KAPAN AYAH PULANG

KAPAN AYAH PULANG

Oleh:  SRP  Tamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
197Bab
4.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Kesedihan Faiz yang ditinggalkan Ayah, karena perselingkuhan Ibunya. Penderitaan tidak hanya dialami Faiz, tapi juga Ibunya. Ternyata Ayah sambung Faiz yang bernama Darto adalah orang yang jahat. Faiz dan Ibunya berusaha kabur dari kehidupan Darto.

Lihat lebih banyak
KAPAN AYAH PULANG Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
197 Bab
KAPAN AYAH PULANG
KAPAN AYAH PULANG   BAB KE : PERTAMA    ADA APA DENGAN AYAH    18+   POV   :  FAIZ      Ayah menciumku bertubi-tubi, tak biasanya Ayah seperti itu. Biasanya kalau Ayah mau pergi kerja, beliau hanya mencium pipi dan memperhatikan, setelah itu pamitan ... hanya itu.<
Baca selengkapnya
DIPUKUL IBU
KAPAN AYAH PULANG  BAB KE  :  2 DIPUKUL IBU POV  :  FAIZ  18+"Tina! Urus anak kamu itu! Sudah sore belum juga mandi. Ngapain tiap hari duduk di depan pintu. Sudah gila anak kamu itu, ya?!" Suara Om Darto melengking dari dalam rumah, diiringi dengan kasak-kusuk Ibu yang keluar dari kamar. Pertanda sebentar lagi aku akan digiring Ibu untuk mandi.Walau suara itu mengagetkan, tapi aku tidak beranjak dari duduk. Mataku hanya melirik sebentar ke dalam. Ke arahnya. Setelah itu beralih lagi menatap gang jalan yang cukup jauh dari rumahku.Gang yang selama ini selalu menghadirkan harapan di hati. Harapan kemunculan seseorang dari sana. Sosok yang sangat aku rindu.... Ayah!Tapi, sejauh ini. Harapan itu masih sia-sia, yang membuat hatiku selalu kecewa. Karena Ayah tidak pernah muncul dari sana. Entah kemana Ayah pergi! Begitu lama bel
Baca selengkapnya
FAIZ PINGSAN
KAPAN AYAH PULANG BAB :  3  FAIZ  PINGSAN  18+ POV :  DUDUN "Ya Allah ... kenapa si Faiz, Mas?!"Aku dikejutkan oleh teriakan Ibu. Sarung kembali ku lemparkan ke atas ranjang. Gegas aku keluar kamar. Mengabaikan niatku untuk pergi salat berjama'ah ke langgar."Faiz kenapa, Yah?!" tanyaku penuh cemas, ketika melihat Ayah memasuki rumah dengan menggendong Faiz. "Di pukul Tina," jawab Ayah. Mungkin jawaban itu untuk Ibu, tapi aku jadi tau apa sebenarnya yang terjadi dengan Faiz, sahabatku itu.Kasihan Si Faiz! Sejak Ayahnya pergi, dia semakin sering dimarahi. Bahkan tidak jarang dipukul. Dulu Faiz juga sering diomelin Ibunya, tapi tidak sampai dipukul, karena selalu ada Ayahnya yang melindungi.Kini yang melindungi itu telah pergi. Kata orang, aAyah Faiz pergi merantau dan tak pulang-pulang. Kata orang juga ... Ta
Baca selengkapnya
ULTIMATUM MAS DARTO
KAPAN AYAH PULANG BAB KE :  4ULTIMATUM MAS DARTO 18+POV :  TINA "Tidak bisa lagi, Tina! Aku tidak bisa lagi bertahan di sini. Aku sudah tidak memiliki pekerjaan, aku tidak bisa hidup tanpa uang, sementara semua simpananmu telah habis. Mencari pekerjaan di sini, jelas aku tidak mampu ... mau cari kerja di mana? Apa lagi sikap masyarakat sini yang selalu sinis terhadap kita, membuat aku semakin tidak betah. Setelah kamu memukul Faiz sampai berdarah, pasti mereka semakin tidak senang terhadap kita. Lihatlah, betapa bencinya tatapan Mas Kemal waktu itu. Bisa saja orang tidak waras seperti dia menggor*k kita suatu saat. Kalau kamu masih kekeh tetap ingin tinggal di sini, terserah! Aku akan kembali ke kampungku sendiri. Itu artinya rumah tangga kita bubar!"Ultimatum Mas Darto siang tadi membuat aku gelisah. Walau kantuk telah menyerang namun mata tidak mau terpejam. Mungkin hal
Baca selengkapnya
MENYESAL
MENYESALBAB KE 5POV  :  TINA"Belum tidur?"Lamunanku dibuyarkan oleh suara Mas Darto. Aku menggeleng setelah menoleh ke arahnya."Kenapa?" tanyanya, lalu menggeliat. Terdengar suara gemeretuk dari tubuhnya, mungkin dari tulang persendian yang beradu.Dia bangun dan duduk bersandar di sisi ranjang. Akupun ikut bangun dan melakukan hal yang sama. Kini kami duduk sejajar sambil bersilonjor."Aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan," jawabku sambil merapikan rambut."Soal rencana mau pergi ke kampung aku itu?" tanyanya menebak."Iya, aku seperti menghadapi buah simalakama.""Kenapa harus begitu? Itu kan cuma pilihan! Kamu boleh memilih apa yang kamu inginkan. Kalau mau ikut bersamaku, ayo! Kalau tidak, aku tidak memaksa!"Aku me
