Pembalasan Istri Kumal

Pembalasan Istri Kumal

Oleh:  Pramesti GC  Baru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
9.4
Belum ada penilaian
131Bab
176.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Sri Rejeki, Wanita yatim piatu yang di anggap lemah dan kampungan, ternyata menyimpan begitu banyak rahasia besar. Saat rumah tangga nya di khianati sang suami, dan dirinya dihina karena statusnya yang yatim piatu, Sri menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Siapa sangka Sri Rejeki yang kumal ternyata anak angkat Mafia yang paling ditakuti se-Asia Tenggara dan mewarisi banyak kerajaan bisnis tak ternilai. Bagaimana Sri akan membalas rasa sakit hatinya?

Lihat lebih banyak
Pembalasan Istri Kumal Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
131 Bab
Pernikahan Suamiku
Aku sedang memasukkan semua pakaian kotor Mas Fandi ke dalam mesin cuci saat sebuah bil pembayaran hotel terjatuh dari kantong kemeja kotornya.Kenapa ada bil pembayaran hotel?"Ada apa, Sri?" Mas Fandi sudah berdiri di dekat pintu."Ini mas, ada kertas jatuh dari kemeja." Kutatap wajahnya, keningnya berkerut."Kertas apa?" Dia mendekat, kuserahkan selembar kertas itu padanya. Mas Fandi membaca kertas itu dan terdiam sebentar, tangannya mengusap kening terlihat cemas."Kertas penting ya, mas?" Aku bertanya, kecemasan Mas Fandi justru membuatku menaruh curiga. Instingku mulai kembali peka."Ini mungkin bil di meja kantor terbawa. Beberapa hari lalu, ada pegawai yang tugas ke luar kota juga." Dia tersenyum lalu mengusap rambutku. "Buang saja ya, mas mau berangkat dulu.""Sudah selesai sarapannya?" Aku bertanya saat Mas Fandi berjalan masuk. Sebenarnya banyak yang ingin aku tanyakan, namun Mas Fandi menjauh lebih dulu."Sudah, pesawatnya akan terbang jam sepuluh, nanti aku bisa telat. L
Baca selengkapnya
Hadiah Pernikahan Dariku
Sampai dirumah, aku siapkan segalanya. Kukeluarkan mobil dari dalam garasi dan memasukkan motorku kembali. Aku merasa agak canggung saat duduk dibelakang kemudi. Semenjak menikah, aku memang tak pernah lagi mengemudi sendiri. Mas Fandi bahkan tak tau, istrinya ini bisa menyetir.Aku menjemput Lala di sekolahnya, gadis kecil terkejut. Aku menjemputnya sebelum ia pulang."Ada apa sih ma?" Dia bertanya saat ku gandeng keluar sekolah."Gak ada apa-apa. Lala hari ini mau kerumah baru."Gadis itu menatapku lekat saat kubukakan pintu mobil Ayahnya. "Mama sendiri? Mana Ayah?" Dia kembali bertanya saat melihat kedalam mobil."Ayah pergi keluar kota kan? Jadi kita akan pergi sendiri kerumah baru." Ucapku lalu menutup pintu mobil dan berjalan ke kursi kemudi di sisi yang lain.saat aku duduk, Lala masih melihatku heran. "Mama bisa nyetir?" Diterlihat cemas."Bisa, Lala jangan khawatir ya, mama jago nyeri."Lala tersenyum lalu memasang sabuk pengaman nya. Aku lalu mebawa Lala Ke rumah ku di Tawa
Baca selengkapnya
Membeli Harga Diri Mereka
"Ganti rugi semua perbuatanmu." Kila mendekat dengan wajah berapi-api.Aku mendorong tubuhnya menjauh. "Jangan menyentuhku, kau dan aku beda kasta!" Ucapku membuatnya semakin marah."Arrkk, kau lihat istri kampunganmu itu mas?" Kila berjalan mendekati mas Fandi. Telunjuknya masih menunjuk kearahku. " Bajunya saja tak sebanding dengan bajuku, berani nya dia menghinaku dipernikahanku sendiri!" Kila mencoba membuat mas Fandi terpancing amarah.Aku memandang bajuku sendiri. Ah, aku lupa mengantinya sebelum kemari. Biarlah, baju ini juga bagus, paling tidak auratku tak terumbar kemana-mana."Dari mana kamu bisa menganti semua kerugian ini Sri? Berapa tabunganmu sampai berani menyewa alat berat?" Mas Robi kembali merendahkanku."Berapa ganti rugi yang kau minta?" Aku bertanya pada Kila dan keluarganya."Sepuluh juta ! Jika tidak, aku bawa kau kekantor polisi!" Ucap bapak wanita itu.Semurah itukah hargadiri keluarga ini?"Ahahahaa, jangankan sepuluh juta, sekarang dua juta saja, mbak Sri p
