Dari Luna Terbuang, Jadi Kesayangan Penguasa

Dari Luna Terbuang, Jadi Kesayangan Penguasa

last updateLast Updated : 2026-05-13
By:  Deemardani Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah tewas di tangan Ronan, pasangannya sendiri, Lyra mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki hidupnya dan ia memilih untuk meninggalkan Ronan. Akan tetapi, ia tidak menyangka bahwa ia akan berakhir di pelukan Canen, penguasa yang ditakuti sekaligus musuh Ronan.

View More

Chapter 1

Tidak Mau Lagi

“Aaah… Lyraaa…”

Desahan itu terdengar lagi dan kali ini lebih parau dan panjang dari sebelumnya, membuat Lyra menelan ludah. 

Dia bisa saja bersumpah bahwa dirinya tidak menginginkan hubungan badan dengan suaminya, tapi tubuhnya akan mengatakan yang sebaliknya. Sejatinya, memang sangat sulit bagi pasangan mana pun untuk mengabaikan kebutuhan satu  sama lain.

Namun, di kesempatan ini, Lyra tidak ingin menyerahkan dirinya pada pria itu.

“Tenanglah…” desisnya sambil menggenggam erat kedua sisi baju tidurnya itu sembari perlahan memaksakan dirinya untuk melangkah pergi dari sana.

Di saat yang sama, Lyra bisa mendengar suara benda-benda jatuh dan diselingi luapan amarah yang menandakan bahwa Ronan telah kehilangan kendalinya. Akan tetapi, Lyra tetap berjalan.

Jika ini terjadi pada Lyra yang dulu, ia pasti sudah menghambur ke dalam kamar tanpa ragu. Ia akan memastikan kemampuannya memenuhi kebutuhan sang alpha. Bukan karena ia menuruti hasratnya sendiri, melainkan melayani Ronan adalah sebuah kehormatan. 

Sebagai seorang anak yang asal-usulnya tidak jelas dan dirawat oleh keluarga Ronan, Lyra awalnya sangat bahagia ketika Ronan menunjukkan ketertarikan padanya. Bahkan ketika sang dewi menganugerahkan Ronan sebagai pasangan takdirnya. Lyra sama sekali tidak menyangka kalau dirinya yang tidak punya apa-apa itu akan mendapatkan seorang pemimpin sebagai pasangannya.

Di masa lalu, Lyra sangat bersyukur dan rela melakukan apa pun untuk menopang Ronan.

Namun, itu sebelum pria itu menghabisinya. Mengirimnya pada kematian.

Ya, ini adalah kehidupan kedua Lyra.

Lyra mengusap bagian perut bawahnya datar. Setelah melahirkan keturunan Ronan di masa lalu, pria itu tidak memberikan Lyra kesempatan untuk melihat buah hatinya.

“Tugasmu sebagai pasanganku sudah selesai, Lyra,” ucap Ronan kala itu sembari mengeluarkan belati yang sudah dilumuri racun. “Terima kasih sudah melahirkan keturunan untukku. Tapi mulai dari sini, aku lebih membutuhkan wanita yang bisa menopang posisiku sebagai pemimpin pack. Dan orang itu bukan dirimu.”

Lyra pernah dengar bahwa keturunan yang dihasilkan dari pasangan yang dipilih oleh sang dewi akan memiliki karakteristik unggulan. Mungkin karena itu Ronan bertahan dengan dirinya, bersabar hingga Lyra melahirkan seorang pewaris untuk Ronan. 

“Kenapa kau di sini!?”

Lamunan Lyra buyar saat mendengar suara langkah seseorang dari ujung seberang koridor. 

Seraphine Calder, yang tak lain dan tak bukan adalah asisten Ronan sekaligus teman masa kecil pria itu. Seraphine adalah putri mantan asisten orang tua Ronan, otomatis membuat kedudukan Seraphine di kelompok mereka masuk ke jajaran wanita berada.

Namun, bukan itu yang membuat Lyra terdiam.

Di malam kematiannya, Seraphine ada di sisi Ronan.

Saat  itu, Lyra berpikir bahwa Seraphine di sana untuk membantu persalinannya. Namun, rupanya wanita itu ingin mengukuhkan posisinya di sisi Ronan. 