Baca selengkapnya
MENJEMPUT FAIZ
BAB KE 6MENJEMPUT FAIZ POV : NITA"Faiz ... jangan menangis! Ibu mu kan telah datang!"Suara Dudun beriring isak membuat aku mengangkat wajah. Dari sela bahu dan leher Faiz aku mengarahkan pandangan pada bocah itu. Dudun perlahan menghampiri kami, terlihat dari matanya menggulir tetesan bening yang jatuh di pipi. Baca selengkapnya
KEINDAHAN BERSAMA IBU
BAB KE  :  7KEINDAHAN BERSAMA IBU Malam itu Faiz di lepas dengan lambaian tangan oleh keluarga Mas Kemal."Hati-hati di sana ya, Faiz! Kalau Om Darto melotot, kabur aja ke sini!" teriak Dudun dalam isak, ketika Tina dan Faiz baru berjalan berapa langkah.Jelas teriakan Dudun itu membuat keki hati Tina. Bocah ini benar-benar tukang hasut kelas berat, batin Ibu Faiz tersebut."Iya, Dun!?" balas Faiz dengan teriakan juga. Dia menoleh ke belakang sambil melambaikan tangan.Dengan cepat Tina meraih tangan Faiz, meraih dengan lembut dan tak melepaskannya. Sehingga mereka berjalan sambil bergandeng tangan.Peringatan Dudun mungkin karena rasa persahabatan yang kental antara mereka. Rasa takut akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap Faiz.Apa lagi hati Dudun sedang dipenuhi oleh rasa khawatir. Khawatir tidak akan bertemu lagi dengan Faiz ... khawatir Faiz akan di pelototin Om Darto dan khawa
Baca selengkapnya
TIDUR BERSAMA IBU
TIDUR BERSAMA IBU BAB KE :  8Di ambang pintu, Tina tidak mengetuk seperti perkiraan Faiz. Cukup sekali dorong, pintu itu telah terbuka. Mereka masuk tanpa salam.Faiz merapat mengikuti langkah Ibunya dari belakang, dengan kedua tangan berpegangan pada baju Tina. Sekali-kali mata Faiz mengintip lewat punggung Ibunya.  Menyapu ruang depan mencari sosok Darto. Entah kenapa ada rasa malas di hati Faiz untuk bertemu dengan Darto. Untunglah di dekat meja ruang depan, sosok itu tak terlihat.Walau menurut Tina, Om Darto sudah jadi baik. Tapi Faiz tetap tidak berani bertemu dengannya. Faiz takut di pelototin.Tina terus melangkah menuju ruang tengah yang berbatas dengan dapur dan kamar mandi. Sebelum memasuki ruang tengah, Faiz menghentikan langkahnya. Sehingga bagian baju Tina yang dipegang Faiz seperti ditarik dari belakang.Tina pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang menatap Faiz."Aku tidak mau ke san
Baca selengkapnya
CELENGAN FAIZ
KAPAN AYAH PULANG BAB KE : 9CELEENGAN FAIZSetelah Faiz tidur, perlahan Tina turun dari ranjang. Dia turun dengan hati-hati, memastikan tidak ada suara atau gerakkan yang bisa mengganggu kenyenyakkan Faiz. Bahkan ketika menuju pintu kamar, Tina berjalan dengan mengendap-endap. Menjaga langkahnya agar tidak menimbulkan suara sedikit pun.Baca selengkapnya
KESEDIHAN THORIQ
KESEDIHAN THORIQ BAB KE  :  10Bus berjalan pelan di sela perbukitan membelah jalan utama antar provinsi. Medan yang sulit, dengan belokan dan tanjakkan di sisi lereng membuat awak armada harus ekstra hati-hati.Berapa kali penumpang seperti di ayun saat bus merambah area yang tak rata dan menurun. Perjalanan ini sangat berat dan melelahkan bagi sebagian besar penumpang. Wajah mereka begitu kuyu dan terlihat letih.Wajah kuyu dan letih itu juga tersirat dari muka Thoriq. Lelaki yang hanya duduk diam dekat jendela. Bangku di sebelahnya kosong, sehingga sepanjang perjalanan tidak ada orang yang bisa diajak untuk mengobrol.Tapi, andaipun ada. Mungkin dia akan tetap memilih diam, karena Thoriq bukanlah tipe lelaki yang suka banyak bicara. Apa lagi seperti saat ini, dimana dia lebih sibuk dengan pikirannya sendiri. Pikiran yang berkecamuk dengan segala kesedihan. Kes
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status