Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

Oleh:  Enday Hidayat  Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
79Bab
3.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Kisah anak muda yang harus hidup bersanding dengan seorang puteri mahkota dari kerajaan jin karena perjanjian leluhur. Segala upaya dilakukan untuk menghindari perjanjian, namun peristiwa demi peristiwa menempanya jadi pendekar tanpa tanding yang dituntut untuk menumpas pemberontakan di wilayah kerajaan, dan semakin menguatkan bahwa perjanjian leluhur adalah takdir. Dapatkah ia menemukan jalan pulang dan memenuhi janjinya pada orang tua?

Lihat lebih banyak
Perjanjian Leluhur Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
79 Bab
01. Benci pada Diri Sendiri
Jaka paling benci jadi orang miskin. Tapi kondisi itulah yang lagi dijalani sekarang. Jadi anak tunggal harusnya membuat ia senang. Tidak ada saingan dalam keluarga. Tapi apa yang dapat dibanggakan?Ayahnya adalah seorang petani miskin. Tinggal di rumah bilik di kaki gunung, dengan beberapa tetangga yang tidak jauh beda.Hebatnya petani ini bisa menelurkan anak jadi sarjana. Wisuda bulan kemarin adalah pengukuhan dirinya jadi seorang pengangguran.Jaka sudah melayangkan lamaran ke beberapa kantor perusahaan, belum ada panggilan. Untuk sementara, ia mencangkul di ladang membantu ayahnya. Pendidikan tinggi tidak serta merta membuatnya pintar mencangkul. Abah tertawa melihat anaknya duduk kepayahan di bawah pohon jengkol, padahal baru sebentar bekerja.Ia biasa menggunakan ballpoint untuk menulis di atas kertas, pada saat menggunakan cangkul untuk bekerja di atas lahan tentu perlu kemauan keras. Abah adalah satu-satunya warga kampung yang bahagia jadi orang miskin. Hidup dalam keterbata
Baca selengkapnya
02. Cermin Ajaib
Ratu Nusakencana tampak murung memandang cermin besar yang terdapat di sudut kamar dengan interior sangat indah dan perabotan terbuat dari emas. Cermin itu terlihat kosong tidak memberi petunjuk apapun.Ia kuatir cermin itu murka karena situasi kerajaan yang sedikit kacau dengan adanya pemberontakan di wilayah barat. Negeri yang gemah ripah loh jinawi terkotori oleh tangan-tangan serakah."Kekacauan terjadi bukan karena kesalahan kerajaan," hibur Pangeran Wikudara. "Ketamakan Tapak Mega untuk memisahkan wilayah barat membuat rakyat tercekam. Jadi tidak ada alasan cermin mustika murka kepada dinda.""Besok malam adalah purnama yang dijanjikan," keluh Ratu Nusakencana gelisah. "Tanggal 23 kliwon adalah hari leluhur kanda bersumpah di altar kehidupan.""Dengan demikian pemuda itu sudah genap berusia 23 tahun," gumam Pangeran Wikudara sambil duduk di kursi bertahtakan permata. "Peristiwa seperti ini pernah terjadi sebelumnya di jaman mendiang ibunda ratu?""Tidak pernah," sahut Ratu Nusake
Baca selengkapnya
03. Malam Perjanjian
"Kamu segera siap-siap," kata Ambu sambil masuk ke dalam kamar. "Ada perlombaan galah asin antar keluarga malam nanti."Galah asin adalah permainan tradisional yang dimainkan oleh 3-5 orang. Di kampung biasa dimainkan pada saat bulan purnama.Jaka menatap ibunya seolah tak percaya. "Kita hidup di abad berapa, Ambu? Orang sudah bolak-balik ke bulan, kita masih berkutat di abad kegelapan.""Tradisi itu perlu dipertahankan untuk identitas kampung.""Identitas main galah asin," sindir Jaka separuh mencemooh. "Tidak ada yang lebih bergengsi apa?"Ambu memandang heran. "Kamu ini kenapa sih? Biasanya tiap purnama main galah asin sampai tengah malam.""Malam ini aku ingin menghadiri ulang tahun pacarku.""Sudahlah, lupakan Nabila. Ia tidak cocok untukmu.""Orang tuanya juga ngomong begitu," sahut Jaka keki. "Kalau cinta sudah berkibar, apa angin bisa berhenti?"Larangan itu muncul karena ia anak petani miskin. Puteri hartawan secantik Nabila katanya turun derajat kalau naik motor butut, padaha
