Hitam di atas Putih(Kontrak Pernikahan Sang CEO)

Hitam di atas Putih(Kontrak Pernikahan Sang CEO)

Oleh:  Makhchuena Asma  On going
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
0.0
Belum ada penilaian
5Bab
38Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Tinggalkan ulasan Anda di APP

Aira gadis cantik, tapi tak secantik hidupnya. Ia harus bekerja keras membayar hutang sang ayah tiri yang sering menganiayanya saat kalah judi, bahkan sang ayah tiri menjualnya di tempat pelacuran. Namun, saat kejadian naas itu beruntung ia bisa lolos, hingga takdir mempertemukannya dengan sang CEO tampan. Namun, dingin dan tak berhati. Sang CEO yang dalam keadaan frustrasi karena sang mama terus mendesaknya menikah. Namun, tidak merestui hubungannya dengan sang kekasih membuatnya terluka. Dengan akal liciknya, ia pun menjerat Aira ke dalam masalahnya. Ia pun menawarkan bekerja di kantornya dan menawarkan beberapa uang untuk membantu gadis itu terlepas dari hutang piutang dengan syarat mau menikah kontrak dengannya. Pernikahan yang berdasarkan hitam di atas putih membawa hidup Aira penuh dengan penderitaan. Sang CEO memperlakukannya dengan dingin dan tak berhati, bahkan masih berhubungan dengan sang kekasih. Hingga malam naas itu pun terjadi saat Aidan mabuk, Sang CEO merenggut paksa mahkota yang selama ini Aira jaga. Mampukah Aira melewati semuanya? Akankah dengan ketulusan dan kesabarannya Aira akan tetap bertahan? Akankah Aira mampu membuat Aidan jatuh cinta padanya?

Lihat lebih banyak
Hitam di atas Putih(Kontrak Pernikahan Sang CEO) Novel Online Unduh PDF Gratis Untuk Pembaca