Baca selengkapnya
Resepsi Alakadarnya
Pov Fandi.Kedatangan Sri dalam pernikahanku dan Kila membawa banyak sekali masalah. Ia menghancurkan tempat resepsi, membuat gaun pernikahan kami penuh minyak cabai, bahkan menjual mobil dan rumahku di Karanganyar. Dan kini, aku melihat mobil seharga milyaran, menjemputnya dengan seorang bodyguard. Ada apa ini?"Mas lihat sendiri, apa yang sudah dilakukan istri kumalmu itu?" Kila menarik lenganku dengan kesal. Aku tau dia jengkel, semua yang dia atur sejak beberapa bulan lalu, hancur hanya dalam hitungan menit. Menang keterlaluan sekali si Sri itu !" Apa yang akan kita lakukan Fan, tamu undangan sebentar lagi mula berdatangan!" Bapak Kila bertanya dan aku hanya bisa diam. Otakku sedang memikirkan banyak hal tentang Sri, bagaimana bisa aku memikirkan resepsi ini juga."Mas, kenapa diam, Bapak sedang bertanya!" Kila menguncang tubuhku.Aku menepisnya dengn kesal. "Diamlah Kila, aku sedang berfikir!"Wanita itu berangsut mundur, menatapku tak suka, dia terlihat berkaca-kaca. Biarlah,
Baca selengkapnya
Hujan di Resepsi
Pov Fandi.Ini akan jadi malam panjang. Aku bisa mati berdiri jika tak bisa mengganti semua uang Bapak Kila. Bagaimana ini?Kuseka keringat yang menetes di pelipis. Beginikah rasanya dapat masalah dengan mertua?Selama ini, aku menikahi Sri yang hidup sebatang kara. Mau kuapakan juga tak akan ada yang membela. Tapi sekarang, Kila punya orang tua yang super banyak aturan.Gluduk.... gluduk...Suara gemuruh terdengar dari langit. Kilatan cahaya juga terlihat dari sisi kiri tempatku duduk. Gulungan awan hitam itu perlahan mendekati tempat kami berada.Jangan sekarang langit, aku mohon jangan menambah kesialan ini dengan air kirimanmu!"Mas, kok mau hujan?" Kila terlihat panik. Dia berdiri dan mengamati langit di atas teras rumah. Sementara aku, Tentu saja lebih panik. Harusnya hujan tak datang di hari sepenting ini, di musim kemarau juga.Apakah banyak orang yang berdo'a agar air langit itu segera turun?Belum juga kutemukan ide mengatasi masalah ini, tetesan air sudah jatuh ke tanah. T
Baca selengkapnya
Tuan Mafia
"Nyonya baik-baik saja?" Suara Arman membuyarkan lamunanku."Baik, aku baik man, hanya entahlah, mungkin begini rasanya patah hati." Aku mencoba tersenyum. Meski sesak masih menjalar, siapa yang tak terluka, datang di dalam pernikahan suami sendiri.Berusaha memejamkan mata, tapi sungguh aku tak dapat merasakan kedamaian. Bagaimana akan aku katakan pada Lala, tentang apa yang sudah terjadi. Mungkinkah bijak, membagi kisah ini pada gadis sekecil dia."Jika boleh saya bertanya nyonya." Kembali Arman membuatku melihatnya."Iya, katakan?" "Siapa orang yang memakai baju pengantin tadi?"Aku tersenyum. "Kau lupa man, Lelaki kurus kering yang Bapak bilang mirip Cacing kremi itu" Aku menjelaskan. Aku tak pernah memperkenalkan Mas Fandi pada Bapak angkatku, sejak awal beliau tak pernah setuju. Tak adakah lelaku lain yang lebih pantas untuk menyandingmu nduk? Lelaki macam cacing kremi begitu mau menikahimu ?Kalimat itu terucap saat aku baru menunjukkan selembar foto mas Fandi. Namun Bapak
Baca selengkapnya
Kisah Sri Kecil