Baca selengkapnya
04. Taksi Online
"Hati-hati," pesan Abah ketika Jaka pamit pergi. "Lekas pulang kalau acara sudah selesai.""Ya, Abah."Pria separuh baya itu curiga melihat sopir taksi yang demikian gagah dan berpenampilan rapi. Agak janggal mengenakan kacamata hitam menjelang malam begini. Barangkali ingin menutupi mata dari pemandangan kampung yang menjemukan. Kebanyakan orang yang duduk-duduk di beranda berusia lanjut. Sopir itu duduk menunggu dengan sabar di belakang kemudi. "Perasaanku agak lain dengan sopir itu," gumam Abah. "Benar kan taksi ini yang di-booking Nabila?" "Benar, Abah," sahut Jaka. "Nomor polisinya cocok dengan nomor yang dikirim.""Sopirnya membuat Abah ragu.""Keren banget ya?""Jangan-jangan bunian."Bunian adalah makhluk halus yang suka menampakkan diri dalam paras yang rupawan. Ia kadang menjadi bagian dari komunitas manusia dan menjalankan aktivitas sebagaimana biasa. Ia merayu manusia untuk ikut ke alamnya yang sangat indah sehingga lupa untuk pulang.Jaka tersenyum. "Abah ini ada-ada saj
Baca selengkapnya
05. Purnama Bersedih
Cerita penduduk tentang keangkeran hutan bunian ternyata mitos belaka. Mereka melewati hutan itu dengan lancar tanpa ada bunian yang memberhentikan mobil untuk menumpang ke kota atau sekedar tebar pesona.Atau tidak ada bunian yang tertarik kepada mereka sehingga enggan untuk menampakkan diri? Bunian tahu yang mengendarai mobil ini adalah Fredy Erlangga, seorang pemuda yang berharap dapat bercinta dengan makhluk selain manusia."Giliran ditunggu-tunggu tidak muncul," kata Fredy separuh kecewa. "Atau semua itu cuma omong kosong?"Malam ini adalah malam yang seharusnya mereka muncul. Penduduk sampai tidak ada yang berani lewat setelah malam tiba, saking santernya cerita itu. "Mereka ngeri melihatmu," sahut Jaka tersenyum. "Jadi tidak berani muncul.""Wajahku seram ya?""Kelewat keren. Jadi mereka tidak percaya kalau kamu manusia.""Aku tahu kamu lagi bicara tentang diri sendiri. Kamu tidak pantas jadi anak petani."Aku memang bukan anak petani, sahut Jaka dalam hati. Aku anak saudagar k
Baca selengkapnya
06. Gerbang Gaib
Taksi keluar dari basement dan berhenti di pelataran lobi. Kaca depan terbuka perlahan, muncul kepala Fredy dan berteriak, "Cepetan naik! Kita harus segera pergi!""Aku menunggu acara selesai," sahut Jaka santai. "Sebentar lagi Nabila keluar."Ia tidak mau pulang sebelum pacarnya muncul. Nabila pasti kecewa."Aku sudah ngomong sama Nabila!" seru Fredy. "Ia minta kamu untuk segera pergi!"Jaka terpaksa menghampiri dan masuk ke dalam mobil. Belum juga ia sempat memasang sabuk pengaman, taksi sudah melesat separuh terbang meninggalkan pelataran lobi.Fredy mengendarai taksi dengan kencang. Melalap habis kendaraan yang memadati jalan raya. Tidak bisa merangsek maju lewat jalur kanan, menyalip lewat jalur lambat. Masa bodoh dengan bunyi klakson yang terdengar sengit dari mobil lain."Kamu ini kayak dikejar setan," keluh Jaka. "Kalau begini caramu mengemudi, aku bukan segera sampai ke rumah, tapi mampir di rumah sakit.""Aku ingin menyelamatkan kamu dari kejaran debt collector," kata Fredy.
