Share

Bab 18

Ternyata yang mengetuk pintu kamar mereka adalah Mami Rasti, beliau menyuruh anak dan menantunya tersebut untuk makan malam.

Reyhan dan Aisya pun berjalan ke luar kamar, untuk makan bersama Papi dan Mami mereka. 

Mereka makan malam diiringi dengan obrolan-obrolan ringan tentang akan mengadakan pesta pernikahan Reyhan dan Aisya dan ke mana mereka akan berbulan madu.

Aisya menolak untuk diadakannya pesta resepsi pernikahan yang mewah. Menurutnya itu hanya akan membuang dan menghamburkan uang saja. Ia lebih memilih acara syukuran yang sederhana saja.

Reyhan dan kedua orang tuanya pun menyetujui saja usul Aisya. Mereka bilang senyamannya Aisya saja, kalau mau mengadakan pesta Resepsi setuju, kalau tidak juga tidak apa. 

Mereka tidak ingin terlalu menuntut harus ini dan itu. Yang penting menantu kesayangan mereka senang, merasa nyaman dan bahagia mereka sudah bersyukur. Ah memang mereka memang mertua i

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status