Bab terbaru

Buku bagus disaat bersamaan

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen
Tidak ada komentar
5 Bab
Akan Dijual
Braak!Suara pintu digedor cukup keras, Aila yang baru saja membaringkan tubuhnya sehabis pulang kerja pun dibuat terkejut.Gadis cantik bermata indah itu pun bangkit dari ranjang dan bergegas keluar dari kamarnya.“Astaghfirullah, Bapak. Sampai kapan Bapak seperti ini!?” pekiknya menahan emosi.“Sudahlah, jangan banyak bacot!” sentak laki-laki paruh baya yang saat ini duduk di lantai dalam keadaan mabuk.Aila memilih diam, meskipun ingin rasanya memaki laki-laki itu. Ya, laki-laki yang membesarkannya sejak usia tiga tahun setelah kepergian kedua orang tuanya yang mengalami kecelakaan tunggal di tol saat menghadiri seminar.Ya, sejak kematian kedua orang tuanya, Aila tinggal bersama laki-laki bernama Herman yang merupakan adik kandung dari sang ayah. Herman menyayangi Aila dan menganggap Aila seperti anak kandungnya sendiri, begitu pun Marwah sang istri. Hampir tujuh belas tahun menikah Herman dan Marwah belum dikaruniai anak, hal itu membuat keduanya sangat menyayangi Aila.Hidup Ail
Baca selengkapnya
Mengharap Bantuan
Aila masih berusaha mencari cara untuk keluar dari rumah itu. Ia tidak mau harus menjadi budak nafsu bandar judi yang terkenal kejam itu.“Bagaimana caranya aku keluar sedangkan setiap jendela di rumah ini berterali besi.” Aila hampir putus asa melihat sekeliling rumah yang tidak terlalu besar, tapi tertata rapi. Rumah peninggalan sang nenek, ibu dari almarhum ayahnya dan juga Herman. Bunyi ponsel berdering. Aila bergegas mengangkat panggilan itu, tetapi belum sempat mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya, dering itu berhenti.Aila melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari Anisah, sang sahabat yang juga bekerja di toko yang sama dengannya.“Anisah pasti enggak punya pulsa juga, makanya hanya mendial sebentar habis itu dimatikan. Bagaimana aku bisa meminta bantuannya? Paket dataku habis, pulsa juga enggak punya,” ucap Aila menggerutu.“Ya Allah, beri aku petunjukMu,” ucapnya lirih mengusap kasar wajah cantik natural tanpa makeup sekali pun itu.Aila tidak lagi menghiraukan
Baca selengkapnya
Bertemu Orang Baik
Keringat dingin membasahi tubuh gadis cantik itu, bahkan darah yang keluar di telapak kakinya pun tidak ia pedulikan. Aila terus berlari supaya tidak tertangkap anak buah Renaldi.Jantung Aila berdebar kencang, napasnya tersengal-sengal. Ia tidak tahu harus meminta bantuan siapa. Suasana malam yang sepi di daerah itu membuat Aila semakin ketakutan karena tidak ada seorang pun pejalan kaki yang lewat. Hanya ada beberapa kendaraan bermotor yang lewat, tetapi sama sekali tidak memedulikannya.Aila memelankan langkahnya, merasa sudah jauh dari dua laki-laki sangar tersebut. Aila duduk di trotoar meringkuk sambil menangis sesenggukan. Lelah sejak tadi harus berlari.Hap!“Akhirnya kami menemukanmu. Dasar wanita sialan! Kamu hanya menyusahkan saja,” ucap salah satu laki-laki sangar itu menarik tangan Aila.Aila membelalakkan matanya, harapannya lolos tinggal khayalan. Tubuhnya sudah lemas karena terus berlari, sedangkan perutnya pun menahan lapar karena seharian tidak makan. Haruskah ia pas
Baca selengkapnya
Melamar Pekerjaan
Bagaimana bisa orang tua tega menjual anak gadisnya sendiri hanya untuk melunasi hutang-hutangnya.Sungguh, diletakkan di mana hati orang tua seperti itu. Pak Samsi dan Bu Mila hampir tidak mempercayai hal itu. Sepasang suami istri itu geleng-geleng kepala mendengar cerita Aila dari awal hingga akhir.Atensi kedua orang yang saling berpandangan itu teralihkan ke arah Aila yang perutnya kembali berbunyi. Aila menunduk malu, terlihat sekali kalau dirinya kelaparan.“Masyaallah, ibu hampir lupa sudah menyiapkan makan malam. Sebaiknya kita makan malam dulu. Ayo, Pak, Nak Aila,” ajak wanita itu ramah sambil menepuk jidat karena lupa. Aila tersenyum tipis melihat wanita paruh baya itu.“Nal Aila jangan sungkan, Makan sampai kenyang, ya, Nak. Ya, meskipun lauknya seadanya,” ucap Bu Mila tulus.“Ini sudah lebih dari cukup, Bu. Maaf saya merepotkan Bu Mila dan Pak Syamsi,” ujarnya canggung.“Jangan merasa begitu, Nak. Kami malah senang. Apalagi dengan kehadiran Nak Aila di rumah ini. Ki uang
Baca selengkapnya
Mulai Bekerja
Aidan menatap ponsel mahalnya yang terjatuh dan kini sudah retak. Ia melihat gadis ceroboh yang menabraknya.“Kamu!”Aila yang menyadari kesalahannya hanya bisa menunduk takut dan berulang kali meminta maaf.“Memangnya dengan minta maaf ponselku bisa kembali seperti semula? Selain hutang budi, kamu juga hutang uang kepadaku. Kamu harus membayar ponsel yang baru aku beli kemarin ini dengan potong gaji,” ucap Aidan kesal. Entah, bertemu gadis ini ia merasa ketiban sial.“Bagaimana bisa potong gaji, Pak? Aku sendiri baru melamar kerja di sini sesuai perintah Bapak yang menyuruhku untuk melamar,” jawabnya ragu.“Pak Amin, tolong antar gadis ini kebagian HRD, bilang ke Pak Wijaya suruh nempatkan gadis ini di bagian cleaning servis atau office girl. Dengan hanya lulusan SMA, hanya pekerjaan itu yang cocok, apalagi dia melamar tidak menyertakan berkas lamaran,” ucapnya disertai ejekan, bahkan Aidan memutar bolanya malas melihat gadis itu.Kalau tidak untuk menghormati permintaan Pak Samsi,
Baca selengkapnya
DMCA.com Protection Status