetapi khayalan macam apa yang terlihat begitu nyata dalam dunia virtual seperti ini. Foto-fotonya yang ada dalam album profilnya terlihat sangat persis sekali dengan yang  kuingat pada profilnya saat itu. Tetapi bagaimanapun aku harus berusaha tenang di percakapan ini. Karena jika tidak, instingku berkata ia akan kembali lagi menghilang. Persis seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu.Lagipula, seiring berjalannya waktu kini aku tidak lagi merindukan Rangga dalam mimpiku. Yang kuingin sebenarnya selalu sama sejak dulu: sebuah jawaban.Ya, sebuah jawaban akan kepergiannya yang tanpa alasan. Tanpa sepatah kata pun untuk mengucap selamat tinggal dan merelakanku untuk melupakannya, selamanya.Tetapi sayangnya, hingga dua belas tahun sejak pertama ber
Baca selengkapnya
Turangga Wisesa
Demikianlah aku mengingat nama lengkapnya ketika tanpa sengaja KTP-nya terjatuh saat kami tengah makan berdua: Turangga Wisesa. Sebuah nama yang singkat tapi bermakna mendalam meski yang kutahu dalam bahasa Jawa, Turangga berarti adalah kuda. Dan biasanya digunakan dalam grup kesenian Jaranan sebagai nama perkumpulan mereka setiap pentas. Aku tidak tahu latar belakang dibalik penamaannya itu, yang jelas semenjak mengenal Rangga, kisah cintaku sangat berbeda dari yang sebelumnya. Pemuda yang jauh dari kesan tampan apalagi eksotis seperti yang kini tengah trending, juga tak memiliki keturunan berlimang harta kekayaan. Bayangkan, selama kami bersama, jangankan untuk sering bertemu, bahkan untuk membalas pesanku saja ia sangat jarang. Dan seringnya hanya berupa pesan pendek. Kami pun jarang berbicara di telepon...sekalinya bercerita paling banyak hanya sepuluh menit saja. Tidak banyak momen yang dapat kuingat bersamanya selain momen
Baca selengkapnya
Kenangan Dari Taiwan
Aku menutup halaman buku harianku itu dengan perlahan, menyelipkan daun keringnya sebagai pembatas antar halaman dari lembaran yang telah mulai usang.Tanpa terasa karena terlalu terbawa kenangan dalam setiap lembar buku harian itu, waktu ternyata telah menunjukkan tengah hari. Reminder di ponselku mengingatkan, pukul empat aku harus sudah sampai di kafe milik bosku. Meeting akhir bulan sepert biasa. Dan ternyata aku belum mandi, hingga saat ini! Karena waktu yang cukup dekat, kuputuskan untuk mandi sekitaran pukul tiga sore saja. Masih ada waktu sedikit untuk kembali rebahan sambil menikmati brunch favoritku yang akan kupesan dari delivery online.Baru saja mau membuka aplikasi delivery online favoritku, ada panggilan masuk. Dari managerku, mami Freya - perempuan Belanda asli yang telah lama tinggal di Indonesia hingga bahasa Indonesia nya sudah hampir sempurna dibanding aku yang terlahir dalam bahasa campursari Jawa-Sunda ini. "Ran, nanti
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status