13. Terbakar Cemburu

Rigel benar-benar tertidur setelah Sia mengusap-usap perutnya yang rata, dalam beberapa menit berlalu. Merasa canggung, Sia perlahan-lahan duduk dan bersandar di kepala ranjang, setelah memastikan bahwa Rigel benar-benar sudah tidur dengan nyenyak.

Jantung Sia masih saja berisik. Dia tidak paham apa artinya. Tapi jelas, dia merasa sangat tidak nyaman berada di kamar Rigel berduaan saja. Pikiran Sia menerawang jauh, ada perasaan ingin menyerah dan berhenti bekerja di sini, di rumah mewah milik pria yang kini tertidur pulas di sampingnya.

Tapi jika mengingat bahwa ini bukan hanya tentang pekerjaan, tapi tanggung jawab Limora Catty terhadap dirinya di depan Rigel dan Yoan, Sia resah.

Sia sama sekali tidak sadar ketika Rigel terbangun dan menatapnya. “Kenapa berhenti?” keluh Rigel. “Lihat, aku jadi terbangun.”

“Oh, maafkan aku, Tuan.” Sia panik, kembali merosot dan mendekati Rigel. 

“Peluk aku.” Tangan Rigel sudah terbentang.

Sia ragu, tapi

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nirmala Ginting
bagus ceritanya...aku suka
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status