Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Pejuang Pilihan Cahaya

Sang Pejuang Pilihan Cahaya

Shadow 26
Jiro! seorang pemuda yang dipilih langsung oleh Cahaya, untuk menghapus Kegelapan dari dunia ini. Kelahirannya mengundang bencana, yang dikenal sebagai 'Masa Kekacauan'. Hidup di alam tersembunyi yang indah dan damai, tidak membuatnya menjadi anak yang lemah dan manja. Ia berlatih setiap harinya di dalam hutan dan melawan binatang buas, membuatnya sering kali berada diambang kematian. Namun, keadaan itu justru membuatnya menjadi pejuang yang hebat suatu saat nanti, seperti seorang pahlawan manusia yang selalu diceritakan oleh ibunya setiap menjelang tidur. Kasih sayang Ibu dan Bibinya, membuatnya bertekad menjadi pejuang terhebat di dunia. Hingga pada suatu hari, di malam yang gelap, ratusan ras iblis berhasil masuk ke dalam alam rahasia, dan membumihanguskan alam serta desa tempat ia dibesarkan. Dengan keadaan yang mengharuskannya untuk bersembunyi, sedangkan Ibu, Bibi, dan orang-orang desa bertarung melawan ras iblis, membuatnya dilema dan merasa tidak berguna. Dalam kesendiriannya di tempat persembunyian, sebuah takdir yang hebat datang padanya. Tentang kekuatan yang diwariskan dari para Leluhur, membuatnya sangat percaya diri untuk memusnahkan seluruh ras iblis. Namun takdir berkata lain, ketika ia melihat desanya yang telah rata dengan tanah. Tanpa adanya seorang pun yang tersisa, membuatnya merasa putus asa dan tidak memiliki keinginan untuk tetap hidup. Hingga ia teringat kembali tentang ucapan Ibunya, yang mengatakan bahwa ia akan menjadi pejuang hebat yang akan mengalahkan kegelapan dan membawa perdamaian bagi manusia. Membuat tekadnya membara, dan berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan mati sebelum memusnahkan seluruh kegelapan dari dunia ini. "Aku, Hikaru Jiro! Berjanji akan memusnahkan segala bentuk kegelapan dari dunia ini! Jika seluruh dunia diselimuti oleh kegelapan, maka aku akan mendatangi seluruh tempat di dunia untuk menjadi penerang, dan memusnahkan kegelapan!" Sumpah yang telah disaksikan oleh langit dan bumi, akankah Jiro berhasil melakukannya?
1.5K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as nanti nangis
Read
+Library
Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Keluarga yang Tak Kuinginkan Di Kehidupan Berikutnya

Usiaku 15 tahun saat Ayah dan Ibu akhirnya menemukan aku dari pegunungan terpencil. Melihat tubuhku yang penuh luka dan kekurangan gizi, mereka bersumpah akan menebus semua yang pernah hilang dariku. Ibu berkata aku adalah harta paling berharga milik Keluarga Atmaja. Dia mengganti namaku dari "Ilalang" menjadi "Ratna Atmaja". Ayah berkata, seberapa pun sibuknya dia nanti, setiap hari dia akan pulang untuk makan malam bersamaku, agar aku bisa merasakan kembali arti rumah. Aku pikir, akhirnya aku akan bahagia. Namun sepuluh tahun kemudian, aku malah meninggal di rumah kontrakan yang diberikan oleh adik perempuanku yang palsu itu. Saat itu, anakku berusia tiga tahun. Untuk bersenang-senang, para penculik memberiku tiga kali kesempatan meminta pertolongan. Selama ada seseorang yang mau datang melihatku, mereka akan melepaskan anakku. Kesempatan pertama, aku menelepon Ayah yang tak pernah berhenti mencariku selama 15 tahun. Saat itu dia sedang mengatur para pelayan untuk menyiapkan pesta ulang tahun adik palsuku. Setelah menerima teleponku, dia mengerutkan kening. "Ratna, kamu nggak tahu hari ini ulang tahun adikmu? Jangan bikin sial." Kesempatan kedua, aku menelepon Ibu yang dulu berjanji akan menganggapku sebagai harta paling berharga. Dia memandang penuh sayang ketika adik palsu itu merebut ponsel, lalu menatapku dengan jijik tanpa ditutupi sedikit pun. "Ratna, kalau mau bohong, bisa nggak lebih pintar sedikit? Kalau kamu terus bikin masalah, jangan harap bisa dapat uang hidup untuk bulan depan." Kesempatan ketiga, aku menelepon ayah dari anakku, suami yang dipilih dengan sangat teliti oleh orang tuaku. Dia bilang sedang rapat, setelah itu masih harus memilih hadiah untuk adikku, tidak ada waktu meladeniku bermain drama. Dia juga berkata, kalau aku mau bersikap patuh, minggu depan dia akan mengizinkanku membawa anak pulang untuk makan bersama keluarga. Aku mencium putraku yang gemetar ketakutan di dalam pelukanku, lalu memohon agar mereka memberiku satu kesempatan terakhir, membiarkanku menulis pesan perpisahan. Saat ponsel kembali ke tanganku, aku mengirim dua pesan ke grup keluarga. Satu foto tubuhku yang berlumuran darah. Satu kalimat pendek yang keluar dari lubuk hatiku. [ Aku benar-benar akan mati. Di kehidupan berikutnya, jangan jemput aku pulang lagi. ]
4.6K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as nanti nangis
Read
+Library
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
140 viewsCompletedAdded to Library 4 Times as nanti nangis
Read
+Library
PREV
1
...
272829303132
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status