Memiliki Bapak seperti Tuan Lee, tak pernah sedikitpun terlintas dalam imajinasi seorang yatim piatu sepertiku. Aku bahkan tak tau siapa dirinya, saat pertama kali kami bertemu dulu.Saat duduk di bangku sekolah dasar. Aku berjualan pukis setelah selesai sekolah, uang hasil jualan biasa ku beli kan sesuatu yang begitu aku inginkan. Baju , sapatu atau apapun yang anak seusiaku inginkan. Sebagai anak panti, uang jajanku di jatah dan tak akan bisa bertambah meski kami terus merengek meminta. Bagi kami, memiliki uang lebih adalah sebuah kemewahan."Makan ini om" Kusodorkan dua pukis pada lelaki dengan Baju lusuhnya. Ia menatapmu sekilas dan melahap juga pukis itu tanpa jeda. Tangannya menegadah lagi. Kuberikan saja pukis terakhir di dalam Keranjang."Thankyou..." Hanya kata itu terucap. Dia lalu berdiri mendekati kran air di ujung taman kota. Menenggak dengan segarnya air yang keluar.Aku yang hanya anak kecil sebatang kara, bahkan tak tau apa arti kalimat yang di ucapkan lelaki itu. S
Baca selengkapnya
Pertengkaran
Mas Fandi melepaskan ku. Aku bisa melihat tangan kosongnya mengepal kuat. Urat nadi nya keluar, menahan amarah yang pasti sangat bergejolak.Kurapikan jilbab dan gamisku. Sementara Arman masih mengacungkan pistol nya. Ternyata, mas Fandi sedang cemburu buta pada pengawal ku sendiri. Arman memang bukan lelaki jelek. Dia lebih gagah dari mas Fandi. Tingginya hampir 180 cm. Dengan garis rahang yang tegas, dan potongan rambut pendeknya, siapapun bisa melihat bahwa dia orang yang sangat serius."Turunkan pistol mu Man." Aku menarik tangan Arman kebawah. Dia dengan sigap memasukkan kembali pistol ke belakang tubuhnya. Namun matanya. Bagai elang, berkilat tajam menatap gerak-gerik mas Fandi.Mengerikan ! Beginikah pembunuh bayaran beraksi? Bapak tak akan sembarangan menerima anak buah. Mereka haruslah memiliki kemampuan di atas rata-rata. Paling tidak, kemampuan bela diri nya sudah mempuni. Dan Arman adalah satu, dari ratusan anak buah Bapak yang b
Baca selengkapnya
Aku dan Lala, bisa!
"Nyonya baik-baik saja?" Arman bertanya padaku yang masih berusaha mencari ketenagan.Kugeser dudukku agar lebih nyaman. '" aku baik man, tenanglah." "Menurutmu man, apakah fisik yang sempurna itu penting untuk semua lelaki?" Arman diam sebentar, lalu kembali melihat kearah ku. "Apa bedanya manusia dan hewan, jika hanya sebatas mengandalkan fisiknya untuk membuat pasangan kita tertarik?" Aku mengerutkan alis. " Maksudnya?""Burung merak mengepakkan sayap cantiknya untuk mencari pasangan di musim kawin, beberapa hewan bahkan memberikan bau khas agar pasangannya tertarik. Tapi hanya beberapa yang setia seperti merpati dan pinguin kan?""Otakku tak sampai man, jangan membuatku berfikir keras.""Mereka hewan nyonya, sah saja berganti pasangan dan berhubungan dimanapun. Tapi manusia? Kita ini diberi akal lebih, begitu rendahnya nilai kita bila hanya melihat sesuatu dari fisiknya !"Aku terdiam, meski kenyataan dil
Baca selengkapnya
Kastil dalam hutan
Aku belum berani menjawab tanya Lala tentang ayahnya, Selalu saja kualihkan pembicaraan untuk membuatnya sibuk dengan sesuatu. Sekuat apapun aku berusaha, nyata nya masih saja ada rasa takut untuk menyakiti hatinya.Hingga pagi ini, aku yang harusnya pulang kerumah besar tadi malam, harus tidur disini karena alasan menghindari pertanyaan Lala. Sampai kapan. . ." Jangan menipunya lagi Sri, Lala berhak tau." Raya memberiku nasihat.Kutatap Lala yang sedang bermain di taman rumah ini. Aku tau, memang sebuah kesalahan menyembunyikan semua dari Lala."Sri, anakmu gadis yang cerdas. Jika tak mendengarnya darimu, dia bisa saja mendengarnya dari orang lain. Bukankah itu akan lebih menyakitkan?"Raya menggenggam tanganku. Mencoba menguatkan ku. "Kau benar Ray, harusnya aku katakan saja yang terjadi." Aku mencoba mengumpulkan kekuatanku sendiri."Percayalah, jika dia belum mengerti, bukan berarti dia tak akan mengerti " Raya memegang pundak ku. Dia tau, aku sedang mencoba mengumpulkan keberan
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status