“Terima kasih, Lyra. Posisimu sebagai pasangan Ronan akan kujaga dengan baik,” tutur Seraphine malam itu. “Lagipula, kau harus sadar diri. Ronan butuh pendamping yang setara dengannya. Bisa membantunya memperkuat kelompok kita. Perempuan rendahan sepertimu jelas tidak bisa melakukan itu.”

Tanpa sadar, tubuh Lyra berkeringat dingin dan gemetaran saat mengingat malam itu. Terlebih lagi ia baru bertahan dari tekanan hasratnya untuk memenuhi perintah Ronan.

“Kau tuli ya?” Seraphine bertanya ketus. “Kenapa kau di sini? Oh, aku tahu. Akhirnya Ronan menyadari kesalahannya dan mengusirmu? Hahaha.”

Lyra memandang Seraphine dengan pandangan kosong. Ia bisa mendengar nada suara Seraphine yang berharap saat mengatakan hal itu. Sama seperti kehidupan lalu, Seraphine pasti masih menginginkan posisi Lyra sebagai pendamping Ronan.

Kalau memang seperti itu, Lyra berikan saja sejak awal.

“Ia membutuhkanmu,” ucap Lyra kemudian. “Pergilah ke ruangannya dan puaskan dia.”

Lyra tidak menunggu respons Seraphine dan langsung pergi dari sana. Namun, ia sempat melihat keterkejutan di mata wanita itu, sebelum digantikan dengan binar penuh pengharapan.

***

Keesokan paginya, Lyra yang baru saja meregangkan badannya di kamar saat pintu kamarnya diketuk keras. 

“Anda diutus ke kamar Alpha Ronan!” ucap seorang pelayan menyampaikan pada Lyra. Nada suaranya ketus dan tidak memberikan ruang pada Lyra untuk membantah. Meskipun merupakan pasangan Ronan dan calon Luna, baik di kehidupan sekarang maupun sebelumnya, orang-orang di kelompok ini jarang ada yang menghormatinya.

Mereka bahkan kerap kali merundungnya.

Sebelumnya, Lyra bertahan karena Ronan. Namun, sekarang, keputusan Lyra sendiri sudah bulat. Ia akan meninggalkan kelompok ini demi bertahan hidup. Ia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.

Lyra mengetuk pintu dan masuk ke kamar Alpha setelah dipersilakan dari dalam.

Ia melihat punggung Ronan yang sedang berdiri membelakangi pintu, lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar. 

Banyak barang-barang berserakan dan belum dibereskan, lalu ada beberapa pakaian tercecer di lantai. Sprei tempat tidur Ronan sendiri tampak kusut dan kotor–jelas merupakan jejak pergulatan semalam.

Dan di atas tempat tidur Ronan itu, Seraphine sedang duduk bersandar. Menatap Lyra dengan ekspresi penuh kemenangan sebelum kemudian disembunyikan di balik wajah polosnya.

“Lyra, maaf memanggilmu pagi-pagi,” ucap Seraphine lembut. Tangannya menyentuh bekas ciuman di lehernya dengan ringan. “Aku merasa tidak enak badan. Apakah kau bisa memeriksaku sebentar? Kudengar  kau tahu sedikit ilmu pengobatan.”

Lyra menoleh ke arah Ronan yang tidak mengatakan apa pun, baik itu melarang atau mengiakan. Jadi ia melangkah mendekat ke arah Seraphine.

“Tolong mendekat ke arahku,” ucap Lyra pada Seraphine. Meskipun mereka berdua pasti tahu bahwa kondisi Seraphine baik-baik saja, Lyra tetap memeriksa Seraphine.

Namun, wajahnya yang datar membuat Seraphine jengah.

“Ah!” pekik Seraphine tiba-tiba, seakan Lyra menyakitinya. “Lyra … tolong perlahan….”

“Apa yang kau lakukan?” Tiba-tiba Ronan sudah berbalik. Sepasang matanya memandang Lyra dengan pandangan menyalahkan. “Perlakukan dia dengan baik.”

Pandangan Lyra tampak dingin saat membalas tatapan Ronan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status