author-banner
Ita Indri Sayekti
Author

Novelas de Ita Indri Sayekti

Dari Luna Terbuang, Jadi Kesayangan Penguasa

Dari Luna Terbuang, Jadi Kesayangan Penguasa

Setelah tewas di tangan Ronan, pasangannya sendiri, Lyra mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki hidupnya dan ia memilih untuk meninggalkan Ronan. Akan tetapi, ia tidak menyangka bahwa ia akan berakhir di pelukan Canen, penguasa yang ditakuti sekaligus musuh Ronan.
Leer
Chapter: Bayangan di Balik Perdamaian
Utusan pertama tiba di Stormhowl menjelang matahari terbenam. Bukan rombongan besar. Hanya tiga penunggang kuda dengan lambang Pack Eastwind di dada mereka.Gerbang dibuka setelah identitas mereka diperiksa. Para prajurit tetap waspada, tetapi menyambut mereka sesuai adat antarpack.Di aula utama, Calen, Cayden, Jason, dan beberapa tetua telah menunggu.Pemimpin rombongan itu adalah seorang pria paruh baya bernama Garrick. Rambutnya mulai memutih, tetapi sorot matanya masih tajam.Ia membungkuk hormat. “Salam dari Alpha Eastwind.”“Selamat datang,” jawab Calen singkat.Garrick mengeluarkan sebuah gulungan surat yang disegel.“Alpha kami menerima undangan Stormhowl. Beliau menghargai keterbukaan Anda.”Cayden menerima surat itu. “Tapi?” tanyanya.Pria itu tersenyum tipis. “Beliau juga meminta kami melihat keadaan dengan mata sendiri.”“Itu memang tujuan kami mengundang kalian.”Garrick mengangguk. “Beberapa kabar yang beredar cukup… mengkhawatirkan.”Jason menyandarkan tubuh ke kursiny
Última actualización: 2026-06-28
Chapter: Jejak Janggal
Pagi itu Stormhowl kembali sibuk. Suasana festival telah berganti menjadi kesibukan membangun kembali gerbang utara yang rusak akibat serangan rouge. Denting palu dan gesekan kayu memenuhi udara. Para prajurit bergantian membantu warga mengangkat balok-balok besar, sementara para penyembuh memeriksa mereka yang sempat terluka semalam. Tidak ada seorang pun mengeluh. Justru wajah-wajah mereka dipenuhi tekad.“Gerbang ini harus selesai sebelum matahari terbenam!”“Angkat yang itu!”“Pelan! Jangan sampai retak!”Di atas tembok, Calen mengamati pekerjaan mereka.Sorot matanya sesekali menyapu hutan di kejauhan.Tidak ada pergerakan.Justru itulah yang membuatnya semakin waspada.Cayden naik ke atas menara sambil membawa beberapa gulungan laporan.“Pengintai sudah kembali.”“Hasilnya?”“Tidak ada jejak kawanan rouge.”Calen tetap memandang ke arah pepohonan.“Mereka tidak mungkin menghilang begitu saja.”“Itu juga yang kupikirkan.”Cayden membuka salah satu laporan.“Ada hal lain yang leb
Última actualización: 2026-06-27
Chapter: Setelah Tersadar
Berikut kelanjutan dengan ritme yang lebih tenang setelah dua bab penuh aksi. Fokusnya kembali ke hubungan Calen–Lyra, tetapi tetap menyisipkan benih misteri dan politik tanpa membuat tensi terus-menerus tinggi.⸻Bab 55Udara dini hari masih menyisakan embun ketika cahaya keemasan itu perlahan memudar.Taman belakang Kediaman Alpha kembali sunyi. Kelopak-kelopak bunga yang sempat beterbangan jatuh satu demi satu, seolah tidak pernah terjadi apa pun.Lyra berdiri mematung.Jaraknya dengan Calen begitu dekat hingga ia dapat merasakan hangat napas pria itu. Kedua tangan Calen masih berada di bahunya. Genggamannya tidak keras, hanya cukup untuk memastikan perempuan itu tidak kehilangan keseimbangan.“Apa kau baik-baik saja?” tanya Calen pelan.Lyra mengangguk refleks, meski kepalanya justru dipenuhi pertanyaan.“Saya… saya rasa begitu.”“Rasa?”“Saya tidak yakin.”Calen menatap wajahnya beberapa saat. Warna wajah Lyra sudah kembali normal. Napasnya pun stabil.Pria itu akhirnya melepaska