Baca selengkapnya
07. Fenomena Aneh
Mereka berhenti mendorong taksi setelah tiba di pinggir jalan sehingga tidak mengganggu lalu lalang kendaraan, jika ada. Malam begini kemungkinan kecil kendaraan berani lewat jalan ini."Perlu bantuan apa lagi?" tanya Jaka. "Asal jangan minta pijat plus plus.""Sudah pergi sana. Jangan iri kalau cover girl bunian mengajakku kencan.""Aku pulang dulu ya. Hati-hati." "Kamu juga."Jaka berjalan meninggalkan tempat itu sambil berkata, "Bunian kayaknya berani muncul kalau kita pisah, ia tidak bingung pilih yang mana. Ada yang lebih ganteng tapi kere." "Semoga ia mendatangi aku, lumayan buat menghangatkan badan."Fredy duduk beristirahat di kabin. Lumayan menguras tenaga juga mendorong mobil ke sisi jalan. Apes sekali malam ini, pertama kali jadi sopir taksi ban kempes di tengah hutan.Jaka sebenarnya tidak tega meninggalkan Fredy sendirian. Ia merasa tenang karena di hutan ini tidak pernah terdengar ada perampokan. Barangkali keangkeran hutan ini membuat mereka ciut nyalinya.Jaka terpaks
Baca selengkapnya
08. Calon Terpilih
Ratu Nusakencana terbangun dari tidurnya. Ia beranjak turun dari pembaringan. Biasanya ada petunjuk penting di cermin mustika jika ia terjaga secara mendadak.Sang ratu segera berjalan ke tempat cermin mustika berada untuk mengetahui apa yang terjadi. Mungkinkah pemberontak itu berhasil menguasai wilayah barat padahal sudah dikirim beberapa ratus prajurit tambahan?Ratu Nusakencana terkejut bercampur bahagia manakala di cermin terpampang seorang pemuda yang duduk bersandar di kursi taksi seperti kebingungan. Tapi mengapa ia membawa teman? Sudah pasti ia bukan menunggu dijemput!Baginda ratu sebenarnya ingin menggunakan ajian Sambung Kalbu untuk menghubungi Patih Mahameru karena lebih praktis, tapi kuatir patih itu berada di keramaian sehingga mengundang kecurigaan manusia. Ia terpaksa berkomunikasi lewat gadget."Engkau ada di mana?" tanya Ratu Nusakencana."Hamba baru masuk ke sebuah diskotik, Gusti Ratu." Terdengar suara Patih Mahameru di speaker gadget. "Lagi mengamati pengunjung ya
Baca selengkapnya
09. Bukan Jalan Biasa
Fredy mengemudikan taksi dengan kencang. Taksi meluncur mulus di jalan raya seolah semua ban normal. Ia tambah kecepatan, mobil tidak mengalami guncangan sedikitpun, padahal melewati jalan berlubang.Fredy heran. "Aku sempat lihat sebelum berangkat ban masih kempes. Keanehan apa lagi ini?""Keanehan kalau menyenangkan patut kita syukuri," sahut Jaka. "Jadi jalan saja terus."Ia tidak peduli dengan segala keanehan yang terjadi. Yang penting cepat sampai di rumah. Malam sudah menjelang fajar. Abah dan Ambu pasti gelisah menunggu. Sangkaannya ia dijemput oleh utusan dari kerajaan, padahal terjebak di hutan sialan ini."Mobil jalan kan?" tanya Fredy."Terbang juga bodo amat.""Maksudnya tidak bergerak di tempat.""Kamu lihat pepohonan terlewati, berarti mobil ini tidak bergerak di tempat.""Kamu tidak merasakan sesuatu yang ganjil?""Nikmati saja keganjilan ini. Tidak usah banyak berpikir."Jaka sudah lelah memikirkan kejadian malam ini. Mereka banyak mengalami peristiwa yang susah diterim
Baca selengkapnya
10. Pondok Cinta
Sebuah bangunan besar bertingkat terbuat dari kayu langka terlihat sangat indah dengan lampu lampion bermodel unik dan antik. Di pelataran terdapat pendopo memanjang dengan sekat-sekat kecil untuk menambatkan puluhan ekor kuda, dan saat itu terisi semua.Pondok Cinta, begitu pengunjung menyebut penginapan itu. Satu-satunya rumah bordir yang ada di wilayah barat. Di penginapan ini tidak hanya tersedia layanan kebutuhan batin, tamu bebas untuk berjudi dan pesta tuak semalam suntuk, asal tidak membuat keributan. Jika ada yang berani berbuat onar, beberapa penjaga berilmu tinggi siap untuk mengusir.Jadi pondok itu aman untuk tamu yang sekedar singgah buat mengisi perut atau beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.Beberapa kamar disediakan untuk pengelana rimba, begitu mereka menyebut tamu yang sekedar mampir untuk makan atau menginap. Sementara untuk pengelana cinta ada banyak kamar yang di dalamnya dihuni perempuan cantik. Mereka tidak menjajakan rayuan, tapi menunggu tamu di dala
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status