Última actualización: 2026-06-26
Chapter: Ikatan Bary
Keesokan paginya, seluruh Stormhowl masih membicarakan hal yang sama. Serangan rouge. Tidak ada yang membahas Festival Pemberkatan lagi.Apalagi perihal siapa yang ditolak atau siapa yang menerima souvenir. Seluruh perhatian tertuju pada satu pertanyaan. Bagaimana kawanan rouge bisa menembus wilayah Stormhowl?Di ruang rapat utama, suasana jauh lebih tegang. Peta wilayah terbentang di atas meja panjang.Calen berdiri di ujung meja. Tatapan biru keperakannya menyapu para perwira dan tetua pack. “Perkuat seluruh gerbang.”“Ya, Alpha.”“Patroli malam digandakan.”“Siap, Alpha.”“Pasang penjaga tambahan di tambang perak, kuil Shaman, dan jalur perdagangan timur.”“Baik, Alpha.”Jason mengangkat tangan. “Kalau mereka menyerang lagi?”“Biarkan mereka datang.” Suara Calen terdengar datar.Namun semua orang di ruangan itu tahu. Alpha mereka sedang marah.“Kalau tujuan mereka memang Stormhowl…” lanjut Calen, “Mereka tidak akan berhenti setelah gagal sekali.”Cayden mengangguk. “Aku juga berpik
Última actualización: 2026-06-25
Chapter: Tak Terduga
Kalung pengendali itu berputar di jemari Cayden.“Bloodcrest…” gumam Jason.“Mm?” Cayden menggenggam benda itu erat.“Dan mereka ingin kita menemukannya.”Jason mengernyit, “Apa maksudmu?”“Ini terlalu jelas.” Tatapan Beta Stormhowl menjadi tajam.“Orang yang cukup pintar untuk mengendalikan puluhan rouge tidak mungkin meninggalkan bukti seperti ini secara tidak sengaja.”Mereka terdiam.Lalu secara bersamaan mengucapkan satu kalimat, “Ini umpan.”Sementara itu di ruang penyembuhan. Calen belum bergeser dari kursinya.Willa sudah menyelesaikan pemeriksaan sejak beberapa waktu lalu, tetapi Alpha Stormhowl itu tetap duduk di sana dan memandangi wajah Lyra.“Aku tidak pernah melihatnya seperti ini,” bisik Carmen.“Aku juga,” jawab Jason.“Menyeramkan.”“Sedikit.”Willa mendecih. “Tuan dan Nyonya semua tolong keluar sajalah.”“Hah?”“Tolong keluarlah.”“Tapi…”“Tuan.”Jason langsung menggamit lengan istrinya. “Baik, Bu Willa.”“Jangan seret aku!”Pintu tertutup.Kini hanya tersisa mereka
Última actualización: 2026-06-24
Chapter: Permainan Pack Lawan
Calen Thorne berlari tanpa memedulikan siapa pun yang melihatnya. Dia sendiri tak ingat kapan terakhir kali dia bertingkah seperti ini.Bahkan ketika seluruh Stormhowl masih sibuk bersorak mengira ledakan dahsyat tadi berasal dari kekuatan Alpha mereka, Calen sudah menerobos kerumunan sambil menggendong Lyra erat di kedua lengannya.“Menyingkirlah!” Suara pria itu rendah. Namun cukup membuat seluruh jalan langsung terbuka. Tak seorang pun berani menghalangi.Terlebih, karena wajah Alpha Stormhowl saat itu terlihat jauh lebih menakutkan daripada saat ia berada di medan perang.“BU WILLA!”Pintu ruang penyembuhan hampir terlepas dari engselnya saat Calen menendangnya terbuka.Willa yang sedang menyusun ramuan sampai meloncat.“Dewi Bulan! Tuan Alpha… apa yang Anda lakukan pada pintuku?!”“Lihat dia.” Hanya dua kata. Tetapi suara Calen terdengar serak.Willa langsung berhenti bercanda. Ia belum pernah mendengar nada seperti itu dari Alpha Stormhowl. Bahkan ketika orang tua Calen meningga
Última actualización: 2026-06-23
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status